1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ada Air di Enceladus

4 April 2014

Enceladus salah satu dari 63 bulan yang mengorbit planet Saturnus terbukti memiliki lautan air dalam bentuk cair di bawah lapisan es yang menutupinya. Tapi sejauh ini belum ditemukan indikasi adanya kehidupan.

https://p.dw.com/p/1BbpU
USA Weltraum Saturn Mond Enceladus mit Wasser
Foto: picture-alliance/AP

Eksistensi lautan cair di Enceladus salah satu bulan planet Saturnus diumumkan hari Kamis (03/04) oleh para ilmuwan Amerika dan Eropa yang melakukan analisa data dari wahana penelitian Cassini. Laut berupa air dalam bentuk cair itu, posisinya berada di kutub selatan Enceladus di bawah lapisan es setebal beberapa kilometer.

Laut itu luasnya ditaksir lebih 80.000 kilometer persegi, dengan kedalaman hingga 10 kilometer. Bagi para peneliti ruang angkasa, eksistensi air selalu dikaitkan dengan kemungkinan adanya kehidupan.

"Jika air bisa merembes keluar dari rekahan lapisan es, dan kontak dengan batuan sekitar, bisa jadi sejumlah mineral akan terurai. Kondisi kimiawi semacam ini amat potensial untuk mendukung adanya kehidupan", ujar Jonathan Lunine, pakar antarikya dari Cornell University dalam konferensi pers.

Anomali Gravitasi

Para ilmuwan Amerika dan Eropa dalam kerjasama riset antariksa Cassini, menemukan adanya anomali gravitasi di salah satu bulan planet Saturnus itu. Wahana penelitian antariksa Cassini diluncurkan 17 tahun lalu ke planet Saturnus, dan hingga kini masih terus mengirim data ke bumi.

Semburan uap air dan molekul organik memancar dari Enceladus.
Semburan uap air dan molekul organik dari kutub selatan Enceladus.Foto: NASA/JPL/Space Science Institute

Asimetri gravitasi terutama di bagian selatan Enceladus, berdasar analisa komputer terjadi akibat adanya lautan dalam bentuk cair. "Air terjebak di antara inti batuan dan lapisan es setebal 30 km di permukaan Enceladus.", ujar David Stevenson anggota tim riset Cassini dari California Institute of Technology.

Pada tahun 2005, Cassini juga mendeteksi adanya pancaran uap air dari rekahan es di kawasan kutub selatan Enceladus. Para ilmuwan memperkirakan, semburan itu adalah campuran uap air yang mengandung garam dan molekul organik seperti methana.

Semburan jet itu, juga mengindikasikan adanya air dalam bentuk cair di perut Enceladus. Setelah analisa cukup lama dan teliti, bukti adanya air dalam bentuk cair di Enceladus diumumkan resmi Kamis (03/04) oleh para ilmuwan.

as/ap (Reuters, dpa, ap)