1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Airbus Kalahkan Boeing di Paris Air Show

29 Juni 2011

Pesawat efisien bahan bakar versi terbaru membawa produsen Airbus menembus rekor penjualan mengalahkan rival lama Boeing di Paris Air Show baru-baru ini. Maskapai penerbangan Malaysia Air Asia saja memesan 200 unit.

https://p.dw.com/p/11lWq
Airbus A320Foto: picture-alliance/dpa

John Leahy, kepala pemasaran Airbus, menjadi salah satu jenius di balik deretan kontrak yang didapat di Paris Air Show. Hanya dalam waktu empat hari, Airbus sukses menjual 730 unit dengan total transaksi bernilai 50 miliar Euro. Bahkan hasil penjualan Airbus memecahkan rekor penjualan produsen pesawat di pameran dirgantara manapun.

Salah satu pemesan adalah maskapai penerbangan bertarif rendah dari Malaysia. Air Asia awalnya memesan 175 unit, sebelum memesan 200 unit lagi di Paris Air Show senilai hampir 13 miliar Euro. Pemesanan oleh Air Asia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang IndiGo yang memesan 180 unit A320 Neo di pameran yang sama. Satu pertimbangan mereka memborong Airbus A320 Neo adalah konsumsi bahan bakar pesawat yang dinilai efisien.

CEO Air Asia Tony Fernandes menilai, A320 Neo memberi paket yang lengkap. Bukan hanya pertimbangan ekonomis, namun juga perawatan pasca pembelian, serta karisma Tom Enders, CEO Airbus. Fernandes selanjutnya menyebut Enders sebagai sosok di balik berpalingnya Air Asia dari Boeing. Bahkan ia menganggap kesuksesan Air Asia adalah berkat Airbus.

Memang hasil penjualan Boeing sepanjang Paris Air Show kurang fantastis. Sebagai perbandingan dengan A320 Neo, jenis pesawat yang sama yakni Boeing 727 hanya mendapat 77 pesanan. Sedangkan pesawat ultra-modern 787 Dreamliner dan pesawat jet jumbo 747 tidak berhasil mengangkat nilai penjualan. Boeing mendapat 142 pemesanan bernilai lebih dari 15 miliar Euro.

Proses produksi Airbus kini juga dipercepat dengan adanya dua pabrik di Jerman, yaitu di Hamburg dan Bremen serta di Toulouse, Perancis. Begitu juga dengan produksi penyuplai onderdil di Jerman. Tak lama lagi 42 unit A320 bisa diproduksi setiap bulan, mungkin bahkan lebih menurut CEO Airbus Tom Enders.

Johannes Duchrow/afp/dpa/Carissa Paramita

Editor: Edith Koesoemawiria