1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kesehatan

Analis AS: Cina Setor Kandidat Vaksin COVID-19 Ke Korut

1 Desember 2020

Mengutip dua sumber intelijen Jepang yang tidak disebutkan namanya, seorang analis AS menyatakan Cina telah memberi vaksin virus corona eksperimental kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan keluarganya.

https://p.dw.com/p/3m37k
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Foto: Reuters/KCNA

Harry Kazianis, seorang pakar Korea Utara (Korut) di lembaga kajian Center for the National Interest di Washington, mengatakan Kim Jong Un dan beberapa pejabat senior Korut telah divaksinasi. Namun tidak diketahui jelasperusahaan mana yang telah memasok kandidat vaksin kepada Kim.

"Kim Jong Un dan beberapa pejabat tinggi lainnya telah divaksinasi dalam dua hingga tiga minggu terakhir dengan kandidat vaksin yang disediakan oleh pemerintah Cina," tulis Kazianis dalam sebuah artikel untuk outlet online 19FortyFive.

Mengutip ilmuwan medis AS Peter J.Hotez, dia mengatakan setidaknya tiga perusahaan Cina sedang mengembangkan vaksin virus corona, termasuk Sinovac Biotech Ltd, CanSinoBio, dan Sinophram Group.

Sinophram mengatakan kandidatnya telah digunakan oleh hampir satu juta orang di Cina, meskipun tidak ada perusahaan yang diketahui secara terbuka meluncurkan uji klinis fase tiga dari vaksin COVID-19 eksperimental mereka.

Beberapa ahli ragu Kim gunakan vaksin eksperimental

"Bahkan jika vaksin Cina telah disetujui, tidak ada obat yang sempurna dan dia (Kim) tidak akan mengambil risiko itu ketika memiliki fasilitas tempat karantina yang lengkap," kata Choi Jung-hun, seorang ahli penyakit menular yang membelot dari Korea Utara ke Selatan pada tahun 2012.

Mark Barry, seorang analis Asia Timur dan editor asosiasi dari Jurnal Internasional tentang Perdamaian Dunia, mengatakan Kim akan lebih memilih vaksin Eropa yang sudah terbukti kemanjurannya daripada yang dibuat oleh Beijing.

“Risikonya terlalu besar. Tapi dia senang mendapatkan alat pelindung diri Cina," kata Barry di Twitter.

Pada bulan lalu, Microsoft mengatakan bahwa dua kelompok peretas asal Korut telah mencoba masuk ke jaringan pengembang vaksin di banyak negara, tanpa merinci perusahaan mana yang menjadi target. Seorang sumber mengatakan kepada Reuters, salah satu perusahaan pengembang vaksin yang coba diretas adalah AstraZeneca.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah menggagalkan upaya Korea Utara untuk meretas pembuat vaksin COVID-19 di negaranya.

ha/hp (Reuters)