1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

ASEAN Beri Peringatan ke Cina

12 Mei 2014

Para pemimpin ASEAN nyatakan "kekhawatiran serius" karena pertikaian teritorial di Laut Cina Selatan, sehingga membentuk fron persatuan terhadap Cina yang makin mendesak.

https://p.dw.com/p/1ByAa
Presiden Myanmar Thein Sein
Foto: Getty Images

Vietnam dan Filipina dengan sukses mendorong ASEAN agar memberikan peringatan terhadap Cina akibat aksi negara itu di perairan Laut Cina Selatan yang jadi jalur pelayaran kapal yang ramai dan dianggap mengandung simpanan energi besar.

ASEAN yang beranggotakan 10 negara mengeluarkan pernyataan bersama Senin (12/05/14) dan menyerukan jalan keluar damai bagi pertikaian di laut, yang menyulut bulan ini, setelah Cina memindahkan anjungan penambangan ke daerah laut yang jadi wilayah Vietnam.

"Kami menyatakan kekhawatiran serius akibat perkembangan yang terjadi di Laut Cina Selatan." Demikian pernyataan yang dikeluarkan dari konferensi tingkat tinggi di Myanmar, Minggu (11/05/14), yang dengan jelas menunjuk pada pemerintah di Beijing.

ASEAN juga menyerukan semua pihak yang terkait untuk "menahan diri, dan tidak melancarkan ancaman serta kekerasan, dan menyelesaikan pertikaian lewat jalan damai, sesuai prinsip hukum internasional yang diakui secara umum".

ASEAN bersikap tegas

Pengamat menilai, pernyataan itu menandai perubahan sikap ASEAN, yang sebagian anggotanya, misalnya Myanmar, memiliki hubungan ekonomi dan politik erat dengan Cina. Di waktu lalu beberapa negara anggota ASEAN juga tampak menghindari konfrontasi dengan Cina.

Tahun 2012, sekutu Cina, Kamboja ketika menjadi ketua ASEAN menyebabkan semua pihak terkejut, karena menolak untuk meminta penjelasan Beijing mengenai tindak-tanduknya di Laut Cina Selatan.

Langkah yang diambil ASEAN sekarang jelas jauh berbeda dengan dulu ketika Kamboja jadi pemimpin. Demikian dikatakan pakar Asia Tenggara, Carl Thayer.

Pernyataan itu diberikan lewat cara yang tidak menyinggung Cina, tetapi dengannya para pemimpin ASEAN memberi pernyataan jelas, bahwa kekhawatiran mereka sama. Demikian ditambahkan Thayer, yang jadi profesor di University of New South Wales, Australia.

Sejauh ini tidak ada reaksi langsung dari Beijing. Di bawah pimpinan Brunei tahun lalu, Cina menghindari kecaman dari ASEAN pada sebuah KTT di Brunei dengan menyerukan perdamaian di kawasan tersebut.

ml/vlz (afp, ap, rtr)