Atasi Kerusakan Paya di Kolumbia, Cegah Dampak Buruk bagi Satwa dan Manusia

Live
06:59 menit
Cienaga atau paya merupakan nadi ekosistem Amerika Selatan, termasuk Kolombia. Akibat aktivitas pertanian, penebangan hutan dan perubahan iklim, hampir semua Cienaga yang ada saat ini mengalami kerusakan. Ini berdampak pada beragam jenis satwa, juga kesejahteraan penduduk lokal.

 

Bukan hanya Cienaga atau paya, lautan bumi semakin kehilangan ikan. Fakta ini tidak bersedia diterima Ecocean. Perusahaan itu menciptakan Biohut, yang jadi tempat perawatan bayi ikan.

 

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Repopulasi lautan

Di pinggir La Ciotat, sebuah pelabuhan Perancis di tepi Laut Tengah, penyelam menyibak jaring putih berukuran besar dari dasar laut. Di bawahnya, mereka membuka kandang kecil, dan melepas ratusan bayi ikan ke lautan terbuka.

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Berkembangbiak di dalam sangkar

Sangkar yang terdapat di bawah jaring disebut Biohut atau pondok hidup. Biohut dibuat dari kawat yang saling berkaitan, dan ibaratnya pelabuhan aman bagi ikan-ikan kecil. Biohut menyediakan tempat perlindungan dari musuh-musuh yang ingin memangsa ikan kecil.

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Tempat "perawatan bayi"

Ikan-ikan kecil yang mencari pelindungan di sini antara lain kerapu muda, dan berbagai jenis ikan dari famili Epinephelinae.

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Konsep sederhana

Konsep Biohut dikembangkan sebuah perusahaan Perancis bernama Ecocean. Tempat serupa sangkar ditempatkan di kawasan yang tingkat populasi ikan kecilnya tinggi, misalnya daerah pelabuhan, dan tujuannya untuk mendorong ikan berkembangbiak.

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Digunakan di seluruh dunia

Ecocean beroperasi di sejumlah pelabuhan di Perancis, tetapi juga di Baltimore (AS), Belanda, Denmark, Korea Selatan dan Yordania.

Biohut — Pelabuhan Aman bagi Ikan Yang Masih Kecil

Masa depan

"Konservasi alam sudah tidak cukup lagi. Sekarang penting untuk 'memperbaiki' eco sistem dan mengadakan 'repopulasi' lautan," kata Gilles Lecaillon, pendiri dan manager Ecocean, yang punya tujuan tinggi untuk "merebut kembali" lautan. Penulis: Klaus Esterluss (ml/ap)

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan surat edaran Nomor 72/MEN-KP/II/2016 tentang larangan penggunaan cantrang untuk mengambil sumber daya laut di perairan Indonesia. 

 

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Apa itu cantrang?

Pukat atau trawl yang di Indonesia dikenal sebagai cantrang, merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dan pemberat.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Penangkapan berlebih

Jutaan kehidupan laut ikut terjaring pukat setiap tahunnya. Pukat yang begitu mudah untuk mengambil banyak tangkapan di laut telah dilakukan begitu intensif sehingga menghabiskan banyak jenis ikan di seluruh belahan dunia. Penangkapan harus dikelola dengan ketat atau dalam beberapa tahun ke depan berbagai varietas ikan akan menjadi sedikit bahkan punah.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Pukat menangkap semua hewan laut

Terlepas dari variasi metode yang berbeda, satu hal yang dimiliki semua pukat adalah bahwa pada dasarnya mereka memiliki sebuah lubang besar di laut, jadi mereka menangkap banyak hal yang tidak mereka coba tangkap. Ikan yang tidak dikonsumsi, mamalia laut, bahkan burung laut. Jala kecil juga menangkap ikan kecil. Banyak bayi dari spesies ikan besar, dan tidak memiliki pasar tertangkap lalu mati.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Destabilisasi dasar laut

Saat jaring diseret dan diberi pemberat alat tersebut menyapu bersih sepanjang dasar laut. Sebagian besar dasar laut yang dalam memiliki kondisi yang sangat stabil. Arus stabil, suhu stabil (dingin, benda tumbuh perlahan). Tidak banyak yang mengganggu ketenangan kecuali pukat-pukat nelayan.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Kerusakan terumbu karang

Banyak spesies karang memiliki spesialisasi untuk tumbuh dalam air yang dalam dan dingin. Mereka memiliki proses tumbuh selama berabad-abad. Terumbu karang ini memiliki usia tumbuh yang paling tua di Bumi. Di sinilah ikan hidup dan bersembunyi, itu habitat mereka. Ada juga jenis karang yang lembut. Bisa dibayangkan saat karang-karang tersebut disapu oleh pukat yang berat.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Menghancurkan binatang bertubuh kecil dan lembut

Pukat menghancurkan anemon, spons, pennatula, bulu babi, dan binatang kecil dan rapuh lainnya. Dasar laut menyimpan makhluk hidup yang lembut dan rapuh. Dengan jaring pukat yang menyapu dengan pemberat tentu menghancurkan kehidupan mereka.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Menghancurkan kehidupan di dasar laut

Milyaran hewan bercangkang dan bertubuh lunak seperti cacing, amphipod, kerang, lobster, dan lainnya tinggal di dasar laut di lubang mereka yang sepi. Fauna ini juga merupakan makanan untuk ikan dan kepiting. Bila ikan kekurangan persediaan makan maka ia akan punah dengan sendirinya.

Bahaya Penggunaan Cantrang bagi Ekosistem Laut

Keadilan untuk semua

Dunia tidak dibuat hanya untuk kita yang hidup saat ini. Akan ada banyak orang di masa depan yang akan mendapatkan apa yang kita tinggalkan dan tidak bisa menikmati apa yang kita rusak. Melestarikan kehidupan laut adalah hal yang layak dan penting dilakukan untuk generasi mendatang. yp/ap (greenpeace)

Ikuti kami