Bambang Soesatyo Desak Perluasan Hukum LGBT

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menganggap pasangan sesama jenis telah melahirkan ekses "mengerikan" seperti pembunuhan, HIV/AIDS dan pedofilia.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo  meminta perluasan pasal dalam Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) untuk mengekang "tindakan homoseksual," yang akan membuat perbuatan seks sesama jenis dan seks diluar nikah menjadi hal yang ilegal.

Bambang Soesatyo menulis sebuah opini yang dimuat di Koran Sindo (06/02/2018) yang menyebutkan gaya hidup pasangan sesama jenis telah melahirkan ekses "mengerikan" seperti pembunuhan, HIV/AIDS dan pedofilia.

Ekses kriminalitas

"Jelas bahwa undang-undang yang berfokus pada pembatasan gaya hidup dari komunitas LGBT harusnya sudah lama terbit, "kata Bambang. Ia merujuk singkatan untuk lesbian, gay, biseksual dan transgender. Bambang kemudian mencantumkan beberapa kasus pembunuhan berantai, termasuk dua kasus pembunuhan massal, yang melibatkan homoseksual di Indonesia pada beberapa tahun terakhir.

Sosial

Membebaskan diri dari kekangan sosial

Sore hari Kezia sudah selesai merias wajah dan menata rambutnya. Sabtu adalah malam panjang buat waria seperti Kezia. Kezia sudah siap mengamen sebagai pekerjaan utamanya. Lahir sebagai Reza, Kezia memilih menjadi waria dan tinggal di Kampung Bandan, kawasan padat penduduk miskin meski ayahnya tergolong mampu dan sudah membelikan rumah untuk anak laki-lakinya di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sosial

Berjalan jauh dengan hak tinggi

Gaun, tas dan sepatu hak tinggi merupakan andalan Darno yang mengubah namanya menjadi Vera, dalam meraup rupiah. Dari jam 19 hingga 2 pagi, Vera menelan sirup obat batuk merek tertentu sebanyak 30 bungkus per hari agar kuat berjalan jauh, mengamen. Pilihan lain.,obat penenang atau pereda sakit yang dibeli dari apotek secara diam-diam. Pemakaian obat secara berlebihan bisa berakibat fatal.

Sosial

Ruang hidup di kamar sempit

Di kamar kontrakan berukuran 1,5 x 2,5 meter seharga 400 ribu rupiah sebulan ini, Ella dan Dede tinggal bersama. Pasangan ini sudah hidup bersama selama tujuh tahun. Dede bekerja menyewakan alat mengamen untuk para waria dengan ongkos lima puluh ribu rupiah seminggu.

Sosial

Komitmen pada kesetiaan

Ella bekerja mengamen tanpa kencan dengan pria lain karena ia sudah berkomitmen setia pada Dede. Sama seperti Vera, Ella mengaku memerlukan obat-obatan agar tidak letih berjalan kaki.

Sosial

Terbiasa hidup dengan obat anti letih

Kosmetik termasuk kebutuhan utama para waria. Alas bedak, bedak dan umumnya setiap waria bisa dandan sendiri. Namun ada kalanya para waria saling bantu merias wajah teman. Seperti yang lainnya, merekapun mengkonsumsi obat anti letih.

Sosial

Siap mencari nafkah

Butuh waktu minimal dua jam untuk merias wajah, mengubah raut muka pria menjadi perempuan. Selain rias wajah, rambut palsu atau wig menjadi pelengkap andalan para waria.

Sosial

Operasi payudara di Singapura

Christine operasi payudara di Singapura pada tahun 2015 silam. Butuh biaya 12 juta rupiah untuk menambah silikon padat seberat 100 cc. Christine mengaku bekerja sebagai PSK di Taman Lawang. Sama seperti Vera dan Ella, Christine mengaku mengonsumsi obat-obatan agar kuat berdiri dan tidak lekas lelah.

Sosial

Ketika mereka sakit...

Emak tinggal di kamar berdinding tripleks di lantai atas sebuah kamar kontrakan di Kampung Bandan. Sewa kamar sempit ini 250 ribu rupiah sebulan. Hari itu Emak sedang sakit di bagian kanan perut dan rongga dadanya sehingga ia tidak mengamen.

Sosial

Layanan kesehatan gratis belum diperoleh

“Saya baru mau periksa dokter nanti kalau pulang ke Cikarang,” tutur Emak sendu. Layanan kesehatan gratis bagi warga belum bisa diakses oleh kelompok marjinal ini.

Sosial

Aktif ikuti kegiatan rohani

Dian waria tertua di Kampung Bandan. Usianya sudah 67 tahun. Ia menjadi waria ketika berusia 19 tahun. Karena sudah tua, Dian cuma mengamen 2 kali seminggu. Waria kerap dinilai tak peduli soal keimanan. Namun Dian, yang baru memeluk agama Kristen, mengaku cukup relijius. Dian aktif mengikuti kegiatan rohani serta datang beribadah setiap Minggu di gereja. Saat beribadah ia memakai pakaian pria.

Sosial

Akan disulap menjadi stasiun

Terletak di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Kampung Bandan dikenal sebagai kampung waria. Saat ini ada sekitar 27 waria yang tinggal di sini, area padat penduduk di pinggir rel kereta api. Biaya sewa kamar bervariasi mulai dari 200 ribu hingga 400 ribu rupiah sebulan.

Sosial

Tantangan dari luar

Beberapa kalangan warga Kampung Bandan tidak menolak kehadiran para waria. Tantangan sebagai waria justru datang dari kelompok ormas keagamaan yang kerap menyerang waria jika bertemu di kendaraan umum atau di jalanan. Jika kampung ini berubah wajah menjadi stasiun modern, bagaimana nasib mereka nanti?(Monique Rijkers/ap/vlz)

Sejauh ini hukum Indonesia tidak mengkriminalisasikan homoseksualitas. Namun, belakangan ini komunitas LGBT berada dalam tekanan, menyusul kecaman dan menjadi target aksi pihak berwenang. Sejak tahun lalu, polisi telah menggerebek tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh pasangan sesama jenis dan menahan puluhan dari mereka, karena dicurigai melakukan prostitusi dan tindakan pornografi.

Tema

"Penetrasi kelompok LGBT ke dalam kehidupan remaja dan anak-anak telah terjadi dimungkinkan oleh jejaring sosial online," tambah Bambang. Ketua DPR RI itu juga mengatakan, bahwa populasi gay diperkirakan sekitar 3 persen dari populasi Indonesia, atau sekitar 7 juta orang, tanpa mengutip sumbernya.

Politisasi isu LGBT

Irwan Hidayana, Antropolog Universitas Indonesia, mengatakan LGBT merupakan isu yang kerap dipolitisasi. Tidak jarang kalangan politisi turut aktif bersuara terkait dengan isu LGBT setelah hal tersebut santer diberitakan media.

Sosial

Wajib milter semua pria di atas 21 tahun

Semua pria di Thailand yang telah berusia 21 tahun, diharuskan ikut wajib militer. Para transgender juga tak terkecuali. Thailand tak memperbolehkan warganya mengganti identitas jenis kelamin di kartu tanda penduduk, transgender yang tercatat lahir sebagai laki-laki tetap diwajibkan ikut wajib militer.

Sosial

Mereka yang disebut 'kathoey'

Data Univesitas Hong Kong yang dikutip PRI menulis 1 dari 165 pria di Thailand menjadi transgender. Beberapa tahun silam, militer Thailand menganggap transgender mengalami gangguan kejiwaan. Namun setelah proses hukum di pengadilan, kini militer anggap tubuh mereka tidak konsisten dengan jenis kelamin mereka saat lahir. Kaum transgender bisa meminta surat pembebasan wamil.

Sosial

Sertifikat bebas wamil

Pengecualian dari wajib militer ini hanya bisa diperoleh transgender yang sudah memiliki sertifikat pembebasan wajib militer yang diurus melalui proses hukum. Masalahnya tidak semua transgender memiliki surat pembebasan tersebut. Para aktivis hak asasi manusia terus berjuang agar transgender memperoleh pengakuan dari negara.

Sosial

Tetap wajib hadir

Meski punya sertifikat pembebasan dari wajib militer, kaum transgender tetap harus datang di hari penyaringan wajib militer dan menunjukan surat pembebasan itu. Barulah para petugas percaya dan mereka tak harus ikut dalam penyaringan wamil. Sementara yang tak punya surat itu, tetap harus ikut dalam proses penyaringan.

Sosial

Bersama-sama dengan pria

Penentuan wajib militer biasanya diadakan tiap bulan April. Karena banyaknya transgender di Thailand, sudah biasa terlihat para transgender yang tak punya surat pembebasan, berada di jejeran para pria yang antri dalam pemeriksaan kesehatan untuk ikut wajib militer. Sejumlah trangender mengaku sangat stres dengan kewajiban tersebut.

Sosial

Pemeriksaan kesehatan

Banyak kaum transgender yang panik dalam penyaringan itu, antara lain karena dalam pemeriksaan kesehatan, pakaian mereka harus dilucuti. Seorang dokter akan membawa mereka ke ruangan tertutup atau di balik dinding. Dokter akan melihat apakah kaum transgender itu mengalami banyak perubahan fisik atau tidak.

Sosial

Dipilih lewat lotre

Pendaftaran wajib militer di Thailand dilakukan dengan sistem undian. Di dalam guci tertutup mereka harus mengambil kartu. Ada dua jenis kartu di dalamnya. Kartu merah dan kartu hitam. Jika mendapat kartu merah, artinya mereka langsung langsung diproses untuk ikut wamil, sedangkan jika mendapat kartu hitam, mereka tak harus ikut wajib militer di tahun itu.

Sosial

Dua tahun jalani tugas militer

Setiap tahunnya jumlah pria yang ikut wajib militer di Thailand sekitar 100 ribu orang. Mereka menjalani wajib milter selama dua tahun. Setelahnya, warga bisa kembali menjalani kehidupan biasa. Seorang warga dalam foto ini histeris, ketika berhasil lolos tidak harus menjalani wamil tahun ini.

Sosial

Perjuangan mendapatkan pengakuan

Kanphitcha Sungsuk memegang foto masa kecilnya. Para pegiat HAM di Thailand terus berusaha agar transgender mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah. Jika perjuangan mereka berhasil, maka negara gajah putih itu akan mengikuti jejak India, yang 2014 telah memberi pengakuan pada jenis kelamin ketiga.

Sosial

Hentikan diskriminasi !

Ronnapoom Samakkeekarom pegiat HAM Transgender Alliance for Human Rights menyerukan semua pihak agar berhenti memperlakukan transgender sebagai bahan lelucon, termasuk saat mereka antri wamil. Menurutnya para trangender ini merasa tertekan karena kerap didiskriminasi, dilecehkan dan mengalami tindak kekerasan. Ed: ap/as(bbg sumber)

“Sebagian kalangan politik turut bergabung dalam gerak­an ini, baik dalam berbagai pernyataan publik dalam pidato, diskusi, pernyataan kepada media, maupun ke beberapa upaya legislasi,” kata Irwan kepada mediaindonesia.com.

Hak kaum LGBT

Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni menyebut bahwa hak kaum LGBT tetap bagian dari HAM. Ia membantah seluruh stigma dan label yang diberikan oleh para pihak yang kontra dengan perilaku LGBT.

"Banyak yang menyatakan bahwa kaum LGBT adalah perusak bangsa karena menjadi sumber HIV/AIDS. Tapi tahukah bahwa dari data Kementerian Kesehatan, pengidap HIV/AIDS terbesar 68% adalah ibu rumah tangga yang notabene adalah hetero. Jadi tidak ada alasan untuk melabeli stigma tersebut," katanya.

Budaya

Perjuangan anti diskriminasi

CSD di Köln adalah acara tahunan kaum LGBT yang terbesar di Eropa. Tahun ini, ada 85 kelompok yang ikut parade jalanan, ditonton ratusan ribu pengunjung. Penyelenggara dan peserta ingin menghilangkan diskriminasi dan stigma terhadap kaum LGBT.

Budaya

Setiap awal Juli di Köln

Parade CSD mulai digelar di Köln tahun 1991 dan sejak itu diarayakan setiap tahun dengan pawai menyusuri jalan-jalan utama di pusat kota. Acara ini didukung oleh pemerintah Jerman dan pemerintahan lokal.

Budaya

Kompensasi untuk korban Nazi

Pawai tahun ini juga mengenang para LGBT korban rejim Nazi Hitler. Ketika itu, orang LGBT dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi dan diharuskan memakai tanda pita hitam bagi perempuan dan pita merah muda bagi lelaki. Banyak yang kemudian dibunuh.

Budaya

Pawai, pesta dan Konser musik

Pesta CSD di Köln dimulai dengan pawai dan berakhir dengan pesta besar dan konser musik di tempat-tempat publik. Tahun ini diramaikan dengan band Inggris, Erasure.

Budaya

Bir melawan diskriminasi

Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, menengguk segelas bir khas Köln yang dinamakan "Kölsch". Pesan Maas dalam pidatonya: "Tidak ada lagi diskriminasi." Sebelum tahun 1994, homoseksualitas antara lelaki menurut UU Jerman dilarang. Parlemen Jerman tahun 1994 menghapus UU yang dikenal sebagai Paragraf 175 itu.

Budaya

Jerman ijinkan pernikahan sejenis

Tahun ini, perayaan LGBT makin meriah karena parlemen Jerman baru saja mengesahkan pernikahan sejenis, akhir Juni 2017. Komite panitia CSD 2017 menuntut pemerintah Jerman secepatnya mengeluarkan peraturan pemerintah untuk prosedur pernikahan sejenis, agar segera dapat dilaksanakan di kantor-kantor catatan sipil.

Budaya

Banjir sponsor dari kalangan bisnis

Banyak perusahaan yang sekarang ingin menjadi sponsor CSD Köln. Misalnya maskapai penerbangan Eurowings, dengan motto: "Bersama Kami Lebih Dekat ke Pelangsi". Hampir satu juta pengunjung CSD Köln bisa dicapai dengan promosi seperti ini. Untuk Eurowings bisnis yang menguntungkan.

Budaya

Berawal dari New York

Tradisi pawai CSD berawal dari New York. Paawai ini mengenang insiden Kerusuhan Stonewall tahun 1969, ketika aktivis LGBT berkumpul di Stonewall Inn, sebuah bar di Christopher Street. Mereka menggelar protes menentang diskriminasi masa itu terhadap kaum LGBT. Ketika polisi memaksa mereka bubar, terjadi bentrokan dan kerusuhan. (Teks: Friedel Taube/hp,rn)

yp/as (dpa, sindo, mediaindonesia)