Bantuan Asing Mengalir Untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi

Palang Merah Singapura dan Australia melayangkan imbauan donasi dan menerjunkan tim pakar ke Sulawesi. Sementara Uni Eropa menyiagakan layanan darurat pemetaan satelit Copernicus untuk membantu proses evakuasi korban

Bantuan internasional untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu,Sulawesi, mulai dikumpulkan setelah pemerintah Indonesia membuka keran bantuan bagi negara atau organisasi asing. Saat ini lebih dari 46.000 korban yang selamat membutuhkan makanan, obat-obatan, tenda dan perlengkapan medis.

Sejumlah lembaga internasional sudah mulai mengumpulkan sumbangan bagi korban di Sulawesi. Salah satunya adalah Palang Merah Australia (ARC). "Saat ini dibutuhkan bantuan kemanusiaan yang sangat tinggi," kata Peter Walton, Direktur Program Internasional ARC dalam surat himbauan yang dirilis di Australia.

"Semua warga Australia memahami, bahwa ini adalah waktu yang sulit buat banyak warga Indonesia menyusul serangkaian gempa bumi di Lombok Agustus silam. Kini warga Sulawesi didera bencana berganda, yakni gempa bumi dan tsunami," kata dia. "Kami mengimbau semua warga Australia untuk ikut membantu menyumbangkan dana kemanusiaan buat mereka yang kehilangan segalanya dalam bencana ini."

Indonesien Sulawesi Satelitten-Aufnahme Erdbeben, Tsunami

Peta kebencanaan kota Palu yang disediakan layanan darurat pemetaan satelit milik Uni Eropa, Copernicus.

ARC mengklaim telah mengirimkan tim pakar untuk membantu upaya penyelamatan yang dilakukan Palang Merah Indonesia. Selain itu satu tim lain juga disiagakan di Australia dan siap diterbangkan ke Indonesia jika diperlukan. Hal serupa dilakukan Palang Merah Singapura yang telah menyalurkan dana senilai 50.000 Dolar Singapura dan sebuah tim pakar ke Palu.

Adapun Palang Merah Cina saat ini sudah berkomitmen menyalurkan dana bantuan senilai 3 miliar Rupiah untuk korban di Sulawesi.

Baca Juga: Presiden Jerman Steinmeier dan Kanselir Merkel Sampaikan Belasungkawa Tsunami Palu

Bantuan sementara senilai 1,5 juta Euro atau sekitar 25 miliar Rupiah juga sudah dijanjikan oleh Uni Eropa buat korban Sulawesi. Selain itu UE juga menugaskan layanan darurat pemetaan satelit, Copernicus Emergency Management Service, untuk membantu Indonesia memantau kerusakan dan lokalisasi korban.

Peta satelit yang dibuat Copernicus menampilkan kondisi kota dan kawasan sekitar pasca bencana. Melalui layanan pencitraan langit yang mengandalkan tujuh satelit Sentinel ini, regu penyelamat bisa dengan cepat menganalisa kerusakan di dalam kota dan di kawasan yang belum terjangkau.

Uni Eropa juga berjanji siap memberikan "bantuan penuh" jika diperlukan dalam menangani situasi pasca-bencana.

Sementara itu kantor berita Cina, Xinhua, melaporkan Wakil Perdana Menteri Selandia Baru dan Menteri Luar Negeri Winston Peters, akan pula menawarkan bantuan kepada Indonesia pada saat kunjungannya ke Jakarta pekan ini. Keduanya sedang berada di Thailand dan akan bertolak ke Indonesia pada 4 Oktober mendatang.

"Gempa bumi dan tsunami pastinya menjadi pusat perhatian pemerintah Indonesia saat ini," kata Peters.

Tema

Aliran bantuan asing dibuka setelah Presiden Joko Widodo menugaskan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong, untuk mengorganisir bantuan. Untuk itu Thomas menyediakan email dan akun Twitternya bagi pihak yang ingin menawarkan bantuan. Sementara Kemenlu dan BNPB ikut dilibatkan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar.

rzn/yf (rtr,ap,xinhua,arc,src)

Iptek

Motif Kartu Pos dari Antariksa

Inilah "salam" perdana berupa snapshot Côte d'Azur yang diambil satelit Sentinel-2A dari ketinggian orbiter 700 km di atas Bumi. Di bagian atas adalah kota Menton dan di sebelah kiri bandar udara Nice.

Iptek

Italia Ditabur Cahaya Matahari

"Italy’s typical sunny weather" begitu judul foto yang dipublikasikan badan antariksa Eropa-ESA. Rekaman Foto daerah aliran sungai Po atau Pianura Padana ini menunjukkan kawasan sepanjang 400 km selebar antara 70 hingga 20 km dari pegunungan Alpina di utara hingga pesisir laut Adria di selatan.

Iptek

Foto Close-Up Inframerah

Ini citra close-up Pianura Padana, di mana sungai Po melintasi kota Tessin di Swiss dibuat dengan kamera inframerah pada satelit Sentinel. Foto semacam ini terutama memasok data bagi sektor pertanian dan kehutanan serta informasi adanya pencemaran lingkungan.

Iptek

Foto Milan dari Ruang Angkasa

Foto dengan kualitas bagus yang pertama dikirim Sentinel adalah citra kota Milan yang merupakan kota terbesar kedua di Italia. Foto dikirim tiga hari setelah peluncuran satelit pemantau Bumi itu. Ketika itu Eropa disaput awan dan hanya Italia yang bercuaca cerah.

Iptek

Birunya Laut Tengah

Kamera pada satelit Sentinel amat tajam dan memiliki resolusi tinggi. Foto sebuah perahu yang melayari kawasan Laut Tengah dari pelabuhan Civitavecchia di Italia menuju Barcelona, Spanyol yang diambil dari ketinggian 700 km terlihat masih cukup jelas dan kontras.

Iptek

Melihat yang Tidak Kasat Mata

Kamera pada satelit juga bisa melihat Spektrum warna yang tidak kasat mata. Inilah citra lembah Po di sekitar kota Milan yang menunjukkan gambaran jalur jalan bebas hambatan dan sungai Serio yang membelah kota hijau tersebut.