Belajar Hidup di Jerman

Belajar Hidup di Jerman

Kuliah dua jurusan

Anggy Pradita kuliah jurusan bahasa Jerman dan Inggris, di Universitas Westfälische Willhem Münster, Jerman. Di universitas yang sama dia pun mengambil jurusan pendidikan. Selama menempuh studi, ia membiayai sendiri biaya kuliah dan hidupnya.

Belajar Hidup di Jerman

Awalnya menjadi pengasuh anak

Awalnya, tahun 2010 Anggy datang ke Jerman, sebagai ‘au pair‘ atau pengasuh anak dengan pertukaran budaya. Lalu, ia mengikuti kelas persamaan SMA di Jerman dan mulai kuliah sambil bekerja.

Belajar Hidup di Jerman

Bertahan hidup dengan bekerja

Kini di samping kuliah, sehari-hari Anggy bekerja membersihkan rumah orang-orang yang sibuk dan membutuhkan bantuannya, selain itu ia juga bekerja di sebuah kafetaria milik orang Jerman.

Belajar Hidup di Jerman

Beraktivitas dan bercengrama

Di tengah kesibukannya kuliah dan bekerja, Anggy juga aktif dalam kegiatan—kegiatan mahasiswa di Jerman, terutama kegiatan kebudayaan. Bercengkarama dengan dengan kawan-kawan menjadi pelepas segala lelah.

Belajar Hidup di Jerman

Mandiri

Bagi Anggy: kuliah, bekerja dan bersosialisasi di Jerman merupakan proses belajar dalam kehidupan. Kemandirian dan bagaimana beinteraksi dengan orang lain menjadi tantangan untuk dapat hidup lebih maju.

Belajar Hidup di Jerman

Beribadah

Meski sibuk, aktivitasnya sedikitpun tak berkurang pada bulan puasa. Menjalankan puasa sekitar 18 jam sehari di musim panas, ia tetap studi, bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Namun kemenangan melawan hawa nafsu sekaligus memperkenalkan agama dan budayanya menjadi kegembiraan tersendiri baginya. Menjalankan ibadah menjadi keseimbangan dalam kesehariannya.

Belajar Hidup di Jerman

Godaan di tanah air lebih berat

“Di kafe, kadang-kadang di tengah kerongkongan haus, saya tetap melayani pelanggan yang ingin es,“ kata Anggy. “Lebih berat di Jakarta loh..puasanya..soalnya godaannya tukang bakso yang lewat. Di sini kan tak ada abang bakso,“ ujarnya tertawa.

Belajar Hidup di Jerman

Memasak menu berbuka bagi sesama

Anggy juga banyak berdiskusi tentang agama dengan pemilik kafe dan rekan kerjanya di mana ia bekerja . Kepada mereka ia menjelaskan mengenai Islam, berpuasa atau beribadah. Yang mengharukan, tiap buka puasa, atasannya atau sang pemilik kafe yang orang Jerman selalu menyiapkan sendiri makanan khusus yang dimasaknya khusus buat Anggy berbuka.

Belajar Hidup di Jerman

Membangun hubungan kebersamaan

“Ia bahkan berbelanja khusus ke toko Turki atau toko halal untuk membeli bahan makanan yang khusus dimasaknya untuk saya,“ papar Anggy. Persahabatan antar agama, antar etnis, antar budaya, ynag didasari pemahaman satu sama lain membuahkan rasa kemanusiaan dan rasa kasih sayang. Anggy bahkan memanggil „mutti“ atau ibu pada pemilik kafe ini.

Belajar Hidup di Jerman

Bertukar budaya, membangun toleransi

Belajar hidup, itulah intinya bagi Anggy dalam menjalani kehidupannya di Jerman. Pelajaran hidup, bukan hanya ditelannya dari bangku kuliah, namun juga dari tempat kerja, pengalaman berinteraksi dengan orang berbeda latar belakang, membangun toleransi dan bertukar budaya. “Ini akan jadi bekal hidup saya ketika lulus kuliah tahun 2018 nanti,“ tandasnya penuh semangat.

Awalnya Anggy datang ke Jerman sebagai 'au pair'. Kini ia biayai kuliahnya sendiri sambil bekerja. Pelajaran hidup didapatnya bukan hanya dari kuliah, namun dari kerja keras dan interaksi multikultur.

Ikuti kami