1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Bentrokan di Buton Tewaskan Seorang Warga

6 Juni 2019

Pertikaian antara warga di Buton, Sulawesi Tenggara, menewaskan seorang penduduk dan memaksa 700 warga mengungsi. Polisi mengklaim kisruh dipicu oleh pawai motor di malam takbiran yang dijawab dengan tembakan panah.

https://p.dw.com/p/3Jx0b
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaranFoto: NIKOLAY DOYCHINOV/AFP/Getty Images

Bentrokan antara pemuda Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mengakibatkan seorang tewas dan dua lainnya luka-luka. Selain itu sebanyak 87 rumah, empat unit sepeda motor dan sebuah mobil terbakar dan sekitar 700 warga terpaksa mengungsi, menurut laporan Detikcom.

Kapolda Sulawesi Tenggara, Irianto, mengklaim pertikaian warga dipicu oleh kesalahpahaman di malam takbiran, "yang diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor. Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan," kata dia seperti dilansir Kompas.

Aksi takbiran keliling oleh penduduk desa Sampuabalo melibatkan konvoi sekitar 40 orang yang mengendarai 20 sepeda motor. Akibat kebisingan aksi tersebut dikritik warga desa Gunung Jaya. Namun kisruh baru meletus keesokan harinya saat seorang warga Gunung Jaya memanah seorang pemuda Sampuabalo seusai ibadah Idul Fitri.

Menyusul serangan tersebut, para pemuda itu mulai membakar rumah penduduk sebagai aksi balas dendam. Menurut kepolisian, warga menggunakan bom molotov ketika melakukan penyerangan. Menyusul bentrokan pemerintah mengirimkan satuan Brigade Mobil dan TNI untuk menenangkan masyarakat dan memadamkan api. Upaya pemadaman dikabarkan berlangsung hingga jam 2 pagi, Kamis (6/6).

Kepada Detikcom, Polda Sultra mengakui korban luka yang berasal dari Desa Sampuabalo mengalami sabetan golok di tangan dan luka panah di dada kiri. Sejauh ini belum jelas penyebab kematian seorang korban yang meninggal dunia. Polisi mengaku masih memburu pelaku yang hingga kini masih buron.

Akibat kerusuhan tersebut sebanyak 700 warga Desa Gunung Jaya diungsikan ke Desa Laburunci dan Desa Kombeli. Mereka kehilangan rumah lantaran dibakar penduduk. Meski situasi yang mulai kondunsif, para pengungsi diyakini masih akan bertahan dan belum akan pulang ke kediaman masing-masing.

rzn/hp (detik, kompas, tribunnews)