Bom Di Kabul Renggut Nyawa Lebih dari 90 Orang

Sedikitnya 95 orang terbunuh dan sekitar 160 orang lainnya luka-luka akibat serangan bom di ibukota Afghanistan, Kabul.

Pejabat setempat di Afghanistan menyebutkan 95 orang terenggut nyawanya akibat ledakan bom di Kabul hari Sabtu (27/01).

Serangan tersebut terjadi di dekat bekas gedung kementerian dalam negeri di sebuah daerah yang dikenal sebagai tempat perkantoran markas besar Uni Eropa di Afghanistan dan kantor-kantor misi diplomatik lainnya. Hal ini menunjukkan bagaimana kelompok militan dapat mencapai daerah yang aman di ibukota tersebut.

'Pembantaian'

Seorang pembom bunuh diri memadati sebuah  ambulans dengan bahan peledak dan meledakkannya  begitu  sampai di sebuah pos pemeriksaan polisi. Pekerja bantuan menggambarkan serangan tersebut sebagai "pembantaian."

Taliban mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan sebuah konvoi polisi di daerah itu.

Pekan lalu, kelompok militan tersebut mengepung Hotel Intercontinental dan menewaskan 20 orang, termasuk 14 warga asing.

Juru bicara Deputi Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi mengatakan kepada kantor berita AFP: "Pembom bunuh diri tersebut menggunakan ambulans untuk melewati pos pemeriksaan. Dia melewati titik pemeriksaan pertama yang mengatakan bahwa dia membawa pasien ke rumah sakit Jamuriate dan di pos pemeriksaan kedua dia dicurigai. Lalu terduga pelaku meledakkan mobilnya yang berisi bahan peledak."

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

10. Korea Utara (skor GPI: 2.977)

Setelah merdeka dari Jepang, Korea terbagi dua. Korea Utara dipimpin keluarga Kim. Merekalah pemimpin struktur pemerintahan. Militerisasi besar-besaran menjadikan ekonomi negara lemah. Warga tidak punya properti, sehingga menyulut korupsi. Warga tidak punya hak bicara. Pemerintah bisa tangkap dan tahan orang tanpa alasan. Eksekusi dan kelaparan jadi penyebab peringkat rendah negara dalam GPI.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

9. Pakistan (skor GPI: 3.049)

Sejak kemerdekaan tahun 1947, Pakistan sudah berperang tiga kali dengan India. Ini melemahkan ekonominya. Situasi politik yang tidak stabil dan kekuasaan militer membuat situasi tambah buruk. Pakistan kerap digunakan teroris sebagai basis.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

8. Republik Demokrasi Kongo (skor GPI: 3.085)

Setelah digulingkannya rezim otoriter di negara itu, tepatnya sejak 1997 negara selalu dilanda perang saudara. Lebih dari 5,5 juta orang tewas akibat perang atau situasi yang diakibatkan perang. Pengungsian besar-besaran sebabkan penyebaran penyakit berbahaya seperti malaria. Di samping itu kurang gizi menyebar luas.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

7. Sudan (skor GPI: 3.295)

Sudan terpuruk karena kekerasan antar etnis yang tak kunjung henti. Dua perang saudara dan konflik antar suku memecah-belah negara, yang akhirnya menyebabkan pemisahan diri bagian selatan Sudan menjadi negara Sudan Selatan. Tingginya kemiskinan dan praktek perbudakan memperburuk kondisi negara. Foto: serangan terhadap Kedutaan Besar Jerman di Khartum, 2012.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

6. Somalia (skor GPI: 3.307)

Somalia tidak punya pemerintahan definitif, dan jadi tempat ideal bagi tumbuhnya kelompok radikal. Somalia dilanda perang saudara sejak 1991. Perang menyebabkan negara dilanda kemiskinan dan intervensi internasional memicu situasi tambah buruk. Foto: seorang tentara berpatroli di pantai Lido setelah serangan terhadap restoran Beach View Cafe, di Mogadishu, 22 Jan 2016.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

5. Republik Afrika Tengah (skor GPI: 3.332)

Negara ini merdeka dari Perancis 1960, setelahnya dikuasai rezim militer. Pemilu pertama diadakan 1993, tapi gagal menciptakan stabililitas. Pemerintah, kelompok Kristen dan Islam adu kuat memperebutkan kekuasaan. Foto: seorang tentara PBB berpatroli dekat mesjid Koudoukou di Bangui sebelum kedatangan Paus Fransiskus, 30 November 2015.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

4. Sudan Selatan (skor GPI. 3.383)

Negara terbentuk 2011 setelah memisahkan diri dari Sudan. Sejak itu negara baru ini terus dilanda perang saudara dan perang antar suku yang berebut kekuasaan. Konflik sebabkan tewasnya ratusan ribu orang, mungkin jutaan. Selain kekerasan etnis, kondisi kesehatan sangat buruk. Foto: seorang pengungsi Sudan Selatan membawa harta miliknya di Joda, setelah lari dari daerah perang Januaryi2014.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

3. Afghanistan (skor GPI: 3.427)

Negara ini selama beberapa dekade diduduki kekuatan asing . Setelah serangan teror 11 September di New York, AS menggulingkan kekuasaan Taliban di negara itu. Sejak 2001 tentara AS bercokol di negara itu. Akibat perang yang tak kunjung henti, infrastruktur negara rusak berat. Foto: polisi Afghanistan menjaga lokasi tempat terjadinya serangan bom di Kabul, 19 Mei 2015.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

2. Irak (skor GPI: 3.444)

Setelah penggulingan Saddam Hussein 2003, Irak tidak pernah tenang. Sekarang Irak harus hadapi kelompok teroris ISIS (Islamic State) yang memperluas kekuasaan di wilayahnya dan di Suriah. ISIS sekarang berhasil bercokol di Mosul, Tikrit, Falluja dan menguasai sejumlah ladang minyak. Foto: aparat keamanan Irak memeriksa lokasi terjadinya ledakan bom mobil di New Baghdad 11 Januari 2016.

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

1. Suriah (skor GPI: 3.645)

Suriah jadi negara paling tidak aman sedunia. Perang saudara berkecamuk antara kelompok pemberontak lawan rezim Bashar al Assad. Untuk atasi konflik, pemerintah gunakan cara brutal dan senjata kimia. Situasi politik ini disalahgunakan, antara lain oleh ISIS. Ratusan ribu orang tewas sejauh ini. Foto: warga beri pertolongan setelah serangan bom oleh tentara pemerintah di Aleppo, 20 November 2015.

Baca juga:

Presiden Trump Kirim Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Penyelidikan dibuka

Hassina Safi dari High Peace Council, yang dituduh melakukan negosiasi dengan Taliban, mengatakan kepada AFP: "Insiden ini menargetkan pos pemeriksaan kami. Ledakan itu sangat besar - semua jendela kami rusak ... Sejauh ini kami tidak memiliki laporan jika ada anggota kami terluka atau terbunuh. "

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa delegasi  untuk Afghanistan di kawasan tersebut berada di "ruang aman" , dengan menambahkan bahwa mereka tidak menderita kerugian apapun.

Mengapa Taliban menargetkan pasukan keamanan: Taliban melancarkan pemberontakan setelah invasi yang dipimpin Amerika Serikat  ke Afghanistan pada tahun 2001. Mereka berusaha untuk mengusir pasukan internasional dan menggulingkan pemerintah yang didukung Barat.

Apa yang terjadi selanjutnya: Pihak berwenang kemungkinan akan membuka penyelidikan terhadap serangan tersebut dan memperkuat keamanan di wilayah itu --yang menjadi lokasi beberapa kedutaan besar dan markas besar Uni Eropa di Kabul.

ap/vlz(dpa/rtr/afp/ap)

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

'Bangkit dari Debu'

Di dunia barat, pakaian tradisional Afghanistan kerap diasosiasikan dengan perang, juga citra pria radikal islam yang mengenakan turban dan jubah panjang. Tapi pakaian ini sebenarnya bagian kebudayaan kaya Afghanistan. Dalam pameran mode di Amsterdam, perancang busana Nawed Elias berupaya menepis pandangan buruk lewat pameran berjudul "Rise from the Ashes."

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Menengok Sejarah Panjang

Desainer busana campuran Afghanistan-Belanda itu menunjukkan karyanya di berbagai negara. Labelnya "Zazai" menunjukkan cintanya kepada negara asal dan akar budayanya.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Suara dan Gambaran Perang

Elias (paling depan) lahir di Afghanistan 1993. Ketika itu, perang saudara mematikan sudah berkecamuk di negaranya. Aktornya berbagai kelompok Mujahidin, yang berusaha mengambil alih kekuasaan atas ibukota Afghanistan Kabul, setelah Uni Sovyet menarik diri dari sana. Elias mengingat jelas suara dan gambar-gambar dari perang, dan ini membentuk karya-karyanya.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Warna-Warna Afghanistan

Dengan inspirasi dari berbagai daerah di Afghanistan, desain Zazai, yaitu warna dan polanya, menggambungkan modernitas dan tradisi. Mereka menampilkan ciri berbeda karen berpadu dengan kebudayaan Barat.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Di Balik Panggung

Sebelum para peraga busana naik panggung, Elias mengadakan pengecekan terperinci. Elias bekerja secara teliti bersama model dan mempersiapkan mereka secara individual, sehingga visinya bisa tampak sebaik mungkin.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Terbelenggu pada Kekerasan

Pagelaran busana karya Elias lebih dari sekedar para model yang berjalan di atas panggung. Misalnya, koreografi peragaan busana berjudul "Rise from the Ashes" dibuat juga sebagai gambaran sejarah Afghanistan, negara di mana perang dan serangan bom mengamuk. Foto: gambaran Afghanistan yang terbelenggu dalam kekerasan.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Secercah Harapan

Perancang mudah itu percaya, generasi muda adalah jaminan masa depan Afghanistan. "Ia ingin memberikan generasi muda perspektif alternatif," demikian dikatakannya kepada DW. "Generasi musah tidak boleh ikut pemimpin secara buta. Foto: seorang model menggendong anak kecil, yang jadi gambaran secercah harapan.

Tolak Teror - Ciptakan Wajah Baru Afghanistan

Pernyataan Politik

Elias sudah tinggal lama di luar negeri. Tapi ia tetap punya pandangan politik kuat tentang Afghanistan. Lewat karyanya ia mengkritik politik Afghanistan, para pemimpin yang berperang dan korupsi. "Tentu saja saya punya pernyataan politik, dan saya tidak malu untuk menunjukkannya lewat karya saya," katanya.

Ikuti kami