1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cina Kecam Sikap G7 Ihwal Laut Cina Selatan

12 April 2016

Kelompok negara industri maju G7 mengritik militerisasi Laut Cina Selatan yang digenjot pemerintah Cina. Beijing menilai kritik tersebut "tidak bertanggungjawab" dan mengecam Jepang karena telah "membajak" pertemuan G7

https://p.dw.com/p/1ITbB
China Soldaten auf Spratly-Insel
Angkatan laut Cina berpatroli di sekitar kepualauan Spratly, Laut Cina SelazanFoto: Reuters

Cina bersuara keras menanggapi pernyataan kelompok negara industri maju G7 perihal konflik teritorial di Laut Cina Selatan. "Kami sangat tidak puas dengan sikap yang diambil G7," tutur Jurubicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang di Beijing.

Sebelumnya pertemuan menteri luar negeri G7 yang difasilitasi Jepang menelurkan peryataan bersama yang berisikan "kekhawatiran terhadap perkembangan situasi di Laut Cina Timur dan Selatan, serta menekankan pentingnya manajemen konflik yang damai."

"Kami tegas menolak semua bentuk tindakan yang intimidatif, bersifat memaksa dan provokatif yang bisa meningkatkan ketegangan dan mengubah status quo," demikian bunyi pernyataan tersebut tanpa menyebut Cina secara eksplisit.

Karte Südchinesisches Meer Besitzanspruch China Englisch
Peta klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan

Namun Beijing mendesak G7 agar menepati janjinya "untuk tidak ikut campur, serta menghentikan tindakan dan pernyataan yang tidak bertanggungjawab," kata Lu Kang. Menurutnya G7 seharusnya "membuat kontribusi konstruktif demi stabilitas dan perdamaian di kawasan."

Dalam editorialnya kantor berita pemerintah Xinhua mengecam Jepang yang dinilai "membajak" pertemuan G7 untuk meyeret isu Laut Cina Timur dan meredam pengaruh Cina. "Jepang berusaha membuat jurang antara Cina dan negara lain di kawasan," tulis harian pelat merah tersebut.

Jepang dan Cina sejak lama bersitegang perihal kepulauan Senkaku atau Diaoyu dalam bahasa Tionghoa. Dalam pertemuan di Hiroshima itu G7 juga mendesak "semua negara untuk menghentikan reklamasi pulau, membangun pos pengawasan untuk kepentingan militer."

Militer Cina belakangan meningkatkan patroli di Laut Cina Selatan dan membangun berbagai infrastruktur pertahanan di pulau-pulau yang diperebutkan. Terakhir Cina diyakini mengerahkan armada nelayannya untuk memperkuat klaim teritorial.

Beijing yang merasa dibidik dalam pernyataan G7 malah menyarankan kelompok negara-negara industri untuk "mengurusi perekonomian global ketimbang terlibat dalam histeria seputar Laut Cina Selatan," tukas Lu Kang.

rzn/ap (afp,rtr)