Dampak Gempa Yang Mengguncang Jawa Timur dan Bali

Sosial

Pusat gempa di Situbondo

Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 km. Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Kerusakan terlihat di beberapa lokasi.

Sosial

Korban meninggal akibat tertimpa bangunan

Data sementara dampak gempa dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Gempa terjadi Kamis dini hari saat korban sedang tidur dan menyebabkan rumah roboh, sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.

Sosial

Beberapa rumah mengalami kerusakan

Gempa 6,4 SR yang kemudian telah dimutakhirkan menjadi 6,3 SR oleh BMKG terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Pasuruan, Batu, Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan Mojokerto.

Sosial

Pemantauan dampak gempa dilakukan

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya. (ap/yp/sumber: Biro Pers Setneg)

Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan gempa tidak berpotensi tsunami. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia dan bangunan rusak.