Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Freddie Mercury

Vokalis band Queen ini lahir dengan nama Farrokh Bulsara tahun 1946. Ia berasal dari keluarga Parsi India, dan tinggal di pulau Zanzibar. Akibat revolusi berdarah di pulau itu, keluarganya mengungsi ke London, di mana ia menyelesaikan sekolah kemudian bertemu dengan musisi lain.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Gloria Estefan

Ia disebut "Queen of Latin Pop." Sampai usia dua tahun ia tinggal di Havana, Kuba. Ketika terjadi revolusi komunis yang dipimpin Fidel Castro 1959, keluarganya lari ke Miami, AS. Ayahnya ikut dalam serangan Teluk Babi 1961 yang gagal. Di AS, Gloria Estefan sukses sebagai musisi. Lebih dari 100 juta album terjual, dan ia menang tujuh penghargaan Grammy.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Albert Einstein

Pemenang Nobel, Albert Einstein yang berasal dari keluarga Yahudi sedang mengunjungi AS 1933, ketika Jerman dikuasai NAZI. Penemu teori relativitas ini mengungkapkan.tentang eksilnya di AS, bahwa ia merasa termasuk kaum elit karena bisa tinggal di Princeton. "Tapi malu karena bisa hidup tenang di saat orang lain menderita."

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Siegmund Freud

Bapak psikoanalisa dan pengggas teori cara manusia berpikir, jadi pengungsi menjelang akhir hidupnya. Ketika NAZI mulai menguasai Jerman, mereka membakar buku-buku Freud. Tahun 1938 NAZI menguasai Austria, dan Freud beserta istrinya lari dari Wina ke London. Ia meninggal di ibukota Inggris itu setahun setelahnya.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Madeleine Albright

Menlu perempuan pertama AS (1997-2001) lahir 1937 di negara yang dulu bernama Cekoslowakia. Keluarganya lari dari rejim NAZI saat Perang Dunia II. Sempat kembali ke neghara asalnya tapi dipaksa pergi lagi, ketika komunis menguasai negara itu mulai 1948. Di AS ia aktif dalam politik sampai mencapai karir tinggi di negara itu.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Henry Kissinger

Ia pernah jadi profesor di Universitas Harvard dan menteri luar negeri AS ke-56, yang ikut membentuk politik negara itu. Kisinger lahir di negara bagian Bayern, Jerman. Tahun 1938 ia lari dari rejim NAZI yang menguasai Jerman. Walau sudah hidup lama di AS, Kissinger mengatakan beberapa tahun lalu, Jerman akan terus jadi bagian hidupnya.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Luol Deng

Ia lahir 1985 di tengah perang saudara Sudan. Keluarganya lari dari pertempuran ketika ia masih kecil. Pertama-tama ke Mesir, kemudian ke Inggris. Ia kemudian kuliah di AS. Setelah itu memulai karir sebagai pemain basket profesional, dan jadi bintang NBA. Ia pernah bermain untuk Chicago Bulls dan Miami Heat.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Iman

Kudeta1969 dan kekerasan berdarah yang terjadi setelahnya di Somalia memaksa keluarga Iman Mohamed Abdulmajid lari ke Kenya. Bertahun-tahun kemudian seorang fotografer melihat bakatnya. Itu jadi awal karir sebagai supermodel di AS. Di sana ia mendirikan perusahaan kosmetik, jadi bintang film, bekerja untuk proyek kemanusiaan dan menikah dengan David Bowie.

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Marlene Dietrich

Ia penyanyi dan bintang film Jerman yang terkenal dengan suara serak dan seksi. Ia sudah terkenal ketika tinggal di AS. 1939 ia jadi warga negara AS dan menolak NAZI. Sebagai pengungsi dan selebriti ia menyatakan menentang Hitler, dan bernyanyi bagi pasukan AS selama Perang Dunia II. Ketika itu film-filmnya dilarang di Jerman. Tapi ia mengatakan, "Saya lahir di Jerman dan terus jadi orang Jerman."

Dari Pengungsi Jadi Selebriti

Isabel Allende

Isabel yang jadi salah satu penulis paling terkenal saat ini, adalah anak saudara sepupu Presiden Chili Salvador Allende, yang dikudeta dan meninggal 1973. Ia lari ke Venezuela, setelah menerima ancaman pembunuhan, kemudian tinggal di AS. Buku-bukungnya yang jadi bestseller antara lain "The House of the Spirits", yang difilmkan 1993 dan "Paula". Penulis: Dagmar Breitenbach, CNN (ml/as)

Mereka lari dari negara asal. Ada yang sementara, ada yang selama-lamanya. Tapi dengan kerja keras dan perjuangan mereka sukses. Jadi ilmuwan, artis, politisi dan olahragawan.

Ikuti kami