Deforestasi Penyebab Banjir Bandang Telan Korban di Papua

Pengundulan hutan jadi penyebab banjir bandang menerjang Sentani, Papua, ungkap Walhi Papua kepada DW. Pemerintah lokal dianggap lalai sebab sudah ada peringatan dari otoritas bencana. 79 orang tewas akibat bencana ini.

79 jiwa meninggal dunia dan 43 orang belum ditemukan, demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkini terkait proses evakuasi yang dilakukan hingga Senin  (18/03) petang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.  Banjir bandang yang disertai longsor terjadi Minggu (17/03) menerjang sembilan kelurahan dan menyebabkan sekitar 4.728 jiwa mengungsi.

Wahana Lingkungan Hidup(Walhi) Papua mengindikasikan bahwa banjir bandang di Sentani bukan hanya disebabkan faktor alam melainkan disebabkan deforestasi atau pembalakan hutan di cagar alam Cycloop, Jayapura.

"Kayu gelondongan yang terbawa arus memperlihatkan kayu bukan dibawa karena longsoran. Pohon yang ditebang. Itu nampak sekali, sehingga dugaan kami ada terjadi pembalakan di atas," ungkap Direktur Walhi Papua Aiesh Rumbekwan. 

Ada korporasi terlibat pembalakan?

Sebelum bencana terjadi, BNPB mengaku telah memperingatkan pemerintah setempat terkait risiko banjir yang terjadi akibat aktivitas warga di sekitar pegunungan Cycloop, Jayapura.

"Kerusakan hutan di pegunungan telah meningkat karena digunakan sebagai kayu bakar dan untuk mengubah tanah menjadi perkebunan," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Mengungsi akibat banjir bandang

Anak sekolah di Sentani melewati reruntuhan dan lumpur akibat sapuan banjir bandang. Tercatat sedikitnya 350 rumah dan delapan rumah rusak akibat kejadian ini. Data korban yang terdampak adalah 11.725 KK di tiga distrik yakni Distrik Sentani, Waibu dan Sentani Barat.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Puluhan orang meninggal dunia

Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Sentani, Papua, telah menewaskan puluhan orang. Sekitar 40 orang juga dinyatakan hilang. Lebih dari 4.000 warga terpaksa mengungsi dan ditampung di tujuh lokasi.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Gotong royong menolong korban

Pencarian korban terus dilakukan di Sentani, yang dilanda banjir bandang Sabtu (16/03) malam. Jumlah korban mungkin akan bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung dan tidak semua daerah yang terkena bencana bisa dijangkau.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Pesawat pun rusak

Ratusan rumah, tiga jembatan dan pesawat yang parkir di bandara Sentani rusak oleh banjir. Kepala badan mitigasi bencana lokal, Martono mengatakan naiknya air banjir memaksa bandara Sentani tutup sementara hari Minggu setelah landasan pacu banjir.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Listrik padam, fasilitas medis rusak

“Banyak yang cidera," kata Haerul Lee, Kepala Kantor Kesehatan Jayapura, seraya menambahkan bahwa beberapa fasilitas medis dilanda pemadaman listrik. "Kami tidak bisa mengatasinya sendirian," katanya.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Helikopter bantuan

Orang-orang mengelilingi sebuah helikopter tim bantuan pasca terjangan banjir dan longsor di kabupaten Sentani, Papua.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Dampak kerusakan

Orang-orang berjalan melewati mobil yang rusak akibat terjangan banjir yang juga menghanyutkan lumpur. Ada 9 kelurahan yang terdampak bencana, dan tiga kecamatan di antaranya terdampak paling parah.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Masa darurat

Pemerintah provinsi Papua telah mendeklarasikan dua minggu masa darurat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Evakuasi

Ratusan penyelamat serta anggota polisi dan militer mengevakuasi penduduk ke tempat penampungan. Yang lain membawa jenazah dengan kantong hitam dan oranye. Ambulans dan kendaraan terlihat membawa korban di jalan berlumpur untuk diangkut ke beberapa klinik dan rumah sakit.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Mobil terperangkap

Sebuah mobil terperosok ke dalam lumpur yang terbawa air bandang. Kepala Kampung Adat Yoboi, Sefanya Wali, yang sudah tinggal di kampung seputar Danau Sentani selama tujuh generasi, mengatakan banjir terjadi setiap lima tahun sekali, namun banjir kali ini dianggap sebagai yang terparah.

Kumpulan Foto Bencana Banjir dan Longsor di Sentani, Papua

Penggundulan hutan

Otoritas bencana telah memperingatkan pemerintah setempat tentang risiko banjir karena terjadinya deforestasi di pegunungan di sekitarnya, kata Sutopo Purwo Nugroho lebih lanjut. Diungkapkannya, pada tahun 2018 pemerintah pusat telah mengirimkan bibit untuk penanaman pohon kembali. (AP, Reuters/Ed: ap/yp/ts)

Indikasi akan adanya kerusakan hutan dari BNPB kepada pemerintah setempat menurut Walhi seharusnya sudah menjadi peringatan penting, meski pemicu kerusakan adalah aktivitas warga sekitar.

"Ada pembalakan namun itu bukan korporasi secara luas, tapi aktivitas manusia yang kecil juga sangat berpengaruh sebenarnya," kata Aiesh Rumbekwan kepada DW Indonesia sambil menambahkan, " "Peringatan ini dikeluarkan dan hari ini menuai bencana,  itu artinya dugaan kami ada kelalaian dan fungsi kontrol di lapangan tidak berjalan."

Pemerintah Jayapura lalai

Bupati Jayapura Mathius Awaitaouw mengaku sudah berulang kali mengingatkan warga agar tidak mendirikan bangunan di pegunungan Cycoop karena daerah itu masuk wilayah cagar alam. Namun peringatan tersebut diakui tidak diindahkan.

"Sebenarnya sudah ada perda terkait perlindungan kawasan penyangga Cagar Alam Cycloop sejak tiga tahun lalu dan telah disosialisasi atau disampaikan di berbagai kesempatan, tapi tidak didengarkan," kata Mathius di Kota Jayapura seperti dilansir Antara, Senin (18/03).

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Lindungi paru-paru hijau

Wilayah hutan tropis di Amazon mencakup lebih 6,5 juta kilometer persegi atau dua kali luas India. Tiga-perempat kawasan itu terletak di Brasil. Namun kini, paru-paru hijau Bumi itu terancam oleh penebangan liar dan penambangan ilegal.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Tertangkap basah

Bekerjarsama dengan polisi militer, Brazilian Institute of Environment and Renewable Natural Resources (IBAMA) memburu penebang liar, mencoba untuk menangkap basah aksi mereka. Dalam foto ini, agen IBAMA membidik truk pengangkut kayu illegal.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Langsung ditindak

IBAMA serius dan tidak tanggung-tanggung dalam aksinya menumpas penebang liar. Siapa pun yang tertangkap tangan, bakal merasakan tangan besi dari pihak otoritas ini - seperti foto di atas: Di dekat kota Novo Progresso, negara bagian Pará. kayu illegal dlangsung dibakar di tempat bersama dengan truknya.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Pekerjaan berbahaya

Pekerjaan melindungi kelestarian hutan tropis di Brasil berisiko tinggi, karena banyak penebang kayu atau penambang emas liar membawa senjata api. Pada bulan Juni, perambah hutan menembak mati seorang polisi saat bertugas.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Keberhasilan makin sulit

Program menghalau penebang liar, dari IBAMA cukup sukses. Tapi keberhasilan kini terancam semakin merosot. Krisis ekonomi mempengaruhi kinerja badan lingkungan tersebut, karena pendanaan berkurang sepertiganya dalam beberapa tahun terakhir.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Miskin peralatan

Hilangnya dana memiliki konsekuensi: "Para penebang liar punya perlengkapan lebih banyak ketimbang kami," kata Uiratan Barroso, wakil IBAMA dari negara bagian Para. "Selama kita kekurangan uang, kita tidak bisa melakukan pekerjaan kami dengan baik."

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Penurunan nyata deforestasi

Dari tahun 2004 hingga 2012, laju deforestasi di kawasan Amazon menurun 80 persen. Tapi selama empat tahun terakhir, peningkatan sukses hanya mencapai 35 persen. Pada tahun 2015, kawasan hutan yang dibalak liar luasnya lebih 5.000 kilometer persegi atau empat kali lipat luas Los Angeles.

Memerangi Pembalakan Liar di Amazon

Dukungan dari Jerman dan Norwegia

Pemerintah Brasil mengakui bahwa perlengkapan IBAMA masih buruk untuk bisa melaksanakan tugasnya. Amazon Fund yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi untuk memerangi deforestasi, akan memberikan sekitar 15 juta Euro untuk membantu memperbaiki situasi. Dananya terutama berasal dari Jerman dan Norwegia. Penuils: Christoph Ricking (ibr/ap/vlz)

Bagi Walhi Papua peringatan yang dilakukan pemerintah setempat tidak cukup, seharusnya pasca adanya peringatan dari otoritas bencana, pejabat terkait di Jayapura segera mengintervensi dengan menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum. 

"Dugaan kami sebenarnya fungsi kontrol dan pengawasan di lapangan, dengan sekali memberi peringatan, mereka percaya masyarakat sudah keluar dan tidak melakukan pembalakan lagi. Ternyata dengan kondisi ini membuktikan bahwa penegakan hukum tidak dilakukan. Fungsi kontrol tidak dilakukan secara masif sehingga praktik ini tetap berjalan hingga akhirnya menimbulkan bencana," kata Aiesh Rumbekwan. 

Sejumlah pemerhati lingkungan seperti jurnalis senior harian Kompas Ninuk Pambudy dan pendiri LSM Yayasan Pusaka, Franky Samperante juga menyoroti tentang pengabaian terhadap fungsi lingkungan serta adanya permukiman tanpa izin di Jayapura.

BNPB mengungkap bahwa kerusakan di Pegunungan Cycloop sudah terjadi sejak tahun 2003. Disebutkan pada tahun itu, tercatat sekitar 43.030 orang atau 753 keluarga merambah cagar alam dengan membuka lahan permukiman dan pertanian lahan kering pada daerah aliran sungai Sentani.

Namun selain masyarakat, Walhi juga menilai bahwa instansi pemerintah di Papua maupun pemerintah pusat jangan sampai mengeluarkan izin konsesi kepada korporasi atas nama negara yang gilirannya dapat merugikan masyarakat.

Pasca-banjir, Presiden Joko Widodo pun memerintahkan untuk segera melakukan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani.

Baca juga: Perang Sunyi Pemerintah Jokowi Melawan Aktivitas Lingkungan

Jokowi Blusukan di Papua

Delapan Kali di Papua

Selama lima jam Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo menumpang pesawat kepresidenan ke Papua. Ini adalah kali ke-delapan presiden mengunjungi provinsi di ufuk timur Indonesia itu sejak dilantik Oktober 2014 silam.

Jokowi Blusukan di Papua

Sertifikat Tanda Kemakmuran

Dalam kunjungannya kali ini presiden mendapat agenda ketat. Setibanya di Jayapura, Jokowi dijadwalkan menyerahkan 3.331 sertifikat hak atas tanah kepada penduduk setempat. Ia berpesan agar penduduk menyimpan dokumen penting tersebut dengan aman. "Dimasukkan ke plastik, difotokopi, jadi kalau hilang ngurus-nya lebih gampang," ujar Presiden.

Jokowi Blusukan di Papua

Kepemilikan Permudah Pinjaman

Penyerahan sertifikat tanah dinilai penting sebagai pondasi kemakmuran. Kini penduduk bisa menggunakan sertifikat tersebut untuk menambah pinjaman usaha. "Tapi hati-hati untuk agunan ke bank tolong dihitung, dikalkulasi bisa mencicil, bisa mengembalikan ndak setiap bulan? Kalau ndak, jangan," ucap Presiden.

Jokowi Blusukan di Papua

Sertifikat Kurangi Konflik Tanah

Tahun 2017 silam pemerintah membagi-bagikan 70.000 sertifikat kepada penduduk Papua. Tahun ini Badan Pertanahan Nasional menargetkan penyerahan 20.000 sertifikat tanah tambahan.

Jokowi Blusukan di Papua

Rombongan Menteri di Jayapura

Selain presiden dan ibu negara, rombongan kenegaraan ini juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Seketaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Jokowi Blusukan di Papua

Blusukan Infrastruktur

Selain bertemu penduduk, rombongan presiden juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah proyek infrastruktur vital, antara lain Pasar Mama Mama yang khusus dibangun buat kaum perempuan dan jembatan Holtekamp di atas Teluk Youtefa.

Jokowi Blusukan di Papua

Jembatan Memangkas Jarak

Jembatan sepanjang 732 meter ini menghubungkan Jayapura dengan Muara Tami. Keberadaan jembatan di atas Teluk Youtefa memangkas waktu perjalanan dari yang semula 2.5 jam menjadi hanya satu jam saja.

ts/ap (Detik.com, Tirto.id)

Ikuti kami