1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Demonstrasi Massal Lumpuhkan Pakistan

Vidi Athena Legowo21 September 2012

Aksi demonstrasi besar-besaran lumpuhkan kota-kota besar di pakistan dan menelan sedikitnya dua korban jiwa. Presiden AS Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton tampil di tujuh televisi Pakistan, mengecam film tersebut

https://p.dw.com/p/16CDA
Foto: AFP/Getty Images

Aksi demonstrasi masal menentang film dan karikatur anti Muhammad di Pakistan sejak pagi hari telah melumpuhkan kegiatan perdagangan dan bisnis di hampir penjuru kota Islamabad. Angkutan umum kota juga ikut mogok seiring membanjirnya demonstran di jalan-jalan utama menuju kompleks kedutaan asing di ibukota.

Pemerintah Pakistan bahkan memblokir akses telepon seluler di kota-kota besar untuk mencegah kelompok fundamentalis memicu ledakan bom. Sebelumnya pemerintah mendeklarasikan hari Jumat sebagai hari libur nasional dan menyerukan penduduk untuk berdemonstrasi menentang penghinaan nabi Muhammad.

Sebanyak 5000 demonstran garis keras terlibat bentrokan dengan aparat keamanan yang menjaga pintu masuk menuju kompleks perwakilan asing. Mereka menuntut akses menuju kedutaan besar Amerika Serikat. Polisi berupaya menghalau massa dengan meriam air dan gas air mata. Demonstrasi yang memanas di Pakistan telah menelan korban jiwa sedikitnya dua orang.

Kaum Demonstran Bukan Sasaran

Presiden AS Barrack Obama dan Menlu Hillary Clinton sempat tampil di tujuh stasiun televisi Pakistan menyerukan pesan damai. Keduanya mengutuk film tersebut dan menegaskan, pemerintah AS tidak mendukung pembuatannya. Film amatir yang diproduksi oleh sekelompok kecil Kristen radikal di Amerika Serikat itu, menyulut protes di lebih 20 negara setelah potongannya diterbitkan di internet. Lebih dari 30 orang tewas akibat kerusuhan yang terkait film itu.

Di Islamabad, polisi menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke arah para demonstran yang berseru, siap mati untuk membela kehormatan Nabi. Zaman Khan, seorang polisi yang berjaga di kawasan diplomatik itu mengatakan, ia diperintahkan oleh atasannya untuk membubarkan khalayak. Karena itulah, ia mulai menembak ke arah pepohonan. "Kaum demonstran bukan sasarannya". Begitu ungkap Khan.

Ketika polisi mulai menembak, para demonstran melarikan diri. Tapi mereka segera kembali dan melempari polisi dengan batu. Jumlah korban belum dipastikan. Namun ada laporan bahwa lima orang petugas keamanan terluka, sedangkan enam orang demonstran mengalami luka ringan. Sementara menurut Dr. Razia Sultana di rumah sakit umum, jumlah korban luka mencapai 15 orang.

Dalih Kebebasan Ekspresi

Asif Mehmood, seorang mahasiswa, menuntut pada polisi yang berjaga agar diizinkan untuk protes di depan Kedutaan AS. Para demonstran ingin agar pastor Terry Jones, yang dikenal anti Islam dihukum. Jones sebelumnya pernah terlibat kasus pembakaran Quran dan diduga terkait dalam pembuatan film "Innocence of Muslims".

"Terry Jones dan sutradara film itu harus mendapat hukuman berat karena telah mempermainkan perasaan umnat Islam. Kami tidak akan mentoleransi penghinaan ini," tegas Mehmood. Seorang demonstran lain Rehan Ahmad, mengeluhkan seringnya Islam di cemooh di Negara Barat. Tudingnya,"penghinaan terhadap nabi kami dilakukan dengan dalih kebebasan ekspresi".

Sementara di propinsi Balichistan yang berbatasan dengan Afghanistan, sekitar 100 umat Kristen juga memprotes film itu. Pada poster-poster tertera, kami mendukung kaum Muslim yang menentang film menghina itu. Umat Kristen merupakan minoritas di Pakistan, yang 97 persen penduduknya beragama Islam.

ek/rzn//dpa/ap/rtr