1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Drama Pengadilan Bo Xilai

23 Agustus 2013

Politisi Cina yang jatuh, Bo Xilai menggambarkan istrinya “gila”, setelah pengadilan mempertontonkan rekaman video kesaksian dari istrinya Gu Kilai yang menyebut Bo menerima suap.

https://p.dw.com/p/19V4G
Foto: Reuters

Gu Kilai yang dikenal sebagai pengacara dengan jam terbang tinggi, tahun lalu divonis bersalah membunuh Neil Heywood, seorang pengusaha Inggris, dan kasus itu kemudian memicu terungkapnya skandal korupsi yang akhirnya menjatuhkan Bo, dalam rekaman awal terlihat gugup.

Skandal itu meruap di tengah pergeseran generasi kekuasaan di dalam Partai Komunis Cina (PKC) dan penampilan bersemangat Bo dalam dua hari persidangan telah membuat heran masayarakat yang tidak terbiasa dengan penayangan terbuka mengenai intrik tingkat atas di dalam partai.

Tuduh Istri Gila

Dalam kesaksiannya, Gu mengatakan bahwa ia takut Heywood akan menculik dan membunuh anak mereka yakni Bo Guagua yang tinggal di Amerika Serikat.

Gu terlihat kurus dan pucat selama pemeriksaan yang direkam pada awal bulan ini. Rekaman itu diputar di pengadilan, sehari setelah Bo mengaku tidak bersalah atas “transaksi“ yang dilakukan istrinya. Kesaksian itu juga dirilis oleh pengadilan melalui media sosial Cina dan ditonton lebih dari satu juta orang hanya dalam waktu satu jam.

Ketika ditanya apakah Bo tahu tentang tiket-tiket dan berbagai barang yang diberikan pengusaha taipan Xu Ming – yang disebut jaksa telah menyuapnya senilai 3,4 juta dollar – Gu langsung mengatakan “ia seharusnya sadar“.

Ketika ditekan lebih lanjut Gu mengatakan: “Saya bilang kepada dia.“

China Bo Xilai Prozess in Jinan mit Aussage seiner Ehefrau fortgesetzt
Dalam rekaman video Gu Kilai menyebut suaminya sadar soal suap dari seorang taipanFoto: picture-alliance/AP

Berdasarkan transkrip yang dikeluarkan pengadilan, Bo mengatakan kepada pengadilan: “Ia (istrinya-red) sekarang gila dan sering berbohong.“

“Para penyelidik memberikan tekanan besar kepadanya agar menelanjangi saya saat ia berada dalam gangguan mental.”

Gu Kilai menganggap dirinya bagai Jing Ke, yang dalam sejarah Cina lebih dari dua ribu tahun lalu mati dan gagal membunuh laki-laki yang akan menjadi kaisar pertama yang mempersatukan Cina, tambah Bo tentang istrinya.

Klaim itu cukup untuk membuktikan bahwa ia sedang mengalami gangguan mental,“ kata Bo.

Bo, tak diduga, tampil dengan pembelaan penuh semangat menolak tuduhan suap sejak pengadilan pertama digelar pada Kamis, membandingkan salah seorang saksi yakni pengusaha Tang Xiaolin, sebagai ”anjing gila“ yang tampaknya telah “menjual jiwanya“.

Bekas pimpinan Partai Komunis Cina (PKC) berusia 64 tahun, di kota Chongqing itu dituduh secara ilegal mengambil uang hampir 4,4 juta dollar Amerika, korupsi dan menyalahkangunakan kekuasaan dan hampir pasti akan dinyatakan bersalah. Pengadilan atas dirinya dimulai sejak hari Kamis. Bo didakwa menerima suap melalui istrinya, Gu Kilai, dan anaknya Bo Guagua, demikian kata pengadilan merujuk kepada surat dakwaan.

Bintang yang Jatuh

Dalam persidangan pertama, Bo yang rambutnya kelihatan masih dicat hitam dan bercukuran bersih, berdiri tanpa diborgol. Ia berpakaian kemeja putih lengan panjang dengan tangan bersilang di depan, diapit dua polisi.

Media asing tidak diperbolehkan menghadiri persidangan, dan pembelaan Bo hanya muncul di microblog resmi pengadilan, yang kemungkinan besar sudah sangat banyak di-edit. Namun demikian, transkrip itu telah memperlihatkan tingkat keterbukaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di dalam sistem peradilan Cina.

Media milik pemerintah memberitakan proses pengadilan itu sebagai tanda transparansi.

Bo, pada suatu masa adalah salah seorang politisi tertinggi, dan kini menghadapi tuduhan menerima suap, penggelapan dan penyalahgunaan kekuasaan yang terungkap setelah skandal yang dipicu kematian Heywood.

Prozessauftakt in China gegen Bo Xilai 22.08.2013
Bo Xilai dulu dikenal sebagai politisi yang ingin membangkitkan kembali ajaran Mao ZedongFoto: Reuters/China Central Television

Bo adalah politisi populer yang meraih dukungan di seluruh Cina, tapi ia teralienasi di lingkungan para elit partai yang melihat pendekatannya yang kurang ajar sebagai kembalinya era kekuasaan orang kuat masa lalu.

Ia pernah masuk dalam kelompok 25 anggota Politbiro Cina, dan dianggap sebagai seorang penantang untuk memperebutkan tujuh kursi di Komite Tetap Politbiro yang sangat berkuasa. Hari ini, ia bukan lagi siapa-siapa, keluarganya sudah tak melihat Bo lagi sejak 18 bulan yang lalu.

Bo meraih ketenaran dengan memimpin perang suci memberantas mafia dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan komunis bersama rakyat di Chongqing, serta menerapkan berbagai kebijakan populis yang membuatnya dicintai oleh rakyat miskin di wilayah tersebut. Tapi sikapnya yang haus publikasi, membuat marah para pemimpin yang cemas dengan bangkitnya kultus pribadi, kekacauan dan pertumpahan darah sebagaimana pernah terjadi di era Mao Zedong.

Ayah Bo Xilai, pemimpin militer revolusioner Bo Yibo, juga dikenal mempunyai reputasi menentang penguasa, dengan menolak mengakui kesalahan selama ia dipenjara dan disiksa selama Revolusi Kebudayaan.

ab/hp (afp,rtr,ap)