1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Musik

Kabur dari Panti Jompo Untuk Pergi ke Festival Heavy Metal

Alistair Walsh
6 Agustus 2018

Seolah ingin mengenang masa muda dan mengusir kejenuhan di panti jompo, dua orang kakek memutuskan untuk melarikan diri ke festival musik heavy metal terbesar sejagad raya di Jerman.

https://p.dw.com/p/32f4b
Deutschland Wacken Festival 2018
Foto: ICS Festival GmbH

Sebuah panti jompo di Jerman dibuat kebingungan karena dua kakek penghuninya tiba-tiba menghilang dari kamar mereka pada Jumat (3/8).

Polisi pun segera dihubungi dan setelah pencarian beberapa lama, dua kakek itu berhasil ditemukan pada pukul tiga dini hari waktu setempat di festival musik heavy metal di Wacken, Jerman. 

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan mereka terlihat "bingung dan linglung."

Meski demikian, kedua kakek ini tampaknya masih sangat menikmati musik di festival itu dan menolak untuk meninggalkan area festival dengan sendirinya.

Polisi pun terpaksa membawa mereka dengan menggunakan taksi yang diiringi mobil patroli.

"Mereka jelas-jelas suka musik metal," kata juru bicara polisi Merle Neufeld kepada TV Jerman Norddeutscher Rundfunk. 

"Setelah polisi menemukan kedua orang ini, panti dengan segera mengatur alat transportasi untuk membawa mereka pulang."

Tiket habis terjual

Tiket untuk memasuki festival heavy metal legendaris yang telah digelar 29 kali ini telah terjual habis. Total pengunjung pada festival selama empat hari ini diharapkan mencapai 75.000 orang.

Grup yang hadir termasuk Danzig, Judas Priest, Hatebreed, In Flames, Running Wild, Arch Enemy, In Extremo dan Eskimo Callboy.

Festival yang berlangsung di negara bagian Schleswig Holstein ini sering dibanjiri dengan lumpur. Namun karena adanya gelombang panas tahun ini, pihak penyelenggara mengingatkan para fans heavy metal akan risiko kebakaran dan debu.

Khusus tahun ini polisi juga memuji tingkah laku para pengunjung dengan sedikitnya masalah yang terjadi dan hanya ada beberapa penangkapan kecil terkait obat-obatan terlarang.