1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Dua Sudut Pandang Pendaratan James Cook di Australia

19 April 2021

James Cook telah membuka jalan bagi negaranya untuk menjelajahi suatu negara yang tidak ingin dijelajahi, dan menaklukkan orang-orang yang tidak ingin ditaklukkan.

https://p.dw.com/p/3sAQv
Ilustrasi James Cook tiba di Tahiti, lukisan C. Mayer 1845
Ilustrasi James Cook tiba di Tahiti, lukisan C. Mayer 1845 Foto: picture-alliance/akg-images

Konon, ada benua besar dan misterius yang disebut-sebut terletak di belahan bumi selatan, demikian tulis kaum cerdik cendekia di abad ke-18. Mereka percaya bahwa daratan ini menunggu untuk ditemukan. Ahli geografi berteori bahwa keberadaannya penting untuk menstabilkan rotasi bumi. Asumsi itu didorong oleh keinginan, atau keserakahan akan pengetahuan, petualangan, dan yang terpenting: keserakahan akan kepemilikan tanah.

Kerajaan Inggris pun ingin menjadi yang pertama menemukan benua mitos itu, mengisi celah di peta dunia. Tapi niat yang juga penting adalah mengungguli kekuatan kolonial para pesaingnya yakni Portugal, Spanyol, Belanda, dan Prancis.

Pada 1768, Royal Society, yaitu sekelompok sarjana Inggris, mendesak angkatan laut untuk mengambil tindakan cepat melakukan ekspedisi. Pemimpin yang dipilih untuk ekspedisi ini adalah pelaut dan pembuat peta berpengalaman, James Cook. 

James Cook, penjelajah asal Inggris
James Cook, penjelajah asal Inggris.Foto: picture-alliance

Menghabiskan sepuluh tahun berikutnya di laut untuk melayani Kerajaan Inggris, Cook tercatat dalam sejarah karena penemuannya. Lebih dari 35 lokasi di dunia telah menggunakan namanya, termasuk dua objek di luar angkasa. Tetapi bagaimana pria dengan latar belakang yang sederhana ini menjadi salah satu penemu besar dalam sejarah?

Siapakah James Cook?

Pada 19 April 1770, Kapten James Cook untuk pertama kalinya tiba di lepas pantai timur Australia. Namun sebelum beranjak dewasa dan menjadi petualang, ia dan banyak saudara kandungnya adalah anak seorang buruh yang tumbuh dalam kemiskinan

Ia lahir di Marton, sebuah komunitas di timur laut Inggris pada tahun 1728. Berkat majikan ayahnya yang murah hati, dia bisa bersekolah di desa serta belajar membaca dan menulis. Setelah belajar dalam waktu singkat, bocah itu ternyata haus akan ilmu pengetahuan.

Pada usia 18 tahun, ia memulai karir dengan berlayar di kapal pengangkut batu bara: belajar mengemudi kapal dan menavigasi. Ia juga mencintai laut. Dia menolak tawaran untuk menjadi kapten kapal, karena tujuannya adalah menjadi anggota Angkatan Laut Kerajaan.

Setelah beberapa tahun di angkatan Laut, dia menunjukkan bakat luar biasa dalam menggambar peta dengan sangat detail, peta ini membantu Angkatan Laut Inggris mencetak keberhasilan militer. James Cook segera menjadi sangat diperlukan, pengetahuan dan kemampuannya mengungguli hampir semua pelaut lainnya.

Ada misi rahasia

Sebenarnya, tugas resmi Royal Society adalah untuk mengamati jalur Venus di Pasifik, mengukur waktu yang ditempuh planet ini dalam mengitari matahari. Dengan data tersebut, para ilmuwan berharap dapat lebih tepat menghitung jarak antara matahari dan bumi.

Titik yang sempurna untuk melakukan pengamatan ini disebut-sebut terletak di Tahiti. Saat itu, para pelaut sudah tahu tentang adanya sebuah pulau di Pasifik selatan dengan langitnya yang cerah dan matahari tetap berada di cakrawala selama Venus melintasi langit. Berbekal empat teleskop, James Cook mampu menyelesaikan misi Venus pada Juni 1769. 

Penduduk asli di Pulau Sandwich
Penduduk asli merasa berkewajiban melindungi tanah mereka dari para pendatang yang masuk tanpa izin.Foto: picture-alliance/dpa/Abecasis

Kemudian dimulailah bagian rahasia dari ekspedisi tersebut. Misi itu tertulis dalam amplop yang disegel, bertuliskan: penemuan benua mitos di selatan.

Setelah beberapa bulan lamanya menavigasi kapal Endeavour, James Cook tiba di Selandia Baru. Dia bukan orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di sana, karena para pelaut Belanda telah banyak yang berkunjung ke sana sebelumnya. Tapi Cook adalah orang pertama yang dengan susah payah membuat peta keseluruhan pulau. Pengukuran dan gambarnya sangat tepat hingga masih digunakan oleh para kapten hingga tahun 1950-an.

Enam bulan kemudian, Kapal Endeavour berlayar menuju utara dan menghantam pantai New Holland, sebutan untuk Australia saat itu. Pada bulan April 1770 Cook dan krunya berlabuh di tempat yang mereka namai Botany Bay.

Di sana, para pelaut terpesona oleh flora dan fauna saat itu sama sekali tidak mereka kenal. Lapar akan penemuan selanjutnya, mereka melanjutkan pelayaran lebih jauh ke utara ke Possession Island, di mana Cook secara sepihak mengklaim tanah itu sebagai milik Kerajaan Inggris.

Dua sudut pandang berbeda

James Cook di Inggris dirayakan sebagai pahlawan; bahkan Raja George II secara pribadi memberikan ucapan selamat kepadanya. Tahun-tahun berikutnya kian banyak kapal Inggris berlayar ke Australia dan menduduki benua itu. Hanya delapan tahun setelah Cook mempertaruhkan klaim sepihaknya atas sebidang tanah di sana, area itu lantas dijadikan koloni untuk menempatkan para narapidana. Hingga kini hari itu tetap menjadi hari libur nasional bagi warga Australia.

Betapapun suksesnya kisah James Cook dari sudut pandang ilmiah, akan lebih adil bila melihatnya dari dua perspektif, yakni perspektif orang Inggris dan perpspektif penduduk asli Australia.

Dalam buku hariannya, James Cook menggambarkan pertemuan pertamanya dengan suku asli Australia, yakni Gweagal sebagai salah satu agresi. Dia mencatat bahwa salah satu penduduk asli Australia itu melemparkan batu ke arahnya, dan bahwa orang-orang telah melemparkan tombak ke arah krunya. Orang-orang Inggris itu terpaksa menggunakan senjata api untuk membela diri, tulis Cook. 

Namun dalam sebuah artikel untuk British Library, Dr. Shayne T. Williams, perwakilan Gweagal, memandang kedatangan Cook secara berbeda. "Jika Anda melihat pertemuan yang sama dari sudut pandang kami, Anda melihat bahwa dua pria Gweagal sangat bersemangat memenuhi tugas spiritual atas tanah mereka, melindunginya dari kehadiran orang-orang yang tidak berhak berada di sana. Dalam budaya kami, tidaklah diizinkan masuk ke tanah budaya lain tanpa adanya persetujuan yang diperlukan. Persetujuan seperti itu selalu dinegosiasikan sebelumnya."

Bakat Cook atas kartografi dan penguasaan navigasi memang tidak diragukan. Tapi James Cook juga telah membuka jalan bagi negaranya untuk menjelajahi suatu negara yang tidak ingin dijelajahi, dan menaklukkan orang-orang yang tidak ingin ditaklukkan.

Ed: ae/rap

Rayna Breuer
Rayna Breuer Editor, jurnalis multimedia