Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Kebersamaan dalam seni

Karya Daniel Kho kerap dipamerkan di berbagai kota di dunia. Musim panas 2018, giliran Galeri Musnadi-Weskamp gelar pameran 40 karyanya di Köln, Jerman. Daniel Kho berasal dari Jawa Tengah. Pada awal tahun 70-an, Daniel Kho belajar teknik pembuatan batik, patung dan lukisan secara otodidak. Tahun 1977 dia pindah ke Jerman dan makin mengembangkan karya seninya yang unik.

Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Ceria dalam warna, unik dalam figur

Karya-karya Kho berwarna cerah, yang ditampilkan dalam bentuk patung, lukisan dan kolase. Ada burung dalam mata burung, ada gurita di dalam otak. Karyanya membawa kita pada perjalanan ke dunia imajinatif di mana tema sentralnya adalah "pohon kehidupan". Tahun 2002 Kho mendirikan “Shadow Theater Kho” di Köln, Jerman. Sejak tahun 2012 ia hidup dan bekerja di Bali, Barcelona dan Köln.

Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Pohon memiliki fungsi penting

Mengapa temanya pohon kehidupan? Pohon membersihkan udara dari polusi, berfungsi sebagai pemasok oksigen dan air bersih, menyediakan tempat tinggal dan habitat bagi manusia dan hewan. Tanpa pohon tak akan ada kehidupan di bumi," ujarnya. "Saya hanya menggambar hal-hal yang membawa dunia terlihat lebih indah. Indah meski ajaib." Wayang yang identik tradisional, di tangannya menjadi wayang modern.

Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Figur apa saja yang selalu ada di lukisan?

Tentunya pohon, lalu dalam lukisan juga ada mata. Ada yang kecil, ada yang besar tergantung figurnya. Tetapi bentuk bulan selalu keluar karena kehidupan itu sendiri adalah perputaran 360 derajat. Titik awal berjumpa dengan titik akhir. Roket dan ikan terbang juga selalu ada. Bahan dasar karyanya pun bermacam-macam. Ada yang dilukis di kanvas, fiber, pasir, kulit hingga kayu.

Dunia Imajinasi Daniel Kho: Mata Satu, Kaki Tiga? Jangan Pikirkan Perbedaan

Sumbangan untuk anak-anak

Seniman dan penyelenggara pameran menegaskan bahwa tidak hanya pohon tetapi juga anak-anak harus dilindungi. Oleh karena itu, 10 persen dari hasil keuntungan pameran disumbangkan untuk organisasi "Kami Membantu" atau "Wir Helfen" Köln Stadt-Anzeiger. Organisasi ini membantu anak-anak miskin di Köln dan sekitarnya dengan proyek-proyek mereka. (ap/na)

Figur-figur ini punya jumlah organ yang berbeda. Berkaki tiga, bertangan entah satu atau lima, bermata hanya satu. Inilah wayang-wayang modern karya Daniel Kho, seniman Jawa yang bermukim di Kota Köln, Jerman.

Ikuti kami