Eks Bendahara NAZI di Kamp Konsentrasi Ausschwitz Minta Pengampunan

Pegawai pembukuan NAZI Oskar Gröning (96 tahun) mengajukan permohonan pengampunan. Dia dituduh turut bertanggung jawab atas pembunuhan 300.000 orang di Ausschwitz.

Oskar Gröning adalah pegawai pembukuan NAZI di kamp konsentrasi Ausschwitz dari tahun 1942 sampai 1944. Dialah yang menyita uang dan harta para tahanan yang didatangkan ke kamp konsentrasi. Dia mencatat berapa jumlah uang maupun harta benda tahanan yang disita lalu meneruskannya ke kantor pusat NAZI di Berlin.

Pengadilan di Lüneburg tahun 2015 menjatuhkan vonis hukuman penjara empat tahun bagi Oskar Gröning. Selama proses, dia beberapa menyatakan menyesal dengan perbuatannya. Tapi kemudian Gröning mengajukan naik banding atas keputusan pengadilan itu.

September 2016, Mahkamah Jerman dalam proses banding mengukuhkan hukuman penjara terhadap Gröning. Dia lalu mengajukan gugatan keberatan sampai ke Mahkamah Konstitusi. Desember 2017, Mahkamah Konsitusi pun menolak keberatan hukum Gröning dan dengan demikian mengukuhkan sanksi penjara yang dijatuhkan.

Kamp konsentrasi Ausschwitz, sekarang terletak di Polandia

Minta amnesti

Kini, untuk menghindari rumah tahanan, Oskar Gröning mengajukan permohonan pengampunan, antara lain dengan alasan usia lanjut. Jika permohonan ini juga ditolak, dia terpaksa harus menjalani hukuman penjara pada usianya yang sudah menapak 96 tahun.

Jurubicara Kementerian Kehakiman di negara bagian Sachsen-Anhalt Christian Lauenstein membenarkan bahwa pengacara Goering telah mengajukan permohonan pengampunan.

"Permohonan pengampunan tidak punya dampak penundaan, jadi tidak berpengaruh pada kapan hukuman penjara dimulai," katanya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Wannsee House (Rumah Wannsee)

Vila di tepi danau Wannsee di Berlin adalah lokasi menentukan dalam perencanaan Holocaust, yaitu pembantaian warga Yahudi di jaman PD II. 15 anggota pemerintahan NAZI dan satuan SS bertemu di sini 20 Januari 1942 untuk merencanakan deportasi dan pembantaian warga Yahudi di seluruh kawasan yang dikuasai Jerman. 1992 villa ini dijadikan tugu peringatan dan museum.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Dachau

Kamp konsentrasi pertama dibuka di Dauchau, tidak jauh dari München. Hanya beberapa pekan setelah Adolf Hitler mulai berkuasa, kamp ini digunakan satuan SS untuk memenjara, menyiksa dan membunuh penentang rezim. Dachau juga jadi prototipe bagi sejumlah kamp yang dibangun setelahnya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Lahan Tempat Demonstrasi Kekuatan

Nürnberg adalah kota di mana tempat propaganda terbesar partai NAZI dari 1933 sampai dimulainya PD II tahun 1939. Kongres partai tahunan serta demonstrasi yang dihadiri sekitar 200.000 orang diadakan di area seluas 11 km². Sekarang, Gedung Kongres yang tak selesai dibangun ini menjadi pusat dokumentasi dan museum.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Bergen-Belsen

Kamp konsentrasi Bergen-Belsen di Niedersachsen awalnya penjara tawanan perang, kemudian menjadi kamp konsentrasi. Tahanan yang terlalu sakit untuk bekerja diangkut ke sini dari kamp konsentrasi lain. Banyak juga yang meninggal akibat penyakit. Dari 50.000 yang tewas di sini, salah satunya Anne Frank, anak perempuan Yahudi yang dikenal karena buku hariannya yang dipublikasikan internasional.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen Perlawanan Warga Jerman terhadap NAZI

Gedung Bendlerblock di Berlin dulunya tempat berkumpul kelompok mililter penentang NAZI. 20 Juli 1944, sekelompok perwira NAZI yang dipimpin Kolonel Claus von Stauffenberg melaksanakan upaya pembunuhan terhadap Hitler, namun gagal. Pemimpin kelompok itu ditembak mati pada hari yang sama di lapangan di tengah gedung Bendlerblock. Sekarang menjadi Pusat Peringatan Perlawanan Jerman terhadap NAZI.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Pusat Eutanasia Hadamar

Dari 1941 orang-orang yang punya kelemahan fisik dan mental dibunuh di rumah sakit Hadamar di Hesse. Karena dinyatakan "tidak diinginkan" oleh Nazi, sekitar 15.000 orang dibunuh dengan suntikan obat mematikan atau dengan gas. Di seluruh Jerman sekitar 70.000 dibunuh sebagai bagian dari program Eutanasia NAZI. Sekarang Hadamar jadi monumen bagi para korban.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monomen Holocaust

Monumen berdiri di sebelah Gerbang Brandenburg, dan jadi monumen bagi warga Yahudi yang dibantai di Eropa. Monumen diresmikan 60 tahun setelah berakhirnya PD II, tanggal 10 Mei 2005. Karya arsitek Peter Eisenman ini berupa 2.711 kotak beton yang memenuhi lahan luas. Di bawah monumen terhadap pusat informasi, di mana dicantumkan seluruh warga Yahudi korban NAZI, yang diketahui namanya.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen bagi Warga Homoseksual

Tidak jauh dari monumen Holocaust di Berlin, berdiri monumen peringatan bagi ribuan warga homoseksual yang jadi korban NAZI antara 1933 dan 1945. Monumen setinggi empat meter ini diresmikan 27 Mei 2008.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Monumen bagi Warga Sinti dan Roma

Di seberang gedung parlemen, Reichstag di Berlin, sebuah taman diresmikan 2012 jadi peringatan bagi 500.000 warga Sinti dan Roma yang dibunuh rezim NAZI. Di tepian sebuah kolam peringatan tercantum puisi berjudul Auschwitz, karya pujangga Roma Santino Spinelli. Puisi ditulis dalam bahasa Inggris, Jerman dan Romani.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Stolpersteine: Batu Sandungan Sebagai Monumen

Tahun 1990-an, seniman Gunther Demnig memulai proyek untuk mengkonfrontasikan orang dengan masa lalu Jerman, tepatnya NAZI. Karyanya berupa sejumlah batu beton yang dilapis kuningan, yang ditempatkan di depan rumah korban NAZI. Pada batu tercantum nama dan tanggal deportasi serta kematiannya, jika diketahui. Lebih dari 45.000 Stolpersteine (batu sandungan) ditempatkan di 18 negara Eropa.

"Tidak Akan Pernah Terulang Lagi" - Monumen tentang Kengerian

Brown House (Rumah Coklat) di München

Tepat di sebelah Führerhaus (rumah pemimpin), di mana kantor Adolf Hitler dulu berada, terdapat markas besar Partai NAZI, yaitu di gedung bernama Brown House. Bangunan berupa kubus berwarna putih kini berdiri di lokasi itu, dan menjadi Pusat Dokumentasi bagi Sejarah NAZI, diresmikan 30 April 2015. Penulis: Max Zander, Ille Simon (ml/as).

Proses pengadilan terakhir genosida Yahudi

Proses pengadilan Oskar Gröning disebut-sebut sebagai proses pengadilan terakhir yang berkaitan dengan Holocaust, peristiwa pembunuhan massal yang dilakukan rejim Nazi Hitler terhadap kaum Yahudi dan warga minoritas lainnya.

Jaksa penuntut menyatakan, sekalipun Oskar Gröning tidak membunuh seorang pun dengan tangannya sendiri ketika bekerja di kamp konsentrasi Ausschwitz, dia tetap turut bertanggungjawab. Karena Gröning terbukti memberi dukungan terhadap genosida itu dengan menyita uang dan harta benda lain dari para tahanan dan meneruskannya ke Berlin.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Ibo Omari, terganggu dengan gambar-gambar simbol Nazi

Seniman graffiti di Berlin ini merasa terganggu dengan munculnya gambar-gambar simbol Nazi yang dibuat pendukung ekstrem kanan di daerah tempat tinggalnya.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Paintback: Merebut lagi ruang-ruang dinding dari tangan ekstrem kanan

Ibo Omari lalu menggagas proyek Paintback. Idenya: menutupi gambar-gambar simbol Nazi dengan gambar lain, sehingga simbol itu menghilang.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Makin banyak simbol Nazi bertebaran

Dengan masuknya arus pengungsi dari kawasan perang di Timur Tengah, makin banyak pula simbol Nazi muncul di Berlin.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Menciptakan simbol baru

Proyek seni Paintback berusaha mengembalikan tembok menjadi kanvas lukisan-lukisan lucu dan mencerahkan, bukan tempat untuk simbol-simbol politik radikal.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Dari lambang swastika Nazi jadi gambar burung hantu

Dengan menggambari simbol-simbol Nazi yang disebar pendukung ekstrem kanan, para seniman ingin unjuk diri dan menegaskan kehadiran mereka sebagai penjaga perdamaian.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Mengajak anak-anak melukis graffiti

Di proyek Paintback, anak-anak bisa belajar melukis graffiti. Pesertanya berusia 9 sampai 14 tahun. Mereka melihat dulu foto-foto simbol Nazi yang ada di tembok, lalu mengembangkan ide sendiri, gambar apa yang mau dilukis di atas simbol Nazi itu.

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Jadi sorotan internasional

Graffiti anak-anak Paintback ternyata menjadi perhatian media-media internasional. Sebuah video pendek yang memperkenalkan gambar-gambar mereka dalam waktu singkat mendapat perhatian dari ratusan ribu orang. Beritanya juga muncul di koran bergengsi "New York Times".

Seniman Graffiti di Berlin Melawan Simbol Nazi di Dinding

Lakukan sesuatu, menghadang ideologi ekstrem kanan

Proyek Paintback membuktikan, langkah sederhana pun cukup untuk berkiprah menentang ideologi ekstrem kanan. Dan hal itu bisa dilakukan oleh tua dan muda.

hp/as (dpa, rtr,afp)


Konten terkait

Ikuti kami