1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikAmerika Utara

Electoral College Kukuhkan Kemenangan Joe Biden

15 Desember 2020

Presiden terpilih AS Joe Biden telah melewati ambang batas 270 suara dalam penghitungan electoral college, mengukuhkan kemenangannya atas Donald Trump.

https://p.dw.com/p/3mjFF
USA | Joe Biden
Presiden terpilih AS Joe BidenFoto: Susan Walsh/AP Photo/picture alliance

Joe Biden pada Senin (14/12) malam waktu setempat berhasil mengukuhkan kemenangannya dalam pemilihan presiden AS 2020 setelah resmi mengantongi lebih dari 270 suara electoral college.

Biden mencapai tonggak sejarah setelah presiden terpilih dari Partai Demokrat ini mendapatkan 55 suara electoral college di California. Biden secara resmi meraih 306 suara, sementara Presiden AS Donald Trump menerima 232 suara.

"Dalam pertempuran untuk jiwa Amerika ini, demokrasi menang," kata Biden dalam pidatonya setelah electoral college mengonfirmasi kemenangannya. "Kami rakyat, memilih. Kami yakin kepada lembaga institusi. Integritas pemillu kita tetap utuh,'' tambahnya.

Hadapi klaim kecurangan dari Trump

Trump, yang telah lama membantah hasil pemilu, terus membuat klaim bahwa terdapat kecurangan dalam pemilu. Melaui cuitannya pada Senin (14/12), dia mengatakan laporan pemungutan suara yang belum dirilis di daerah Michigan bisa menjadi "hasil yang mengubah pemilihan." Klaim tersebut ditandai oleh Twitter sebagai cuitan menyesatkan.

Biden lantas menanggapi tuduhan dan tuntutan hukum Trump di beberapa negara bagian, yang berusaha menolak hasil pemilihan.

"Itu posisi yang begitu ekstrem yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Sebuah posisi yang menolak menghormati keinginan rakyat, menolak untuk menghormati aturan hukum, dan menolak untuk menghormati konstitusi kita," kata Biden.

Biden juga mengutuk ancaman kekerasan terhadap pejabat pemilu.

"Ini adalah harapan tulus saya agar kita tidak pernah lagi melihat siapa pun yang mengalami ancaman dan pelecehan seperti yang kita lihat dalam pemilihan ini," katanya.

Apa itu Electoral College?

Electoral College telah mengambil peran yang lebih penting pada tahun 2020 karena Trump sejauh ini menolak untuk mengakui pemilu.

Lembaga electoral college beranggotakan 538 pemilih dari 50 negara bagian dan Washington D.C., di mana jumlah ini sama dengan jumlah anggota Kongres (DPR dan Senat). Mereka biasanya bertemu di ibu kota negara bagian masing-masing dan memilih presiden dan wakil presiden.

Setiap negara bagian dan Washington D.C., kecuali Maine dan Nebraska menganut kebijakan ''pemenang mendapatkan semua suara'', di mana kandidat dengan suara terbanyak di negara bagian mereka menerima seluruh jatah suara. Jumlah pemilih electoral college ditentukan dari luas wilayah negara bagian dan populasinya dari sensus setiap sepuluh tahun.

Maine dan Nebraska memiliki dua pemilih electoral yang memilih kandidat dengan suara terbanyak di seluruh negara bagian mereka, dan setiap distrik Kongres memilih pemilih electoral mereka sendiri yang akan mendukung pilihan di distrik tersebut. Maine memiliki tiga suara electoral college untuk Biden dan satu untuk Trump, sementara Nebraska memiliki empat suara Trump dan satu untuk Biden.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Kongres akan bertemu pada 6 Januari untuk mengesahkan suara electoral college. Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021.

rap/pkp (AP, AFP, dpa)