1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pabean bagi Sel Surya Buatan Cina

Gero Reuter5 Juni 2013

Uni Eropa memberlakukan bea masuk tambahan bagi panel surya dari Cina. Langkah tersebut mendulang hujan kritik, terutama dari organisasi lingkungan hidup dan pemerintahan negara-negara anggota

https://p.dw.com/p/18k3F
Foto: picture-alliance/dpa

Kendati mendapat keberatan dari sejumlah negara anggota, Komisi Eropa bersikeras memberlakukan bea masuk tambahan bagi produk panel surya dari Cina. Menurut Brussels, harga pasaran untuk panel surya saat ini 88 persen lebih mahal ketimbang produk Cina.

Komisaris Perdagangan Karel de Gucht mengklaim, bea masuk tambahan yang diberlakukan untuk produk Cina akan dipatok sebesar 11,8 persen. Tapi jika Beijing dan Uni Eropa gagal menyepakati solusi pada perundingan Agustus mendatang, bea masuk akan menjadi sebesar 47 persen.

Volume impor panel surya dari Cina ke Eropa setiap tahunnya diperkirakan mencapai angka 21 milyar Euro. Proses anti-dumping ini merupakan yang terbesar di Uni Eropa.

Berawal dari lobi

Dugaan harga dumping pertama kali dicetuskan oleh Milan Nitzschke, Jurubicara produsen panel surya Jerman, SolarWorld. Nitzschke mengumpulkan produsen panel surya Eropa dan mendirikan inisiatif Pro-Sun. Kelompok lobi tersebut melayangkan gugatan terhadap Komisi Eropa terkait produk solar murah asal Cina.

Sejak beberapa tahun silam pemerintah di Beijing menggelontorkan subsidi "senilai 200 milyar Euro" kepada industri panel surya, klaim Nitzschke. Dengan begitu panel surya buatan Cina bisa dijual "jauh dibawah ongkos produksi." Nitzschke menuntut "kompetisi yang adil, strategi Cina membangun monopoli akan berdampak buruk bagi industri panel surya Eropa."

Kebijakan memberlakukan bea masuk tambahan bagi produk panel surya dari Cina bukan tanpa kontroversi. Ketegangan hubungan diplomatik sudah menjadi agenda di kalangan diplomat. Sejumlah pihak juga mengkhawatirkan hilangnya lapangan kerja di industri solar dan stagnasi restrukturisasi energi.

Pemberlakuan bea masuk akan membuat harga panel surya menjadi lebih mahal, akibatnya animo energi surya di Eropa akan melemah, kata Thorstern Preugschas, Jurubicara Aliansi Energi Surya Terjangkau (AFASE), "menerapkan bea masuk tambahan buat panel surya dari Cina adalah langkah yang salah dan dapat melenyapkan 200.000 lapangan kerja," klaimnya.

Animo energi surya di Eropa terancam punah?

Philippe Welter, seorang jurnalis yang menerbitkan majalah energi surya internasional, menilai bea masuk tambahan sebagai langkah keliru. Menurutnya produsen-produsen Cina memang diuntungkan oleh subsidi pemerintah, namun Welter menilai Cina unggul lantaran kapasitas produksi yang "besar dan "jauh lebih modern," katanya, "dengan begitu mereka bisa menekan ongkos produksi."

Hal senada diungkapkan Stephan Singer, pakar energi di organisasi lingkungan WWF. Ia menuntut agar Uni Eropa mengambil jalur diplomatik untuk mencari solusi dengan pemerintah Cina, agar "panel surya tetap bisa dijual dengan harga terjangkau di Eropa, energi surya tetap murah untuk konsumen dan dalam jangka panjang tercipta lapangan kerja," katanya.

Singer menilai perdagangan bebas dan menanggalkan prinsip proteksionisme untuk energi terbarukan dan teknologi perlindungan lingkungan sebagai wacana yang tepat.