Fenomena Beruang Tidur Panjang Musim Dingin

Selama tidur sirkulasi dan tekanan darahnya turun, hidup dari cadangan lemak yang dikumpulkannya musim semi dan panas, dan tidak buang urin dan kotoran.

Jika manusia tidur non stop selama berbulan-bulan, otot-ototnya akan menjadi amat lemah dan mengalami gangguan pertumbuhan. Selain itu manusia akan menderita Dekubitus, yakni lecet yang sering dialami pasien yang terpaksa berbaring sedemikian lama. Selain itu bagian dalam tubuh manusia akan mengalami keracunan karena dalam proses pencernaan tubuh akan diproduksi unsure amoniak dan bikarbonat, yang biasanya oleh hati diubah menjadi urea dan kemudian dipisahkan melalui ginjal. Tapi jika unsur protein itu tidak dikeluarkan melalui urin, maka unsur tsb. akan masuk ke darah dan khususnya amoniak akan menyebabkan keracunan. Manusia juga akan mengalami dehidrasi jika tidak minum berbulan-bulan.

Yang mencengangkan pada beruang, jika pada musim semi mereka bangun dari tidur panjang musim dinginnya, beruang ini top fit, tidak mengalami keracunan ataupun dehidrasi, dan masih memiliki 90 persen volume otot. Yang hilang hanya lemak yang dikonsumsi oleh beruang pada musim panas dan musim gugur.

Daur Ulang Urea

Ini dapat terjadi karena beruang mengubah metabolismenya dalam sistem daur ulang dengan tingkat efisiensi tinggi. Pada beruang selama tidur panjang musim dingin, amoniak tidak dikeluarkan lewat urin. Senyawa urea yang terbentuk tidak disalurkan oleh hati ke ginjal melainkan disalurkan langsung ke darah. Dalam darah urea berubah menjadi air liur yang selalu ditelan kembali oleh beruang yang tidur. Dalam lambung, bakteri menguraikan urea ini kembali menjadi amoniak dan bikarbonat.

Agar tidak mengalami dehidrasi di satu sisi pada tubuh beruang ginjal menghentikan produksi urin, tapi juga di sisi lain, beruang tidur meringkuk dan bernafas ke arah bulunya. Dengan demikian sebagian besar kelembaban yang ditimbulkan dari nafasnya tertahan di bulu, dimana beruang ini kembali menghirup air ketika bernafas. Kapasitas air yang masih dibutuhkannya akan diambil beruang ini dari cadangan lemaknya.

Hormon Pemicu Tidur HIT

Rangsangan yang memicu beruang untuk tidur musim dingin dipicu hormon HIT, singkatan dari Hibernation Induction Trigger. HIT membuat tekanan darah beruang menurun separuhnya dibanding tekanan darah selama musim panas. Selain itu hormon HIT menurunkan nafsu makan dan suhu tubuh. Dengan melambannya pernafasan, kadar keasaman dalam darah juga berubah.

Keistimewaan metabolisme pada tubuh beruang menarik perhatian pakar medis. Para peneliti tertarik mencari jawaban mekanisme apa dalam darah beruang pada saat tidur musim dingin yang mencegah zat protein dan dengan demikian sel-sel otot tidak terurai.

Juga tampaknya beruang resisten terhadap osteoporosis atau rapuh tulang. Selama tidur panjang musim dingin terjadi pembentukan substansi tulang. Selain itu penemuan Hormon HIT, Hibernation Induction Trigger yakni hormon pada hewan mamalia yang sedang menjalani tidur panjang musim dingin, juga menimbulkan gagasan untuk memanfaatkannya dalam dunia medis.

Beruang sesaat menjelang tidur panjang musim dingin

Para pakar mengharap, organ transplantasi tubuh diberi hormon penyebab tidur panjang musim dingin sebelum ditransportasi, akan bertahan lebih lama beberapa jam. Dalam pelayanan medis intensif yakni pelayanan kesehatan untuk pasien yang sakit kritis, manusia dapat menarik pelajaran dari beruang. Hal yang masuk akal jika pasien yang luka parah kondisinya dibuat seolah dalam tidur musim dingin saat ditransportasi, untuk menurunkan sirkulasi darahnya. Tapi sejauh ini belum dilakukan praktik uji coba dalam pemikiran-pemikiran semacam itu.

Fabian Schmidt/Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk

Ikuti kami