1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Geledah LSM, Militer Mesir Makin Represif

Monika Guarino30 Desember 2011

Pasukan keamanan, hari Kamis (29/11) menyerbu 17 kantor kelompok hak asasi manusia dan pro demokrasi di Mesir. Penguasa militer menuding LSM asing telah mengganggu stabilitas keamanan dan menggerakan demonstrasi.

https://p.dw.com/p/13bls
Militer geledah kantor LSM di MesirFoto: dapd

Penggerebekan dilakukan atas 17 kantor perwakilan LSM lokal dan asing yang ada di Mesir. Militer beralasan, LSM asing ini ada di belakang kerusuhan yang terus berlanjut, pasca jatuhnya rejim Husni Mubarak.

Diantara kantor LSM yang digerebek adalah markas National Democratic Institution atau NDI, International Republican Institute IRI, serta Freedom House. Ketiganya adalah lembaga swadaya masyarakat asal Amerika yang ikut mengawasi proses pemilu parlemen Mesir. Kantor perwakilan Konrad Adenauer Stiftung dari Jerman juga termasuk diantara yang ikut digeledah.

Heba Morayef, dari Human Rights Watch HRW menilai, penguasa militer sedang mencoba membungkam suara-suara kritis "Apa yang dipertaruhkan di sini adalah upaya untuk membungkam suara kelompok independen, khususnya kelompok hak asasi manusia, yang selama ini paling vokal dan paling konsisten mengkritik militer dan kekejaman yang dilakukan tentara selama beberapa bulan terakhir”

Organisasi Freedom House mengatakan, telepon genggam, laptop, uang dan dokumen yang ada di kantor mereka disita oleh aparat keamanan. Tentara dan polisi Mesir juga menyegel kantor dan melarang orang masuk atau bicara dengan para aktivis LSM selama interogasi berlangsung.

Heba Morayef mengatakan bahwa penguasa militer Mesir kembali menggunakan hukum represif yang dulu dipakai diktator Husni Mubarak "Masalah di sini adalah, adanya hukum yang sangat represif terhadap LSM, dan kami belum melihat adanya perubahan sebagaimana yang terjadi dalam hukum dagang dan partai politik yang telah direformasi”

Departemen Luar Negeri Jerman telah menyampaikan keprihatian, karena Yayasan Konrad Adenauer telah beroperasi di sana selama bertahun-tahun tanpa masalah. Keprihatinan juga datang dari Amerika Serikat melalui Juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland “Kami menyerukan kepada pemerintah Mesir agar segera mengakhiri pelecehan, mengembalikan semua aset LSM dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin”

Penggerebekan ini adalah yang pertama terjadi sejak jatuhnya rejim Husni Mubarak. Meski kelompok militer, sejak berbulan-bulan lalu telah menuduh para demonstran digerakkan oleh pihak asing. Bulan ini, Menteri Kehakiman Adel Abdel-Hamid menuduh bahwa sekitar 300 LSM telah menerima dana asing secara tidak sah dan menggunakannya untuk membiayai protes.

Sementara Menteri Dalam Negeri Mesir mengatakan, penggerebekan ini antara lain sebagai bagian dari penyelidikan atas dana asing yang selama ini diterima kelompok-kelompok hak asasi manusia. Ironisnya, sejauh ini, penerima terbesar dana asing di Mesir justru adalah kelompok militer yang kini berkuasa. Militer Mesir selama lebih dari 30 tahun terakhir telah menerima sekitar 1,3 milyar dollar Amerika, lewat bantuan keamanan rutin setiap tahun.

Andy Budiman

Editor: Hendra Pasuhuk