Gelombang Teror Taliban Adalah Jawaban Terhadap Strategi Militer AS

Bagaimana menerangkan rangkaian serangan teror hebat yang melanda Afghanistan belakangan ini? Pengamat menilai, ini adalah reaksi terhadap strategi keras AS.

Dalam delapan hari terkahir, tiga serangan hebat kelompok ekstrimis mengguncang Kabul. Lebih 130 tewas dan lebih 200 lainnya luka-luka. Serangan pertama terjadi di Hotel Continental pada hari Sabtu, 21 Januari. Seminggu kemudian, Sabtu 28 Januari, terjadi serangan bom bunuh diri dekat Kementerian Dalam Negeri. Dua hari kemudian, Senin 29 Januari, terjadi serangan hebat ke akademi militer.

Di samping tiga serangan besar itu, masih ada serangan-serangan lain, misalnya ke kantor organisasi bantuan Save The Children di Jalalabad dan serangan militan ke selatan Kandahar. Menurut keterangan resmi, tujuh prang tewas dalam serangan itu.

Pengamat keamanan Afghanistan, eks Brigjen Mohammad Arif mengatakan kepada DW, grelombang serangan teror ini adalah jawaban atas strategi baru pasukan AS di negara itu, antara lain di provinsi Helmand, Nagarhar dan Kundus.

Serangan terhadap Hotel Continental di Kabul, 21 januari 2018

"Biasanya Taliban memulai rangkaian serangannya setelah musim dingin, tapi sekarang kelihatannya mereka mempercepat serangan itu, sebagai reaksi atas strategi baru militer AS. Mereka ingin menunjukkan, bahwa mereka belum terkalahkan," kata Mohammad Arif.

Tekanan AS pada Pakistan tak membawa hasil?

AS dan militer Afghanistan memang sudah lebih dulu melancarkan serangannya ke kubu-kubu militan, tanpa menunggu musim dingin berlalu. Ini adalah strategi militer baru yang dicanangkan Presiden Donald Trump pada Agustus 2017.

Trump menegaskan, ia akan menambah jumlah pasukan yang dikerahkan ke Afghanistan untuk membantu aparat keamanan lokal. Dia juga menyatakan, pasukan AS akan tinggal di negara itu selama dibutuhkan. Pada saat yang sama, Trump menyalahkan Pakistan yang dinilainya masih mendukung Taliban, sehingga situasi keamanan di Afghanistan tak kunjung membaik.

Untuk menekan Pakistan, Presiden Trump mengumumkan pembekuan bantuan dana AS untuk Pakistan, sampai Pakistan menutup kawasan-kawasan yang kini jadi tempat berlinduing para militan.

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabul dan bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Harapan untuk perdamaian makin sirna

Pengamat Afghanistan Nicole Birtsch daru yayasan penelitian politik Stiftung Wissenschaft und Politik (SWP) menyatakan, serangan teror akhir-akhir ini merupakan reaksi terhadap pemboman dan operasi militer yang sedang dilancarkan militer AS bersama tentara Afghanistan.

Birtsch juga mempertanyakan efektivitas tekanan AS pada Pakistan. Karena dengan cara itu, tidak terjadi konsultasi yang setara antara AS, Afghanistan dan Pakistan. Untuk waktu dekat, tidak ada perspektif baik bagi Afghanistan, kata Britsch.

Dia memperkirakan, pada minggu-minggu mendatang, spiral kekerasan masih akan terus berlanjut. "Saya khawatir, arena banyaknya aksi kekerasan ini banyak orang, terutama di Kabul, yang sudah mengubur harapan tentang masa depan yang stabil. Mereka sekarang hanya berusaha bertahan untuk terus hidup.”

Jokowi Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Afghanistan Setelah Sukarno

Setelah Sukarno

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Senin 29 Januari 2018 pukul 11.40 waktu setempat. Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afghanistan merupakan kunjungan kedua Presiden Republik Indonesia ke Afghanistan setelah Kunjungan Kenegaraan Presiden Sukarno pada tahun 1961.

Jokowi Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Afghanistan Setelah Sukarno

Hujan salju

Udara dingin bahkan hujan salju yang selimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan yang dilakukan pemerintah Afghanistan. Pejabat Afghanistan yang menyambut: Wakil Presiden Sarwar Danish, Menteri Luar Negeri Salahudin Rabbani, Menteri Keuangan Eklil Hakimi, Dubes Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, Gubernur Kabul Mohammad Yaqoub Haidan, Walikota Kabul Abdullah Habibzal.

Jokowi Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Afghanistan Setelah Sukarno

Kunjungan pasca teror

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Indonesia atas kunjungannya dan belasungkawa yang diungkapkan Widodo untuk korban rangkaian serangan di Kabul sebelum kedatangannya.

Jokowi Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Afghanistan Setelah Sukarno

Soal keamanan

Joko Widodo mengadakan pembicaraan dengan para pejabat tinggi tingkat tinggi lainnya di Afghanistan dan membahas masalah bilateral. Ghani mengatakan bahwa dia berharap Afghanistan dapat memanfaatkan pengalaman Indonesia dalam mendapatkan dukungan para ulama untuk menghadapi ekstremisme.

Jokowi Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Afghanistan Setelah Sukarno

Konflik berkepanjangan

Afghanistan dililt konflik berkepanjangan. Ledakan bom di penghujung Januari ini bahkan menewaskan lebih dari 100 orang. Baru-baru ini delegasi Dewan Perdamaian Tinggi Afganistan, yang bertugas mempromosikan upaya perdamaian dengan Taliban dan kelompok gerilyawan lainnya, melakukan perjalanan ke Indonesia. Indonesia menegaskan kembali dukungan terhadap proses perdamaian Afghanistan.


Ikuti kami