1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Religi

Gereja Jerman Bisa Kehilangan Setengah Jemaatnya Sampai 2060

3 Mei 2019

Hasil sebuah studi memprediksikan, Gereja Katolik dan Protestan Jerman bisa kehilangan setengah dari jemaatnya pada tahun 2060. Penurunan jumlah jemaat diperkirakan akan menyebabkan kekurangan anggaran yang besar.

https://p.dw.com/p/3HrIV
Kirche Besucher leer leere Kirche Christen Religion
Foto: picture-alliance/dpa

Jumlah jemaat dari dua gereja utama Jerman, Katolik dan Protestan, akan berkurang hingga setengahnya pada tahun 2060. Ini bisa menyebabkan kondisi keuangan yang parah pada lembaga-lembaga keagamaan, demikian hasil sebuah studi yang dirilis Kamis (02/05).

Alasan utama menurunnya jumlah keanggotaan di gereja-gereja Katolik dan Protestan Jerman antara lain karena banyaknya orang dewasa yang meninggalkan gereja, lebih sedikit anggota baru, dan populasi yang menua, kata para peneliti di Universitas Freiburg.

Penelitian yang ditugaskan oleh Konferensi Waligereja Jerman dan Perhimpunan Gereja Evangelis EKD memperkirakan keanggotaan gabungan di kedua gereja akan turun dari sekitar 45 juta sekarang menjadi 34,8 juta pada 2035 dan 22,7 juta pada 2060.

Lubang anggaran yang akan datang

Di Jerman, jemaat gereja Katolik dan Protestan membayar hingga 9% pajak dari penghasilan mereka ke gereja. Di tahun 2017, "pajak gereja" ini menghasilkan pendapatan sekitar € 12 miliar.

Jumlah pendapatan itu diperkirakan tetap sama pada tahun 2060, tetapi dengan pertimbangan adanya inflasi, kenaikan biaya pemeliharaan dan kenaikan gaji personal gereja, kedua gereja sebenarnya membutuhkan € 25 miliar.

Kepala studi tersebut, ekonom Bernd Raffelhüschen mengatakan, gereja-gereja harus mengembangkan strategi baru untuk mempertahankan jemaatnya dan mengembangkan gereja agar bisa mengatasi kekurangan dana yang akan terjadi di masa depan.

vlz/hp (AP, dpa, epd)