1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Giliran Sistem Pendingin Reaktor 5 dan 6 Tak Berfungsi

15 Maret 2011

Ledakan baru dan kebakaran kembali terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima 1 atau Fukushima Daiichi. Kecemasan akan radiasi nuklir Jepang meningkat.

https://p.dw.com/p/10ZLe
Fukushima DaiichiFoto: Kyodo News/AP/dapd

Sistem pendingin reaktor nomor 5 dan 6 tidak lagi berfungsi. Ada bahaya, bahwa air pada bejana reaktor akan mendidih dan menguap, sehingga batang-batang bahan bakar nuklir tidak lagi terendam air.

Kecemasan Akan Radiasi

Untuk pertama kalinya sejak bencana melanda, Pemerintah Jepang memperingatkan warganya akan adanya ancaman terhadap gangguan kesehatan. Radioaktif di pembangkit listrik Fukushima 1 atau Fukushima Daichi sudah melebihi ambang batas, ujar Perdana Menteri Naoto Kan dalam pidatonya di televisi: "Telah terjadi ledakan hidrogen di reaktor nomor 1 dan 3, dan kebakaran di reaktor nomor 4. Tingkat radiasi di kawasan itu tinggi. Dicemaskan terjadinya kebocoran. Oleh sebab itu saya menyerukan bahwa semua orang harus meninggalkan kawasan Fukushima Daiichi, bahkan hingga di luar zona 20 kilometer yang sudah ditetapkan.“

Besaran Radiasi Lewati Batas Normal

Zona berbahaya diperluas kingga 30 kilometer dari PLTN bermasalah tersebut. Menurut kantor berita Kyodo, paparan radioaktif di kawasan pembangkit listrik tenaga nuklir itu, pada hari Selasa (15/3) ini, delapan kali lebih tinggi dari batas toleransi bagi manusia. Di Chiba dan Maebashi bahkan mencapai 10 kali lebih tinggi.

Juru bicara perusahaan pembangkit listrik Tokyo Electric Power TEPCO mengungkapkan pada televisi NHK, bahwa perusahaan itu telah melaporkan situasi darurat ini kepada pemerintah. Termasuk, tidak terkecuali terdapat ancaman melelehnya batang bahan bakar nuklir.

Diperkirakan, terjadi kerusakan pada lantai wadah reaktor, akibat ledakan yang terjadi di blok dua. Namun inti reaktor itu sendiri tidak mengalami kerusakan.

Sementara laporan terkini menyebutkan, terdapat dua lubang di dinding bagian luar blok nomor 4. Disebutkan pula kolam reaktor nomor 4 pun mendidih.

Menurut badan meteorologi, ketika terjadi ledakan baru, angin bertiup dari arah utara. Sehingga partikel-partikel radioaktif itu bergerak searah angin ke selatan, ke arah Tokyo. Media-media di Jepang melaporkan, besaran radioaktivitas di Tokyo meningkat. Namun pemerintah kota menyebutkan meski demikian masih tidak bermasalah. Sementara warga di kota metropolitan itu ketakutan akan terjadinya bencana atom. seorang diantaranya menceritakan: "Saya sangat cemas akan pancaran radiasi di kawasan ini. Apa dampaknya pada kesehatan? Apa seharusnya kami juga dievakuasi?“

Sejauh ini diperkirakan jumlah korban tewas akibat gempa hebat dan tsunami yang melanda Jepang, Jumat lalu, mencapai sekitar 10 ribu orang. Regu penyelamat masih berjuang mencari korban-korban di kota-kota di sepanjang pesisir yang diterjang tsunami.

Sektor Ekonomi Tersengat

Meledaknya reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang menambah kekhawatiran investor sehingga memicu kembali tekanan jual di bursa Tokyo. Pada perdagangan Selasa (15/3) indeks Nikkei 225 anjlok. Para pemimpin negeri matahari terbit itu berusaha keras menenangkan kepanikan di lantai bursa. Sementara itu Bank Sentral Jepang menawarkan suntikan dana segera sekitar 98 milyar dollar AS untuk menopang sektor perbankan.

Musch Borowska/rtr/afp Ayu Purwaningsih

Editor : Hendra pasuhuk