Islam Jadi Tema Kampanye Pemilu di Jerman

Krisis pengungsi, terorisme, keamanan dalam negeri: tema ini bagi warga Jerman berada dalam daftar paling atas agenda kampanye pemilu. Semua tema ini selalu dikaitkan dengan Islam.

Jerman adalah negara sekuler. Agama tidak memainkan peranan penting dalam politik. Tapi sejak gelombang pengungsi yang mayoritasnya kaum Muslim menyerbu Jerman pada 2015, dan serangkaian aksi teror atas nama Islam di Eropa, menyebabkan Islam naik daun jadi agenda politik.

Tema burka juga mencuat, jika membahas integrasi, walau hanya ratusan perempuan di Jerman yang mengenakan busana yang menutup seluruh tubuh ini. Saat presiden Jerman dijabat Christian Wulff pada 2010, ia menegaskan "Islam adalah bagian dari Jerman". Tapi situasinya kini berubah, karena bulan September mendatang akan digelar pemilu baru, dan partai-partai mapan mencemaskan pengaruh partai populis kanan.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Belanda

Menyusul Perancis dan Belgia, di penghujung November 2016, parlemen Belanda menyetujui larangan pemakaian burqa dan niqab di beberapa tempat umum, termasuk di transportasi publik. Alasannya untuk jaminan keamanan publik. Aturan itu masih membutuhkan persetujuan dari senat.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Perancis

Perancis adalah negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burqa di tempat umum. Aturan ini perlahan dimulai tahun 2004, dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah yang dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah publik. Denda bagi pemakainya 150 €, sementara siapa pun yang memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Belgia

Belgia mengikuti jejak Perancis dengan memperkenalkan larangan pemakaian cadar pada tahun 2011. Aturannya melarang seseorang mengenakan pakaian yang mengaburkan wajah mereka di tempat umum. Perempuan yang tertangkap mengenakannya dapat dipenjara hingga tujuh hari atau dipaksa untuk membayar denda sekitar € 1.300.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Italia

Italia tidak memiliki larangan nasional atas pemakaian niqab atau burqa. Tetapi pada tahun 2010, kota Novara memberlakukan pembatasan itu- meskipun saat ini belum ada ketetapan sistem denda mengenainya. Di beberapa bagian Italia, pemerintah setempat telah melarang 'burqini'.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Spanyol

Beberapa distrik di Katalonia, Spanyol memiliki hukum terhadap burqa dan niqab. Pada tahun 2013, Mahkamah Agung membatalkan larangan di beberapa negara bagian, dengan alasan bahwa hal itu "membatasi kebebasan beragama". Tapi beberapa wilayah lain tetap memberlakukannya, berdasar ketetapan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia ECHR yang menyatakan pelarangan jilbab tidak melanggar HAM.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Bulgaria

Menyusul negara-negara lainnya di Eropa kini di Bulgaria, burka pun tak diperkenankan dikenakan di tempat umum- seperti gedung pemerintah dan lokasi wisata- dengan alasan keamanan. Tapi warga boleh memakainya untuk alasan pekerjaan maupun kesehatan.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Chad

Sejak dua serangan bom bunuh diri pada bulan Juni 2015, pemerintah melarang pemakaian niqab dan burqa di Chad. Perdana menteri Chad, Kalzeube Pahimi Deubet menyebutnya 'kamuflase' dan mengatakan semua burqa yang terlihat dijual akan dibakar. Sedangkan mereka yang kedapatan mengenakannya bisa ditangkap dan dihukum penjara..

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Kamerun

Sebulan setelah Chad, Kameren mengikuti jejaknya dengan melarang pemakaian burqa, menyusul aksi bom bunuh diri yang oleh orang-orang yang mengenakannya. Larangan itu ditetapkan di lima provinsi di negara itu

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Niger

Jilbab dilarang di Diffa, kawasan yang terteror oleh aksi kelompok Boko Haram. Presiden Niger juga tengah menyarankan agar jilbab pun dilarang.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Kongo-Brazzaville

Jilbab dengan penutup wajah penuh telah dilarang di tempat umum sejak tahun 2015 untuk mencegah serangan terorisme.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Swiss

Meskipun aturannya baru berlaku di wilayah Tessin, undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016. Siapapun yang tertangkap mengenakan cadar dapat didenda sampai 9200 €.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Mesir

Parlemen Mesir menggodok undang-undang larangan pemakaian cadar di tempat umum dan lembaga pemerintah. Aturan ini dibahas setelah Universitas Kairo melarang staf akademik mengenakan niqab di kelas suapaya lebih mudah berkomunikasi dengan para mahasiswanya.

Tema Islam dan terorisme

Sejauh ini dua partai terbesar di Jerman, Uni Kristen Demokrat-CDU dan Partai Sosial Demokrat-SPD selalu menghindari tema kampanye terkait Islam, budaya adiluhung Jerman dan integrasi. Hingga pertengahan Juli 2017, kandidat utama partai SPD, Martin Schultz mulai menyinggung krisis pengungsi.

Sebuah tema, yang menurut pakar politik Oskar Niedermayer, bersama dengan tema Islam dan terorisme, akan menjadi tema paling penting. Periset partai kenamaan dari Berlin ini kepada DW mengatakan: "Dalam masa kampanye beberapa pekan mendatang, ini bisa jadi potensi untuk terus digoreng."

Apa yang menyebabkan diskusi mengenai Islam atau Syariah jadi sulit? Terdapat banyak penafsiran, yang membuat batasan antara keduanya jadi baur. "Dengan syariah, orang dapat melanggar hak asasi manusia atau juga bisa menjadi landasan bagi HAM", ujar para hukum dan pakar Islam, Mathias Rohe kepada DW disela-sela sebuah seminar di Frankfurt.

Toleransi Beragama di Jerman

Merasa Anggota Masyarakat

Seorang perempuan muslim di Jerman mengenakan sebagai hijab sehelai bendera Jerman, yang berwarna hitam, merah, emas untuk menunjukkan keanggotaannya dalam masyarakat Jerman.

Toleransi Beragama di Jerman

Poetry Slam Antar Agama

Perlombaan ini digelar 17 Agustus 2013 di Berlin. Pesertanya : penulis puisi dari kelompok agama Islam, Yahudi dan Kristen. Mereka membacakan sendiri karyanya. Pelaksananya yayasan Jerman, Friedrich Ebert Stiftung.

Toleransi Beragama di Jerman

Jurusan Teologi Yahudi

Jurusan ini diresmikan 19 November 2013 di Universitas Potsdam. Pada semester pertama, jurusan yang berakhir dengan gelar Bachelor ini memiliki mahasiswa 47 orang dari 11 negara. Jurusan ini juga terbuka bagi orang non-Yahudi, yang berniat mempelajari teologi Yahudi.

Toleransi Beragama di Jerman

Hari "Open Door" Mesjid 2013

"Tag der offenen Moschee" diadakan setiap tahun di Jerman, pada tanggal penyatuan Jerman, 3 Oktober. Pelaksanaannya dikoordinir berbagai perhimpunan Islam di Jerman. Lebih dari 1.000 mesjid di Jerman menawarkan ceramah, pameran, brosur informasi dan acara pertemuan serta tur di dalam mesjid. Setiap tahun lebih dari 100.000 warga menggunakan kesempatan untuk lebih mengenal Islam itu.

Toleransi Beragama di Jerman

Mencari Informasi dan Berkenalan

Pengunjung pada hari "open door" di Mesjid Sehitlik, Berlin. Sebanyak 18 mesjid di Berlin, setiap tanggal 3 Oktober membuka pintunya bagi semua orang.

Toleransi Beragama di Jerman

Saling Menerima

Suster dari tiga ordo Katolik mengunjungi mesjid Yavuz Sultan Selim di Mannheim, pada "Hari Katolik" ke-98, tanggal 17 Mei 2012. Bertepatan dengan Hari Katolik tersebut, mesjid Yavuz Sultan Selim mengadakan hari pembukaan pintu.

Toleransi Beragama di Jerman

Pelajaran Agama Islam di Sekolah Jerman

Guru Merdan Günes berdiri bersama murid-murid di sekolah dasar kota Ludwigshafen-Pfingstweide, pada pelajaran agama Islam. Foto dibuat 09.12.2010. Pelajaran agama Islam mulai dilaksanakan di sebuah sekolah di negara bagian Rheinland Pfalz sejak tahun ajaran 2003/2004, dan sejak itu semakin diperluas.

Toleransi Beragama di Jerman

Belajar Toleransi

Guru Bülent Senkaragoz dalam pelajaran agama Islam di sekolah Geistschule di kota Münster. Foto dibuat 25/11/2011. Senkaragoz mengatakan, "Tugas saya bukan mengajarkan kepada murid, bagaimana cara sembahyang yang benar bagi seorang Muslim." Murid-murid di sini belajar tentang pentingnya toleransi. Pelajaran agama Islam dimulai di negara bagian Nordrhein Westfalen sejak 1999.

Toleransi Beragama di Jerman

"Mein Islambuch"

"Mein Islambuch“ (buku pelajaran Islam saya). Ini adalah buku pelajaran agama Islam baru untuk sekolah dasar. Ditulis oleh Serap Erkan, Evelin Lubig-Fohsel, Gül Solgun-Kaps dan Bülent Ucar. Di sebagian besar negara bagian yang dulu termasuk Jerman Barat, pelajaran agama Islam sudah termasuk kurikulum sekolah.

Toleransi Beragama di Jerman

Berjalan Bersama

Buku pelajaran lain berjudul "Miteinander auf dem Weg" (bersama dalam perjalanan). Tokoh utama dalam buku itu hidup di dalam masyarakat, di mana pemeluk agama Kristen, Yahudi dan Islam hidup bersama dengan hak-hak sama. Seperti tampak pada salah satu ilustrasinya.

Toleransi Beragama di Jerman

Guru Agama Islam Orang Jerman

Annett Abdel-Rahman adalah guru pelajaran agama Islam di sekolah tiga agama di Osnabrück. Guru perempuan ini mengenakan jilbab, sementara rekannya yang Yahudi memakai kippah. "Bagi saya penting untuk memaparkan persamaan agama-agama Samawi kepada para murid," kata Annett Abdel-Rahman.

Toleransi Beragama di Jerman

Buka Puasa Bersama

Sebelum buka puasa bersama, para tamu membeli makanan dan manisan khas Turki, di Lapangan Kennedy di kota Essen. Dalam kesempatan ini umat berbagai agam bisa menikmati makanan bersama. Selama bulan puasa, hingga 500 orang, terdiri dari warga muslim dan non muslim datang ke tenda besar di lapangan tersebut.

Toleransi Beragama di Jerman

Sama-Sama Warga Kota

Di bawah moto ”Wir sind Duisburg” (kitalah Duisburg), penduduk sekitar rumah tempat tinggal warga Roma di kota Duisburg dan sejumlah ikatan masyarakat serta persatuan warga Roma mengundang imigran untuk bersama-sama menyantap sarapan.

Toleransi Beragama di Jerman

Pekan Antar Budaya

Seorang perempuan Senegal berdiri di lapangan pusat kota Halle an der Saale, di sebelah gambar gedung pemerintahan Rusia, Kremlin. Dalam "Interkulturellen Woche Sachsen-Anhalt" diadakan berbagai pesta, pameran, ceramah di negara bagian itu. Tujuannya mengembangkan toleransi bagi warga asing dan pengungsi. Pekan budaya ini adalah inisiatif gereja Jerman, dan diadakan akhir September setiap tahun.

Kesetaraan hak

Di negara-negara yang menerapkan sistem Syariah dan norma-normanya, terlihat jelas tendensi represif ini. Demikian kata Susanne Schröter, ketua pusat penelitian Islam Global- FFBI di Frankfurt dalam interview dengan DW. "Kita melihat bukan hanya dalam hak bersekolah ada diskriminasi yang serupa. Bahwa pria dan wanita tidak memiliki kesetaraan hak, dan kaum pria memiliki hak lebih besar".

Schröter juga melihat, di Eropa ada tendensi penerapan aturan Islam yang represif. "Di negara dimana ada kawasan hunian kaum Muslim, terutama di Inggris dan Perancis, kami melihat bahwa aturan Islam itu diterapkan pada tatanan sosial." Schröter menunjukkan contohnya, sejumlah cafe atau resoran di kawasan pemukiman ini, tidak boleh dikunjungi kaum perempuan. Di jalanan tidak ada lagi perempuan yang tidak mengenakan hijab."

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Didirikan Kaum Elite Jerman

Partai Alternatif untuk Jerman-AfD didirikan oleh kelompok elite, antara lain Bernd Lucke profesor ekonomi makro, Alexander Gauland, mantan sekretaris negara partai Kristen CDU, Konrad Adam, penerbit dan mantan wartawan koran kenamaan FAZ serta politisi dan Doktor ilmu kimia Frauke Petry (foto). Mula-mula program AfD memprotes secara terbuka politik pemerintah Jerman terkait krisis mata uang Euro

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Pendukung Partai AfD

AfD resmi didirikan Mei 2013. Siapa pendukung AfD? Lembaga Riset FORSA menunjukkan, dari pemilu di negara-negara bagian Jerman, 70% pemilih AfD adalah lelaki dari kisaran umur rata-rata dia atas 50 tahun dan tidak terikat salah satu agama. Juga banyak pendukung partai liberal FDP yang menyebrang mendukung AfD. Jumlah anggota partai AfD kini mencapai lebih 17.000 orang.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Partai Populis Kanan Anti Islam

Partai Alternatif untuk Jerman semula menuntut dibubarkannya zona mata uang Euro. Untuk menarik simpati banyak pemilih, AfD memilih retorika sebagai partai populis kanan dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam. AfD juga gelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme. Inilah resep yang membuat AfD sukses meraih kursi di parlemen Jerman dan parlemen Eropa.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Sukses di Negara Bagian Jerman

AfD raup sukses dalam pemilu regional di sedikitnya 10 negara bagian Jerman. Bahkan di dua negara bagian di kawasan timur Jerman, AfD raih lebih 20 persen suara. Juga di tiga negara bagian di barat, partai anti Islam dan anti Yahudi Jerman ini meraih perolehan suara lebih 12% . Keterangan partai menyebutkan AfD meraih seluruhnya 485 mandat di berbagai parlemen regional dan lokal.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Terwakili di Parlemen Eropa

Setahun setelah didirikan, dalam pemilu Parlemen Eropa 2014, ironisnya partai anti Uni Eropa ini meraih 7,1 persen suara. Terwakili dengan 7 mandat di Parlemen Eropa dan diterima bergabung dalam fraksi Konservatif dan Reformis Eropa-EKD. Tahun 2016 AfD diusir dari fraksi EKD setelah anggotanya Beatrix von Stoch dukung usulan penggunaan kekerasan senjata terhadap pengungsi.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dimusuhi Partai Mainstream Jerman

Partai AfD dimusuhi partai mainstream, Kristen Demkrat-CDU maupun Sosial Demokrat-SPD. Yang terutama beradu keras lawan keras adalah pengikut partai kiri otonom. Dalam kongres partai di kota Köln baru-baru ini, lebih 50.000 demonstran gelar aksi menentang AfD. Juga partai-partai besar menolak koalisi dengan partai populis kanan ini.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dipuji di Luar Negeri

Ironisnya, di saat partai dimusuhi banyak kalangan di Jerman, pujian mengalir dari luar negeri, khususnya dari Inggris. Kelompok pendukung Brexit dan yang skeptis terhadap Uni Europa memuji haluan partai AfD. Bahkan seorang tokoh partai anti Eropa di Inggris-UKIP, Douglas Carswell memuji partai populis kanan ini, dengan menyebut, jika ia warga Jerman, pasti memilih AfD dalam pemilu.

Di Jerman memang tidak ada diskriminasi semacam itu. Namun Schröter mengamati adan tendensi mulai naiknya tekanan dari kaum konservatif terhadap kaum remaja Muslimah, untuk mengenakan hijab di sekolah dan pemisahan jender.

"Banyak dilakukan mobbing lewat media sosial, dengan meneror orang tua yang membebaskan cara berbusana anaknya lewat internet, dan memaki anak perempuan mereka yang tidak mengenakan hijab sebagai pelacur", lapor pakar Islam dari Jerman itu.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Mencontoh India

Di tengah-tengah daerah pemukiman di daerah Wilmersdorf di Berlin, berdiri mesjid tertua Jerman yang masih terawat. Mesjid Ahmadiyya dirancang arsitek Karl August Herrmann dan bergaya seperti Taj Mahal di India. Mesjid ini diresmikan 1928.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Mesjid dan Misinya

Walaupun kaligrafi yang hias dinding dalam bahasa Arab, sejak dibuka semua khotbah dan ceramah di mesjid itu disampaikan dalam bahasa Jerman. Dulunya, mesjid itu didirikan dengan tujuan menyebar agama Islam. 1934 di sini untuk pertama kalinya menikah sepasang warga Jerman yang pindah ke agama Islam. Sekarang, ruang-ruang mesjid ini terutama digunakan sebagai pusat informasi dan sembayang Jumat.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Dijaga Kelestariannya

Tanda-tanda bergulirnya waktu juga tampak di bagian dalam Mesjid Ahmadiyya. Perang Dunia II berhasil dilewati dengan kerusakan berat. Pasukan Sovyet menembaki bangunan itu, setelah tentara Jerman menjadikannya tempat melancarkan serangan. Dengan bantuan sekutu dan sokongan dana dari Lahore, mesjid itu direnovasi setelah perang. Sejak 1993 mesjid dinyatakan sebagai monumen sejarah yang dilindungi.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Gaya 'Bauhaus' dengan Menara Mesjid

Mesjid berikutnya milik gerakan Ahmadiyyah berada di bagian kota Berlin yang bernama Heinersdorf. Mesjid bernama Khadija ini dibangun berdasarkan konsep seni bangunan Barat dan Islam. Bentuk jelas arsitektur gaya 'Bauhaus' yang berasal dari tahun 1920-an dipadu dengan kubah yang khas dan menara setinggai 12,5 meter.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Mesjid Terbesar

Mesjid Sehitlik di daerah Neukölln mendefinisikan diri sebagai pusat kebudayaan dan mesjid. Mesjid terbesar di Berlin itu bisa menampung 1.500 orang. Mesjid ini juga jadi salah satu lokasi yang dikunjungi Presiden Jerman Joachim Gauck akhir 2012, ketika resmi memulai tugasnya di Berlin.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Kuburan Islam

Mesjid Sehitlik didirikan tahun 1980-an di samping kuburan Islam, Sehitlik dan terus diperbesar. Tahun 1866 Raja Prusia Wilhelm I menyerahkan tanah tersebut kepada warga Turki. Sekarang, di kuburan itu hanya dilaksanakan upacara penguburan. Jenazah kemudian dimakamkan di kuburan lain atau dibawa ke engara asalnya.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Tukar Menukar Kebudayaan

Jemaat Sehitlik membuka hubungan ke warga sekitar yang bukan pemeluk agama Islam. Di samping acara-acara yang menyangkut topik-topik Islam dan umum, di sini orang bisa melihat-lihat bangunan dan dipimpin pemandu wisata. Kelompok yang berkunjung mendapat informasi tentang mesjid dan penjelasan tentang dasar-dasar Islam.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Pusat Islam

Jika dilihat sepintas, tidak tampak seperti mesjid. Mesjid Umar Ibn Al Khattab di daerah Kreuzberg berdiri harmonis dengan rumah-rumah tempat tinggal. Mesjid ini jadi bagian Pusat Islam Maschari. Di sini ditempatkan ruang sembayang, berbagai toko, kafe dan biro perjalanan. Selain itu, tempat pertemuan jemaah yang dibuka 2008 itu juga memiliki sebuah madrasah.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Pemandian Ritual

Dinding dan langit-langit yang yang penuh ornamen membentuk tempat pemandian di tingkah bawah Pusat Kompleks Maschari. Umat melakukan pencucian dan mengambil air wudhu di sini, secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Melongok Mesjid di Ibukota Jerman

Jemaah dari Berbagai Negara

Di ruang sembayang, di bawah lampu raksasa, ada tempat untuk sekitar 1.000 orang. Sebagian besar anggotanya memiliki akar Turki. Tetapi warga asal Arab, Bosnia dan Afrika juga berdatangan ke sini. Sembayang Jumat secara tradisional diadakan dalam bahasa Arab. Pada dua layar di dinding jemaah bisa mengikutinya dalam bahasa Jerman dan Turki.

Masyarakat multibudaya?

Peneliti partai dari Berlin, Niedermayer saat mencermati program kampanye masing-masing partai mencermati adanya pertanyaan, apakah Jerman seharusnya lebih banyak membuka diri ke arah sebuah masyarakat multibudaya? Ataukah mestinya sistem dan norma yang tumbuh secara historis di masyarakat Jerman lebih ditekankan lagi?

Niedermayer mengatakan, sejauh ini tidak ada satupun partai politik di Jerman yang menyasar kelompok Muslim sebagai target khusus. Padahal di Jerman saat ini bermukim sekitar 5 juta warga Muslim. Walau begitu tudak diketahui, berapa persennya yang memiliki hak pilih dalam pemilu.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Ke-2 Terbesar di Eropa

Di Jerman menetap sekitar 4 juta warga Muslim atau 5 persen dari populasi Jerman. Angka ini menempatkan Jerman, di bawah Perancis, sebagai negara ke-2 di Eropa dengan populasi Muslim terbanyak . Di Perancis ada sekitar 4,7 juta warga Muslim.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

NRW Terbanyak

Sekitar 1.343.000 warga Muslim tinggal di Nordrhein-Westfalen (NRW), menempatkan negara bagian ini menjadi wilayah dengan penduduk Muslim terbanyak di Jerman.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Dari Turki Terbanyak

Mayoritas Muslim di Jerman adalah pendatang dan keturunan migran generasi kedua atau ketiga. Turki merupakan negara asal Muslim Jerman terbanyak: 1,5 juta. Sementara Muslim di Jerman yang berasal dari Asia Tenggara hanya sekitar 73.000 orang, Afrika Utara 92.000, Eropa Tenggara 355.000. Dari Asia Tengah 13.000, Kawasan Timur Tengah 110.000 dan dari negara lainnya 32.000.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Banyak yang Punya Paspor Jerman

44,4 persen warga Muslim di Jerman memegang paspor Jerman. Secara prosentase, warga Muslim Jerman yang berasal atau keturunan dari negara-negara Asia Selatan dan Tenggara merupakan warga Muslim berkewarganegaraan Jerman terbanyak: 69,2 persen.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Muslim KTP?

Dari hasil jajak pendapat tahun 2008, hanya 36 persen yang menyatakan bahwa mereka benar-benar Muslim. Dan hanya 33, 9 persen warga Muslim Jerman yang menyatakan menjalankan kewajiban beribadah. Sementara 20,4 persen lainnya tidak pernah sama sekali.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Dibangun di Pusat Kota

Menurut statistik, di Jerman ada 206 mesjid dan sekitar 2.600 rumah ibadah kaum Muslim. 120 mesjid tengah dalam pembangunan atau dalam perencanaan. 53,7 persen mesjid yang ada di Jerman di bangun di pusat kota dan 26,8 persen di wilayah pemukiman.

Tujuh Fakta Muslim di Jerman

Aliran Terbesar

Di Jerman ada enam mazhab Islam dengan kaum Sunni yang terbanyak, yaitu 74,1 persen. Sementara penganut Alawiyah 12,7 persen, dan Syiah 7,1 persen.

Sementara itu pakar ilmu politik asal Dresden, Werner Patzelt menegaskan, dalam konteks multibudaya, kesetaraan hak antara lelaki dan perempuan adalah norma yang sudah berakar di Eropa dan harus jadi prasyarat umum. Patzlet berpendapat, persyaratan dasar bagi kehidupan multibudaya adalah, semua pendatang menerima budaya Jerman. "Semua tidak akan berjalan, jika sebagian orang, justru memaksakan penafsiran agamanya secara serius."

Matthias von Hein (as/ap)

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Belanda

Menyusul Perancis dan Belgia, di penghujung November 2016, parlemen Belanda menyetujui larangan pemakaian burqa dan niqab di beberapa tempat umum, termasuk di transportasi publik. Alasannya untuk jaminan keamanan publik. Aturan itu masih membutuhkan persetujuan dari senat.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Perancis

Perancis adalah negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burqa di tempat umum. Aturan ini perlahan dimulai tahun 2004, dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah yang dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah publik. Denda bagi pemakainya 150 €, sementara siapa pun yang memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Belgia

Belgia mengikuti jejak Perancis dengan memperkenalkan larangan pemakaian cadar pada tahun 2011. Aturannya melarang seseorang mengenakan pakaian yang mengaburkan wajah mereka di tempat umum. Perempuan yang tertangkap mengenakannya dapat dipenjara hingga tujuh hari atau dipaksa untuk membayar denda sekitar € 1.300.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Italia

Italia tidak memiliki larangan nasional atas pemakaian niqab atau burqa. Tetapi pada tahun 2010, kota Novara memberlakukan pembatasan itu- meskipun saat ini belum ada ketetapan sistem denda mengenainya. Di beberapa bagian Italia, pemerintah setempat telah melarang 'burqini'.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Spanyol

Beberapa distrik di Katalonia, Spanyol memiliki hukum terhadap burqa dan niqab. Pada tahun 2013, Mahkamah Agung membatalkan larangan di beberapa negara bagian, dengan alasan bahwa hal itu "membatasi kebebasan beragama". Tapi beberapa wilayah lain tetap memberlakukannya, berdasar ketetapan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia ECHR yang menyatakan pelarangan jilbab tidak melanggar HAM.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Bulgaria

Menyusul negara-negara lainnya di Eropa kini di Bulgaria, burka pun tak diperkenankan dikenakan di tempat umum- seperti gedung pemerintah dan lokasi wisata- dengan alasan keamanan. Tapi warga boleh memakainya untuk alasan pekerjaan maupun kesehatan.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Chad

Sejak dua serangan bom bunuh diri pada bulan Juni 2015, pemerintah melarang pemakaian niqab dan burqa di Chad. Perdana menteri Chad, Kalzeube Pahimi Deubet menyebutnya 'kamuflase' dan mengatakan semua burqa yang terlihat dijual akan dibakar. Sedangkan mereka yang kedapatan mengenakannya bisa ditangkap dan dihukum penjara..

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Kamerun

Sebulan setelah Chad, Kameren mengikuti jejaknya dengan melarang pemakaian burqa, menyusul aksi bom bunuh diri yang oleh orang-orang yang mengenakannya. Larangan itu ditetapkan di lima provinsi di negara itu

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Niger

Jilbab dilarang di Diffa, kawasan yang terteror oleh aksi kelompok Boko Haram. Presiden Niger juga tengah menyarankan agar jilbab pun dilarang.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Kongo-Brazzaville

Jilbab dengan penutup wajah penuh telah dilarang di tempat umum sejak tahun 2015 untuk mencegah serangan terorisme.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Swiss

Meskipun aturannya baru berlaku di wilayah Tessin, undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016. Siapapun yang tertangkap mengenakan cadar dapat didenda sampai 9200 €.

Tempat Dimana Niqab atau Burqa Dilarang

Mesir

Parlemen Mesir menggodok undang-undang larangan pemakaian cadar di tempat umum dan lembaga pemerintah. Aturan ini dibahas setelah Universitas Kairo melarang staf akademik mengenakan niqab di kelas suapaya lebih mudah berkomunikasi dengan para mahasiswanya.

Ikuti kami