1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Israel Bantah Bantu Pemberontak Suriah

6 Mei 2013

Suriah mengajukan protes keras atas serangan udara yang dilakukan Israel. Menurut Israel, serangan itu bermaksud mencegah pengiriman rudal kepada Hizbullah di Lebanon.

https://p.dw.com/p/18Sv6
Al Manar TV, smoke rises from what is purportedly an ammunition depot following an air strike in Dimas May 5, 2013. REUTERS/Al Manar TV/Handout via Reuters Tv
Suriah, DamaskusFoto: Reuters

Israel mencoba menenangkan Suriah setelah melakukan serangan udara ke sekitar Damaskus. Israel menyatakan langkah itu bukan untuk melemahkan rejim Bashar al Assad yang sedang menghadapi pemberontakan selama dua tahun.

Pejabat Israel mengatakan, Israel tidak ingin berpihak dalam konflik di Suriah dan justru khawatir, kelompok Islamis akan semakin kuat. Keluarga Assad selama puluhan tahun sudah menjaga kestabilan di Suriah.

Tapi Israel berulangkali memperingatkan tidak akan membiarkan kelompok Hizbullah mendapat persenjataan teknologi tinggi. Sumber intelijen menyebutkan, Israel menyerang tempat penyimpanan roket asal Iran yang ada di sekitar Damaskus, karena khawatir roket itu akan dikirim kepada kelompok Hizbullah di Lebanon.

Suriah sebelumnya menuduh Israel membantu kelompok pemberontak dengan melakukan serangan-serangan itu. Tapi anggota parlemen Israel Tzachi Hanegbi, orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak tudingan itu.

Dalam wawancara dengan Radio Israel, Hanegbi mengatakan pemerintah Israel ingin meredam ketegangan dengan Suriah. Semua kegiatan yang dilajukan Israel ditujukan pada kelompok Hizbullah, bukan terhadap rejim Suriah.

Suriah Protes ke PBB

Pemerintah Suriah mengecam serangan udara Israel dan menyebutnya sebagai ”deklarasi perang”. Suriah mengancam akan melakukan langkah pembalasan, tanpa menyebut rinciannya.

Pemerintah Suriah sudah mengirim surat protes ke Dewan Keamanan PBB dan menyebutkan, pesawat Israel melakukan ”agresi dan menembakkan peluru kendali terhadap tiga fasilitas militer”. Suriah juga menyebutkan, tuduhan bahwa pihaknya mengangkut peluru kendali ”sama sekali tidak berdasar”. Suriah menuding Israel bekerjasama dengan ”kelompok teroris”.

Sekjen PBB Ban Ki Moon memperingatkan semua pihak agar mencegah eskalasi konflik Suriah. Juru Bicara Sekjen PBB, Martin Nesirky mengatakan, semua pihak diminta untuk berupaya semaksimal mungkin ”mencegah eskalasi dalam konflik yang sudah sangat berbahaya ini”.

Ban Ki Moon juga melakukan pembicaraan telepon dengan Ketua Liga Arab Nabil al Arabi. Liga Arab menuntut intervensi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan dari Israel.

Rusia menyatakan sangat prihatin dengan serangan yang dilakukan Israel. Cina mengeritik serangan itu dan menyatakan, mereka ”menentang penggunaan kekerasaan dan percaya bahwa kedaulatan setiap negara harus dihormati.” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini sedang melakukan kunjungan ke Cina.

Senjata Kimia

Investigator hak asasi PBB Carla del Ponte menyatakan, ada petunjuk bahwa pihak pemberontak di Suriah menggunakan senjata kimia dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah.

”Menurut kesaksian yang kami kumpulkan, pihak pemberontak menggunakan senjata kimia, yaitu menggunakan gas sarin,” kata Del Ponte dalam wawancara dengan Radio Swiss hari Minggu (05/05).

Del Ponte selanjutnya menerangkan, penyelidikan belum selesai. Investigasi masih harus dilakukan dan harus ada verifikasi dan konfirmasi dari kesaksian-kesaksian yang baru. Tapi menurut penyelidikan sampai saat ini, pihak pemberontak yang menggunakan gas sarin.