1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Israel Perlonggar Blokade Gaza

17 Juni 2010

Di bawah tekanan dunia Internasional, Israel memutuskan melonggarkan blokade terhadap Jalur Gaza. Pasokan barang-barang keperluan umum bakal dipermudah. Namun peraturan mencegah penyelundupan senjata dipertahankan.

https://p.dw.com/p/Nt3y
Perdana Menteri Israel Benjamin NetanjahuFoto: picture alliance / dpa

Dengan pengawasan internasional, barang kebutuhan masyarakat sipil serta bahan untuk proyek-proyek sipil diizinkan dikirim ke Jalur Gaza. Demikian pernyataan yang disampaikan pemerintah Israel, Kamis (17/06). Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanjahu lebih lanjut menyatakan, Israel masih terus akan menjalankan langkah pengamanan yang sekarang diterapkan untuk mencegah penyelundupan senjata ke wilayah Palestina ini. Dan dalam beberapa hari ke depan, Israel akan memutuskan langkah-langkah selanjutnya untuk menerapkan keputusan ini. Sejak hari Minggu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memang telah mengatakan: "Prinsip politik yang kami jadikan panduan jelas: untuk mencegah senjata dan amunisi masuk ke Jalur Gaza. Dan di sisi lain, agar bantuan kemanusiaan dan barang-barang kebutuhan pokok tidak digunakan oleh militer. Hari-hari ini kami mendiskusikannya agar dapat diterapkan secara efektif. Kami juga akan melanjutkan bahasan tersebut pada pekan ini."

Pada saat yang bersamaan, kontrol bahan material untuk proyek pembangunan sipil diperluas di bawah pengawasan internasional. Sejumlah bantuan internasional untuk proyek infrastruktur seperti dari PBB atau Palang merah Internasional, yang sebelumnya dapat masuk lewat diplomasi gencar, kini dapat lolos ke Jalur Gaza seizin persetujuan militer Israel.

Ribuan produk kebutuhan sehari-hari, seperti misalnya tisue toilet, dianggap dapat membahayakan keamanan oleh pemerintah Israel. Oleh sebab itu, Israel melarang pengiriman barang seperti ini ke Jalur Gaza. Juga pipa besi untuk bangunan dilarang masuk Gaza, karena dianggap dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat roket.

Uni Eropa beberapa kali telah menuntut Israel untuk membuka blokade ini. Menurut Uni Eropa, blokade seperti ini tidak efisien, melihat masih banyaknya barang-barang yang dilarang masuk dikirim dari Mesir melalui terowongan-terowongan bawah tanah. Demikian disampaikan Direktur Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

Lage in Gaza - Flash-Galerie
Banyak bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel Desember 2008 sampai Januari 2009Foto: AP

Meski Eropa menyambut langkah awal ini, Menlu Prancis Bernard Kouchner mengatakan langkah tersebut belum cukup. Juga Yordania menyatakan seharusnya Israel mencabut blokade secara keseluruhan. Bila hanya peringanan blokade saja, menurut juru bicara pemerintah Yordania, Nabil Sharif, tak menyelesaikan persoalan.

Keputusan untuk memperlonggar blokade ini dikeluarkan setelah hujan kritik dan kecaman masyarakat internasional sehubungan dengan serangan militer Israel terhadap konvoi kapal bantuan Jalur Gaza, 31 Mei lalu. Keputusan ini juga merupakan tindak lanjut dari pembicaraan antara Utusan Khusus Timur Tengah Tony Blair bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu di Luxemburg, Senin (14/06).

Dengan diperlonggarnya blokade, kemungkinan Jalur Gaza bisa mendapatkan bahan bangunan, yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat serangan Israel Desember 2008 sampai Januari 2009. Israel menerapkan blokade terhadap Jalur Gaza setelah seorang tentara Israel, Gilad Shalit, diculik oleh militan Hamas, Juni 2006.

Yuniman Farid/dpa/afp/rtr

Editor: Hendra Pasuhuk