1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jalan Tol Sepeda Hemat Waktu dan Biaya

Karin Jäger15 Februari 2013

Siapapun yang pernah terjebak macet pasti tahu kalau mobil memakan waktu, amarah dan uang. Di Jerman tengah dibangun jalan tol sepeda untuk mendorong lebih banyak komuter memilih sepeda ketimbang mobil.

https://p.dw.com/p/17eng
Foto: DW

Bettina Cibulski bersepeda ke kantor. Setiap hari. "Lima kilometer - perjalanan yang mudah, tapi saya akan tetap bersepeda walaupun lebih lama," ujarnya.

Cibulski adalah jurubicara bagi klub bersepeda nasional Jerman ADFC - namun ia tergolong minoritas. Hanya 1 dari 10 warga Jerman yang bersepeda ke kantor dibandingkan yang naik mobil atau kendaraan umum.

Namun ADFC bertekad untuk mengubah angka tersebut. Sebuah studi yang digelar Kementrian Transportasi Jerman menemukan bahwa apabila separuh dari total perjalanan di bawah 5 kilometer dijalani dengan sepeda dan bukan mobil, hampir 6 juta ton emisi karbondioksida dapat dihindari per tahun - empat persen dari seluruh emisi yang diakibatkan lalu lintas sehari-hari.

Jalan tol sepeda dua jalur

Survey juga menunjukkan bahwa para pesepeda umumnya lebih cepat mencapai kantor ketimbang pengendara mobil. Saat mobil terjebak macet, sepeda dapat melaju di antara mobil-mobil yang mengantri. Sejumlah pesepeda, seperti Cibulski, cukup beruntung untuk memiliki jalur sepeda yang memadai untuk perjalanan mereka.

Bettina Cibulski
Bettina Cibulski, satu dari segelintir warga yang bersepeda ke kantorFoto: privat

"Di kota saya di Bremen, banyak orang yang bersepeda ke kantor, jadi para pejabat pemerintah merespon dengan membuat jaringan jalur sepeda yang baik," jelasnya.

Pemerintah negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW) ingin selangkah lebih maju dan membuat jalan tol sepeda untuk mengurangi kepadatan jalan.

Jalan tol sepeda pertama di Jerman rencananya memiliki panjang 85 kilometer melalui pusat-pusat kota termasuk Duisburg, Essen, Bochum dan Dortmund. Pemerintah ingin memperbaiki jaringan jalur sepeda di kota-kota besar lainnya seperti Köln dan Düsseldorf.

Pemerintah NRW juga tertarik untuk mendorong warga menggunakan sepeda dalam perjalanan jarak jauh.

Pesepeda nantinya akan memiliki jalan tol dua jalur selebar 4-5 meter dan dilengkapi sejumlah lampu lalu lintas. Serta ada rencana untuk menambahkan lampu-lampu jalan, rambu-rambu dan bahkan pusat pelayanan untuk beristirahat atau reparasi sepeda.

Eifel Monschau Radweg
Di sejumlah wilayah pedesaan sudah ada jalur sepeda yang tertata baikFoto: DW/K. Jäger

Dua juta komuter

Jalan tol sepeda antara Duisburg dan Essen dibangun sepanjang bekas jalur kereta, yang hingga kini pengerjaannya masih berlangsung. "Pada dasarnya ini sangat hebat, karena ada 2 juta warga di kawasan ini yang bisa memakai sepeda ke kantor. Ini potensi besar," tandas Cibulski.

Banyak orang yang tidak ingin kelelahan saat bersepeda di jalan menanjak beralih ke sepeda dengan mesin listrik. Sepeda yang disebut e-bike ini semakin populer di Jerman.

Menurut ADFC, sudah ada sekitar 1 juta e-bike di Jerman. "Tahun-tahun berikutnya, angka ini akan naik 3 kali lipat," tegas Cibulski dengan penuh keyakinan. "E-bike adalah alternatif yang bagus kalau anda ingin cepat sampai tanpa keluar keringat."

E-bike sebagai masa depan?

Fahrradfahrer
Satu masalah bisa jadi pesepeda yang kerap mengabaikan rambu lalu lintasFoto: DW

Pengamat lalu lintas Michael Schreckenberg dari Universitas Duisburg University justru kurang antusias menanggapi e-bike. "Sepeda listrik dapat lari kencang hingga 40-45 kilometer per jam, yang jelas sangat berbahaya."

Schreckenberg juga menekankan bahwa pasti ada titik pertemuan antara jalur sepeda dengan lalu lintas mobil. Ia menilai pesepeda kerap kurang hati-hati pada situasi semacam ini - mereka tidak mengindahkan lampu merah, menggunakan ponsel atau bahkan mabuk. Dan karena kekurangan personel, polisi jarang mengecek pesepeda, dan pelanggaran lalu lintas sepeda mempunyai konsekuensi yang lebih ringan.

Semua ini membuat Schreckenberg menanggapi secara skeptis rencana untuk mendorong lebih banyak warga agar bersepeda ke kantor. "Bersepeda juga sangat tergantung dengan cuaca - pada musim dingin saya tidak bisa begitu saja bersepeda dengan jas melewati hujan, salju dan es," ungkap Schreckenberg.

Michael Schreckenberg Physiker
Schreckenberg menilai semakin sedikit kebutuhan akan jalur sepeda di masa depanFoto: Michael Schreckenberg

Jalur yang lain lagi

Meski Menteri Transportasi Jerman Peter Ramsauer memutuskan untuk mengimbau lebih banyak warga bersepeda, ia berencana memotong separuh dari anggaran negara untuk jalur sepeda di jalanan pedesaan. Dana untuk jalan tol sepeda sepanjang NRW datang dari administrasi negara bagian, sehingga mengkhawatirkan sejumlah walikota yang harus ikut menanggung beban anggaran.

Pembangunan jalan tol sepeda masih diwarnai kontroversi hingga kini. Dan Schreckenberg yakin perkembangan demografi akan mengurangi kebutuhan terhadap jalan tol sepeda: "Populasi menurun. Masyarakat bertambah tua - beban lalu lintas juga pasti ikut menurun."