1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menantu Trump Kehilangan Akses Keamanan Tingkat Tinggi

28 Februari 2018

Suami Ivanka Trump, Jared Kushner, termasuk dalam daftar staf Gedung Putih yang kehilangan akses ke pertemuan 'top secret' dinas intelijen AS.

https://p.dw.com/p/2tS5B
China Jared Kushner in Peking
Foto: Reuters/T. Peter

Jared Kushner, menantu dan penasehat senior Presiden AS Donald Trump, tidak lagi mendapatkan akses ke laporan rahasia dari dinas intelijen di Gedung Putih, demikian berita situs Politico Selasa (27/02), mengutip pernyataan dua pejabat AS.

Status ijin pengesahan keamanan Kushner diturunkan dari level top secret/SCI (informasi sensitif) ke level secret. Demikian menurut para pejabat tersebut.

Keputusan ini berarti pria 37 tahun tersebut tidak berhak mengakses laporan dinas intelijen AS yang paling penting, briefing harian Presiden - termasuk analisa dinas intelijen yang sangat rahasia, informasi tentang operasi CIA, dan laporan dari narasumber AS yang paling sensitif atau informasi dari dinas intelijen negara sekutu.  

 

Perubahan status keamanan beberapa staf Gedung Putih

Beberapa pengamat berpendapat, pengurangan akses bagi Kushner turut mengurangi kredibilitasnya dalam administrasi Trump dan mempengaruhi upaya AS menegosiasi perdamaian Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa hari sebelum kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih.

The Washington Post melaporkan bahwa pejabat dari empat negara lain telah berbicara secara pribadi tentang bagaimana mereka bisa mengendalikan Kushner. Mengutip pejabat AS dan mantan pejabat AS, harian tersebut mengatakan bahwa pejabat asing dari Israel, Meksiko, Cina dan Uni Emirat Arab menilik masalah keuangan Kushner, pengaturan bisnis dan kurangnya pengalaman tentang kebijakan luar negeri sebagai sarana untuk menekan pemerintahan Trump.

Gedung Putih telah bergulat dengan masalah izin keamanan sejak muncul berita bahwa sekretaris staf Rob Porter bekerja selama setahun untuk dengan izin keamanan sementara, meskipun dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga oleh kedua mantan istrinya. Porter menyatakan dirinya tidak bersalah.

Batas akhir pekan lalu

Kepala Staf Gedung Putih John Kelly memerintahkan agar pejabat administrasi Trump yang menunggu izin permanen harus kehilangan akses mereka terhadap rahasia tertinggi negara jika mereka tidak menerima izin pada Jumat lalu (23/2).

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders berulang kali menolak untuk mengomentari langkah tersebut dalam sebuah briefing pada hari Selasa (27/2), dengan mengatakan bahwa Kushner akan "terus melakukan pekerjaan penting yang telah dia lakukan sejak dia memulai di pemerintahan."

Pengacara Kushner, Abbe D. Lowell, mengatakan kepada The Associated Press bahwa kemampuan Kushner untuk melakukan pekerjaannya tidak akan terpengaruh oleh perubahan apapun terhadap akses yang dimilikinya.

"Ada selusin atau lebih orang di tingkat Kushner yang prosesnya tertunda. Tidak jarang proses ini memakan waktu lama di pemerintahan baru. Tidak ada kekhawatiran yang diajukan tentang Kushner,"kata Lowell.

Media di AS memberitakan, FBI memiliki sejumlah data investigasi dari para staf Trump yang membutuhkan izin pengesahan keamanan dan prosesnya akan selesai dalam kurun waktu satu bulan.

Masih belum jelas apakah dan kapan Kushner akan kembali memiliki akses ke briefing harian Presiden Trump.

vlz/yf (AP, dpa, Reuters)