Jaringan Fake News Ekstrem Kanan Eropa Terungkap, Facebook Tutup Puluhan Akun

Facebook menutup 27 akun di Polandia dan 23 akun di Italia dengan hampir 5 juta pengikut. Akun-akun itu memuat fake news dan hoaks dan menyebarkan propaganda anti-Islam, anti-migran dan anti-Yahudi. Apa taktik mereka?

"Kami telah menutup banyak akun palsu dan akun duplikat yang melanggar aturan kami," kata Facebook di situsnya. Minggu lalu, kelompok aktivis internet "Avaaz" melaporkan akun-akun Polandia itu kepada Facebook. Menurut Avaaz, akun-akun itu punya sekitar dua juta pengikut (followers).

Bulan April lalu, Facebook juga menutup 23 akun dari Italia dengan hampir 2,5 juta followers karena menyebarkan berita palsu dan hoaks. Kelompok Avaaz menyambut "tanggapan cepat" Facebook. Namun dengan mendekatnya pemungutan suara untuk Parlemen Eropa, Avaaz meminta Facebook menyisir jaringannya di Eropa atas konten-konten berita palsu dan yang menghasut.

"Ini semua kembali membuktikan bahwa kebohongan yang secara sengaja dirancang untuk menyulut kebencian dan perpecahan di antara masyarakat memang disebarkan dengan cepat lewat jalur media sosial," kata Direktur Kampanye Avaaz, Christoph Schott.

Aksi unjuk rasa kelompok ultra kanan di Polandia

Disinformasi secara sistematis

"Yang kita lihat ini adalah disinformasi secara sistematis. Jadi berita palsu itu tidak muncul secara spontan satu di sana, lalu satu lagi di sini, melainkan ini adalah jaringan (penyebar) yang sekali terbit mencapai jutaan followers, jutaan orang, lalu dari jutaan pengikut itu tersebar lagi ke lebih bayak orang, agar makin banyak orang yang percaya kebohongan yang disebarkan," Christoph Schott memaparkan.

Selanjutnya dia menjelaskan, berita bohong yang tersebar itu pada akhirnya akan dianggap "fakta" oleh para pengikut, yang tidak membaca lagi berita dari sumber lain.

"Apa yang kami temukan mengejutkan kami sendiri", kata Christoph Schott tentang penyelidikan yang dilakukan kelompok Avaaz. "Kami menemukan jaringan disinformasi ini di hampir semua negara (Eropa). Kami memberi informasi tentang akun-akun ini kepada Facebook, yang selama tiga bulan terakhir sudah mengakumulai 500 juta views."

Aksi anti-migran kelompok ultra kanan Jerman di Berlin

Klip video dan penyebaran kebencian

Sebagai contoh propaganda sayap kanan, Avaaz menunjuk halaman Italia yang mendukung partai Liga Matteo. Halaman itu menerbitkan video yang seakan memperlihatkan para migran sedang menghancurkan mobil polisi. Video itu sebenarnya adalah adegan film, dan posting tersebut sudah dibantah beberapa kali, tetapi masih tetap "dibagikan secara luas," kata Avaaz. Juga sebuah halaman dalam bahasa Polandia menggunakan tangkapan layar (screenshot) dari sebuah film untuk mendukung berita berita palsu tentang pengemudi taksi migran yang memerkosa seorang perempuan.

Taktik lain digunakan oleh halaman kelompok ultrakanan Spanyol dengan mengubah nama grup. Misalnya mereka memulai grup yang memakai nama  tidak mencolok, seperti "watchmoviesforfree.es" dan kemudian secara bertahap mengubah namanya menjadi "Watch Movies", lalu "Movies of Spain" dan kemudian "Fight for Spain". Konten yang disajikan adalah konten-konten ultra kanan. Taktik serupa juga ditemukan Avaaz di Italia.

"Aktor-aktor jahat rupanya mengambil contoh dari Rusia; mereka sudah mengerti bagaimana mereka harus melakukannya," kata Christoph Schott. "Mereka membangun kelompok, kadang-kadang memulai sebagai kelompok gaya hidup, kelompok musik dan kemudian perlahan tapi pasti mulai menempatkan posting-posting ultra kanan," tulis Avaaz dalam laporan di situsnya yang memaparkan hal itu juga dilakukan jaringan ultra kanan di Jerman.

hp/ts  (ap, afp, avaaz)

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Didirikan Kaum Elite Jerman

Partai Alternatif untuk Jerman-AfD didirikan oleh kelompok elite, antara lain Bernd Lucke profesor ekonomi makro, Alexander Gauland, mantan sekretaris negara partai Kristen CDU, Konrad Adam, penerbit dan mantan wartawan koran kenamaan FAZ serta politisi dan Doktor ilmu kimia Frauke Petry (foto). Mula-mula program AfD memprotes secara terbuka politik pemerintah Jerman terkait krisis mata uang Euro

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Pendukung Partai AfD

AfD resmi didirikan Mei 2013. Siapa pendukung AfD? Lembaga Riset FORSA menunjukkan, dari pemilu di negara-negara bagian Jerman, 70% pemilih AfD adalah lelaki dari kisaran umur rata-rata dia atas 50 tahun dan tidak terikat salah satu agama. Juga banyak pendukung partai liberal FDP yang menyebrang mendukung AfD. Jumlah anggota partai AfD kini mencapai lebih 17.000 orang.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Partai Populis Kanan Anti Islam

Partai Alternatif untuk Jerman semula menuntut dibubarkannya zona mata uang Euro. Untuk menarik simpati banyak pemilih, AfD memilih retorika sebagai partai populis kanan dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam. AfD juga gelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme. Inilah resep yang membuat AfD sukses meraih kursi di parlemen Jerman dan parlemen Eropa.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Sukses di Negara Bagian Jerman

AfD raup sukses dalam pemilu regional di sedikitnya 10 negara bagian Jerman. Bahkan di dua negara bagian di kawasan timur Jerman, AfD raih lebih 20 persen suara. Juga di tiga negara bagian di barat, partai anti Islam dan anti Yahudi Jerman ini meraih perolehan suara lebih 12% . Keterangan partai menyebutkan AfD meraih seluruhnya 485 mandat di berbagai parlemen regional dan lokal.

Flaggen vor dem Europäischen Parlament Flash-Galerie (Picture-alliance/dpa)

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Terwakili di Parlemen Eropa

Setahun setelah didirikan, dalam pemilu Parlemen Eropa 2014, ironisnya partai anti Uni Eropa ini meraih 7,1 persen suara. Terwakili dengan 7 mandat di Parlemen Eropa dan diterima bergabung dalam fraksi Konservatif dan Reformis Eropa-EKD. Tahun 2016 AfD diusir dari fraksi EKD setelah anggotanya Beatrix von Stoch dukung usulan penggunaan kekerasan senjata terhadap pengungsi.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dimusuhi Partai Mainstream Jerman

Partai AfD dimusuhi partai mainstream, Kristen Demkrat-CDU maupun Sosial Demokrat-SPD. Yang terutama beradu keras lawan keras adalah pengikut partai kiri otonom. Dalam kongres partai di kota Köln baru-baru ini, lebih 50.000 demonstran gelar aksi menentang AfD. Juga partai-partai besar menolak koalisi dengan partai populis kanan ini.

7 Fakta AfD: Partai Anti Islam di Jerman

Dipuji di Luar Negeri

Ironisnya, di saat partai dimusuhi banyak kalangan di Jerman, pujian mengalir dari luar negeri, khususnya dari Inggris. Kelompok pendukung Brexit dan yang skeptis terhadap Uni Europa memuji haluan partai AfD. Bahkan seorang tokoh partai anti Eropa di Inggris-UKIP, Douglas Carswell memuji partai populis kanan ini, dengan menyebut, jika ia warga Jerman, pasti memilih AfD dalam pemilu.


Konten terkait

Ikuti kami