1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Travel

Dimulainya Era Pariwisata Luar Angkasa

Kristie Pladson
12 Juni 2021

Pendiri Amazon, Jeff Bezos akan memulai penerbangan ke luar angkasa pada Juli mendatang, menandai dimulainya era pariwisata luang angkasa. Perusahaan penerbangan lain pun mulai berlomba menawarkan perjalanan serupa.

https://p.dw.com/p/3ujqa
Foto Jeff Bezos saat memantau uji coba roket New Shepard
Foto Jeff Bezos saat memantau uji coba roket New ShepardFoto: Blue Origin/ZumaPress/picture alliance

Awal pekan ini, tak lama setelah Jeff Bezos dari Amazon mengumumkan bahwa dia akan terbang ke luar angkasa pada 20 Juli mendatang dengan pesawat yang dirancang oleh perusahaan kedirgantaraannya Blue Origin, desas-desus mulai beredar bahwa Sir Richard Branson dari Virgin Records juga akan melakukan hal yang sama dengan pesawat rancangan perusahaannya, Virgin Galactic.

Persaingan antara dua miliarder ini menyoroti menggeliatnya aktivitas pariwisata ruang angkasa, karena perusahaan-perusahaan berusaha menawarkan perjalanan ruang angkasa kepada orang-orang, atau setidaknya bagi mereka yang mampu membayar paket perjalanan tersebut. Sejauh ini perjalanan ruang angkasa masih dilakukan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan keperluan penerbangan.

Hanya ada tujuh orang yang pernah terbang ke luar angkasa sebagai turis. Antara tahun 2001 dan 2010, perusahaan pariwisata luar angkasa Space Adventures memfasilitasi penginapan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan harga antara US$ 20 juta (Rp 280 miliar) dan US$ 40 juta (Rp 560 miliar) per kursi.

Destinasi yang lebih tinggi

Sebuah studi dari konsultan industri luar angkasa dan satelit Northern Sky Research (NSR) memperkirakan pasar perjalanan dan pariwisata luar angkasa akan menghasilkan pendapatan hampir US$ 8 miliar (Rp 112 triliun) antara tahun 2020 dan 2030.

Ada tiga jenis penerbangan yang ditawarkan: orbital, suborbital, dan parabola. Penerbangan orbital mencapai kecepatan yang cukup tinggi untuk tetap berada di orbit mengelilingi Bumi. Penerbangan suborbital terbang lebih lambat dari penerbangan orbital, mencapai luar angkasa, tetapi tanpa kecepatan untuk memasuki orbit.

Sementara penerbangan parabola, yang paling mudah diakses dari ketiganya, berlangsung di pesawat komersial yang dimodifikasi yang melakukan manuver khusus. Penumpang akan merasakan sensasi perasaan tanpa bobot yang dialami di luar angkasa tanpa pergi ke sana. Lebih dari 100 penerbangan parabola terjadi pada tahun 2019, dengan tiket seharga US$ 5.000 (Rp 70 juta) per orang. Penerbangan jenis ini adalah yang paling mudah diakses dari segi harga dan teknologi.

Menurut NSR saat ini orang-orang mulai melirik penerbangan orbital dan suborbital yang lebih mahal dan lebih kompleks dalam segi teknis. Penerbangan suborbital membawa penumpang keluar dari atmosfer bumi selama beberapa menit, di mana mereka memiliki pemandangan planet asal mereka dan sensasi tanpa bobot, kemudian kembali ke Bumi beberapa menit kemudian. Kedua penerbangan ini diprediksi menyumbang 98% dari pangsa pasar penerbangan ruang angkasa hingga tahun 2030.

Berapa harga wisata ruang angkasa?

Blue Origin dari Amazon, Virgin Galactic dari Richard Branson, dan SpaceX dari Elon Musk pun dianggap sebagai pelopor industri penerbangan ruang angkasa.

Setelah perjalanan bersejarah Bezos nanti, Blue Origin berencana menawarkan perjalanan suborbital dengan roket mereka New Shephard. Kapsul kru, yang terletak di bagian atas wahana, berisi kursi yang nyaman dan jendela besar yang dirancang untuk wisatawan. Harga kursi tersebut belum diketahui, meskipun lelang yang sedang berlangsung untuk satu kursi di penerbangan Bezos baru-baru ini mencapai US$ (Rp 56 miliar), dilansir laman Blue Origin.

Virgin Galactic juga menawarkan penerbangan suborbital komersial dengan roket mereka SpaceShipTwo. Perusahaan sudah memiliki daftar tunggu yang panjang dari orang-orang yang memesan kursi tersebut. Total biaya masih belum diketahui, tetapi reservasi memerlukan deposit US$ 250 ribu (Rp 3,5 miliar). Penerbangan komersial ditargetkan dimulai pada tahun 2022. Virgin Galactic berencana untuk menawarkan 1.200 penerbangan per tahun, dengan kapasitas enam kursi per penerbangan.

Virgin Galactic
Virigin Galactic menargetkan 1.200 penerbangan per tahun dengan kapasitas 6 kursi per penerbangan Foto: Virgin Galactic/AP Photo/picture alliance

Penerbangan seharga 10 dolar

SpaceX tengah fokus pada pengujian dan pengembangan daripada memasarkan paket wisatanya. Tidak seperti Blue Origin dan Virgin Galactic, pesawat ruang angkasa Crew Dragon milik SpaceX sudah dapat mencapai orbit rendah Bumi. Ini membuat SpaceX jadi perusahaan yang menawarkan perjalanan paling premium.

Sebelum akhir tahun 2021, perusahaan akan meluncurkan Inspiration4, misi penerbangan awak sipil pertama ke orbit Bumi. Dibeli oleh miliarder Jared Issacman, yang akan menjabat sebagai komandan, satu kursi dalam perjalanan empat orang akan diundi dalam lelang amal untuk siapa saja yang menyumbangkan lebih dari US$ 10 (Rp 140 ribu). Setidaknya ada tiga misi SpaceX lainnya direncanakan untuk beberapa tahun ke depan.

Apa isi paket wisata ruang angkasa?

SpaceX juga bekerja sama dengan perusahaan pialang Axiom dalam mengelola logistik perjalanan pertama perusahaan ke ISS, yang saat ini direncanakan pada Januari 2022. Seorang astronaut veteran akan menemani tiga turis dalam misi 10 hari yang mencakup 8 hari tinggal di stasiun luar angkasa. Axiom berencana untuk menawarkan beberapa paket penerbangan itu dalam setahun di samping rencana yang lebih besar untuk membangun modul layak huni yang terhubung ke ISS, yang disebut Axiom sebagai stasiun ruang angkasa komersial pertama di dunia.

"Semua orang membuat roket, tetapi tidak ada yang membangun tempat tujuan apa pun untuk dikunjungi," kata salah satu pendiri Axiom, Kam Ghaffarian, kepada CNBC pada Februari. "Banyak perusahaan sedang membangun wahana ke luar angkasa, tetapi ke mana mereka akan pergi, terutama ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional pensiun?"

Space Adventures juga bermitra dengan SpaceX untuk menempatkan wisatawan pada misi pertama yang sepenuhnya otonom ke luar angkasa. Perjalanan yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2022, akan mengirim empat individu ke orbit Bumi yang tinggi selama lima hari. Tidak ada astronaut terlatih yang akan berada di pesawat. Sebuah laporan NASA memperkirakan harga per kursi akan menelan biaya sekitar US$ 55 juta (Rp 770 miliar).

Raksasa penerbangan AS Boeing juga tak mau kalah meramaikan industri pariwisata ruang angkasa. Setelah menandatangani kesepakatan dengan NASA yang melibatkan bantuan Boeing dalam mengembangkan kapsul kru Boeing CST-100 Starliner, Boeing pun memiliki hak untuk menjual kursi di kapsul tersebut kepada wisatawan. (rap/vlz)