1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Sambut Terbentuknya Pemerintah Yunani

Bettina Marx21 Juni 2012

Melalui telfon, Kanselir Angela Merkel memberi ucapan selamat kepada pemimpin baru Yunani Antonis Samaras. Mengenai paket penghematan, kemungkinan Yunani tidak akan mendapatkan keringaan.

https://p.dw.com/p/15It0
The Greek Parliament is seen in Athens, Monday, May 7, 2012. Bailout-reliant Greece faces weeks of financial turmoil after voters angry at crippling income cuts punished mainstream politicians, let a far-right extremist group into Parliament and gave no party enough votes to govern alone. (Foto:Thanassis Stavrakis/AP/dapd)
Parlament Athen GriechenlandFoto: dapd

Berlin merasa gembira bahwa Yunani berhasil membentuk satu pemerintahan dalam waktu yang cepat. Dalam percakapan telefonnya bersama Antonis Samaras, Kanselir Jerman Angela Merkel mengucapkan selamat kepada perdana menteri yang baru ditunjuk ini dan juga mengundangnya ke Berlin. Juga rasa puas ditunjukkan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle. “Telah terbentuknya pemerintah di Athena dengan cepat menunjukkan bahwa para pendukung Eropa mengetahui betapa seriusnya situasi,“ dikatakan Westerwelle.

Tidak Ada Keringanan bagi Yunani

Namun demikian, pemerintah Jerman belum mengemukakan apakah persyaratan paket penghematan Yunani akan dikurangi atau tidak. Hal ini baru dapat diputuskan setelah laporan Troika, yaitu Uni Eropa, Bank Sentral Eropa ECB dab Dana Moneter Internasional IMF, yang dalam waktu dekan akan mengunjungi Athena. Demikian dikatakan wakil juru bicara pemerintah Jerman, Georg Streiter.

Antonis Samaras Vereidigung bei Präsident Karolos Papoulias
Pengambilan sumpah jabatan Antonis Samaras (kanan), Rabu (20/06)Foto: Reuters

Hari Minggu (17/06) setelah pengumuman kemenangan Partai Nea Demokratia, Weterwelle mengisyaratkan, Yunani dapat diberi lebih banyak waktu untuk melaksanakan persyaratan paket penghematan yang telah disetujui. Sementara Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäube menolak hal ini dengan tegas. “Kami tidak membebani Yunani dan kami juga tidak akan membebani warga Yunani,“ dikatakan Schäube kepada koran mingguan Jerman Die Zeit. Schäube merujuk pada pengalaman Jerman setelah reunifikasi. “Bahwa program penyesuaian, bahkan jika ini terlalu berat, dapat berjalan sukses, di banyak wilayah bisa terlihat sejak mulai runtuhnya Tembok Berlin,“ dijelaskan Schäube.

PK Angela Merkel und Mark Rutte
Angela Merkel (kanan) dan Mark Rutte saat konferensi pers di Berlin, Rabu (20/06)Foto: Reuters

Pujian bagi Spanyol, Portugal dan Italia

Sikap keras Merkel dan Schäube mendapat dukungan dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang tengah melakukan kunjungan di Berlin, Rabu (20/06). Setelah pembicaraannya dengan Angela Merkel, Rutte menyerukan Athena untuk memenuhi kewajibannya. “Jika Jerman, Belanda atau Finlandia harus membantu negara-negara di selatan Eropa, maka mereka harus mendukung perjanjian,“ dikatakan Rutte. Dalam waktu bersamaan, Rutte juga memuji upaya reformasi yang dilakukan Spanyol, Portugal dan Italia. Kanselir Jerman juga berpendapat sama, “Langkah-langkah yang diambil Spanyol, Portugal dan Italia sangat mengesankan.“

Merkel juga menunjukkan dukungannya terhadap permintaan bantuan bagi bank-bank yang diajukan Spanyol. “Bank harus direkapitalisasi dan harus bekerja agar perekonomian dapat mengalami pertumbuhan,“ ditegaskan Merkel. Namun pertumbuhan tidak mungkin tercapai tanpa konsolidasi anggaran negara. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan harus disertai dengan peningkatan daya saing.

Kerjasama Lebih Erat dan Kontrol Lebih Ketat

Menimbang KTT Uni Eropa yang akan digelar pekan depan, Kanselir Angela Merkel mengatakan, negara-negara Uni Eropa harus meningkatkan kerjasama. Peningkatan kerjasama harus dilakukan langkah demi langkah dan pengawasan juga harus ditingkatkan. Jangan sampai kembali terjadi bahwa perjanjian yang telah disetujui tidak dipenuhi. Tujuannya adalah untuk memulihkan kembali kepercayaan dan reliabilitas. Dalam konteks ini, tengah dibahas proposal untuk pengawasan perbankan Eropa. Juga dipertimbangkan kemungkinan untuk memberikan wewenang lebih besar kepada Bank Sentral Eropa untuk melakukan fungsi sebagai badan pengawas independen.