Jokowi: Demi Kemakmuran, Kita Harus Mau Sakit Dulu

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, meski dibiayai lewat utang. Menurutnya ketimpangan infrastruktur di luar Jawa memangkas daya saing Indonesia.

Pertaruhan Indonesia dengan membiayai pemerataan pembangunan infrastruktur lewat skema pinjaman luar negeri dianggap perlu. Presiden Joko Widodo menegaskan, kebijakan tersebut tidak hanya membidik ketimpangan, tetapi juga memperkuat pondasi pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Kenapa kita harus bangun di Papua, di Maluku Utara, di NTT, kenapa kita harus bangun di Indonesia bagian Timur? Ya kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja," katanya saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Senin, (24/9).

"Indonesia memiliki 17 ribu pulau. Saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, timur, betul-betul sangat mencolok dan jurangnya sangat lebar sekali," imbuhnya.

Baca Juga: Studi: Proyek Infrastruktur Cina Pangkas Kesenjangan di Asia dan Afrika

Menurutnya tanpa infrastruktur yang baik maka Indonesia akan kesulitan untuk bisa bersaing dengan negara lain. "Bagaimana negara ini bisa bersaing, mempunyai competitiveness index yang baik, mempunyai daya saing yang baik kalau infrastruktur jalan seperti itu? Enggak akan mungkin," ucapnya merujuk pada infrastruktur jalan di Papua sebagai contoh.

Posisi Indonesia dalam Indeks Daya Saing Global membaik dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada periode 2015-2016 Indonesia berada di peringkat 41 dari 137 negara, tahun lalu Indonesia bertengger di posisi 36, di atas Rusia, India dan Afrika Selatan.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Lahirnya mahakarya nusantara

28 tahun lamanya hingga patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) tegak berdiri di bukit desa Ungasan, Badung, Bali. Permainan kembang api dan laser menyemarakkan peresmian GWK, Sabtu malam (22/09/2018).

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Tertinggi ketiga

Patung GWK memiliki tinggi 121 meter atau 271 mdpl yang letaknya berada di atas lahan seluas 60 hektare. Setelah The Spring Temple Buddha di China berukuran 128 meter, dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar setinggi 130 meter dihitung dari dasarnya.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Bisa Bertahan 100 Tahun

"Patung GWK ini akan mampu bertahan selama kurang lebih 100 tahun dan saya yakin 100 tahun lagi patung GWK akan tetap menjadi karya peradaban yang dibicarakan, yang menjadi kebanggan bangsa dan menjadi warisan kebudayaan bangsa Indonesia," tutur Presiden Joko Widodo saat peresmian, Sabtu (22/09).

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Mahakarya setelah Borobudur

Patung Garuda Wisnu Kencana dianggap sebagai mahakarya modern, setelah karya besar peradaban masa lalu seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Seni berbalut teknologi

Patung GWK dibangun dengan mengolaborasikan seni dan teknologi. Proses pembuatannya harus melewati serangkaian tes, antara lain wind tunnel test atau tes ketahanan angin di Australia (Windtech) dan Kanada (RDWI), cavity test atau tes rongga secara berkala, dan soil test.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Ribuan pekerja dan seniman

Pembuatan patung tersebut total melibatkan 1.000 pekerja yang terbagi menjadi dua, yakni 400 pekerja di Bandung dan 600 pekerja di Bali. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan sekitar 120 seniman. Maestro di balik GWK adalah I Nyoman Nuarta yang sudah memulai proyek raksasa ini sejak 1989.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Proses panjang dan rumit

Konstruksi patung dibuat dengan material tembaga dan kuningan, ditopang 21.000 batang baja dengan berat total 2.000 ton dan jumlah baut sebanyak 170.000 buah. Patung GWK terdiri dari sekitar 754 modul. Satu modulnya berukuran 4x3 meter dengan berat kurang lebih 1 ton.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Putri Ayu bersenandung

Penyanyi Putri Ayu turut meramaikan acara peresmian patung GWK dengan membawakan lagu Indonesia Pusaka.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Pesan penyelamatan lingkungan

Patung GWK merupakan wujud dari Dewa Wisnu yang mengendarai seekor Garuda. Dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti) yang menjaga alam semesta. Patung GWK menurut I Yoman Nuarta didedikasikan sebagai simbol dari misi penyelamatan lingkungan.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Miliaran Rupiah

Total anggaran untuk mendirikan patung ini disebut mencapai 450 miliar Rupiah.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Dari era ke era

Pembangunan patung GWK Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar 1989. Pada awal 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui. Dan baru tahun 2018, di era Presiden Joko Widodo, GWK rampung.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Sirene peresmian

Mantan Presiden, Megawati Soekarnoputri dan Mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno turut serta menekan sirene saat peresmian patung Garuda Wisnu Kencana.

Mahakarya Patung Garuda Wisnu Kencana

Tak hanya ikon Bali

Patung GWK dianggap tak hanya menjadi simbol Pulau Dewata namun menjadi ikon Indonesia. "Saya melihat patung ini bukan hanya menjadi ikon budaya Bali atau ikon pariwisata Indonesia, tapi menjadi tapak sejarah. Bangsa kita akan mampu melahirkan karya-karya besar jika kita berani memulai dengan ide-ide besar," ujar Jokowi. Ed: ts/avz (dari berbagai sumber)

Meski demikian infrastruktur hanya mewakili porsi kecil pada indeks tersebut. Kesiapan tenaga kerja mengadopsi teknologi baru misalnya merupakan indikator yang lebih penting.

Hal ini disadari oleh Jokowi. Saat ini pemerintah sedang giat mengembangkan pendidikan kejuruan yang lebih berorientasi pasar dan teknologi. Untuk itu Indonesia antara lain bekerjasama dengan Jerman yang dikenal lewat kualitas pendidikan vokasinya. "Mentalitas yang berani berkompetisi, mentalitas yang berani bersaing, jangan senang diproteksi, jangan senang dilindungi," kata Jokowi.

"Ini yang kita kurang. Ini yang harus kita perbaiki dan benahi. Ya memang kadang-kadang kita harus sakit dulu, pahit dulu. Jangan suka yang instan, jangan suka yang cepat-cepat, karena enggak ada sekarang yang instan itu. Apalagi negara sebesar ini, semua pasti ada prosesnya," tuturnya.

Baca Juga: Ambisi Infrastruktur Jokowi Bebani BUMN

Terutama di tengah perang dagang yang berkecamuk, ditambah krisis di Argentina dan Turki, Jokowi menegaskan pemerintah harus memperkuat konsolidasi dan koordinasi antar lembaga dan kebijakan moneter, fiskal, serta dunia usaha. Ia ingin mengirimkan isyarat ke pasar internasional bahwa Indonesia adalah mitra yang serius.

"Negara ini sekarang memerlukan itu. Kalau membangun trust dan market confidence agar dunia internasional juga pasar dalam negeri percaya bahwa kita memiliki sebuah keseriusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negara ini,"

rzn/yf

Jokowi Blusukan di Papua

Delapan Kali di Papua

Selama lima jam Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo menumpang pesawat kepresidenan ke Papua. Ini adalah kali ke-delapan presiden mengunjungi provinsi di ufuk timur Indonesia itu sejak dilantik Oktober 2014 silam.

Jokowi Blusukan di Papua

Sertifikat Tanda Kemakmuran

Dalam kunjungannya kali ini presiden mendapat agenda ketat. Setibanya di Jayapura, Jokowi dijadwalkan menyerahkan 3.331 sertifikat hak atas tanah kepada penduduk setempat. Ia berpesan agar penduduk menyimpan dokumen penting tersebut dengan aman. "Dimasukkan ke plastik, difotokopi, jadi kalau hilang ngurus-nya lebih gampang," ujar Presiden.

Jokowi Blusukan di Papua

Kepemilikan Permudah Pinjaman

Penyerahan sertifikat tanah dinilai penting sebagai pondasi kemakmuran. Kini penduduk bisa menggunakan sertifikat tersebut untuk menambah pinjaman usaha. "Tapi hati-hati untuk agunan ke bank tolong dihitung, dikalkulasi bisa mencicil, bisa mengembalikan ndak setiap bulan? Kalau ndak, jangan," ucap Presiden.

Jokowi Blusukan di Papua

Sertifikat Kurangi Konflik Tanah

Tahun 2017 silam pemerintah membagi-bagikan 70.000 sertifikat kepada penduduk Papua. Tahun ini Badan Pertanahan Nasional menargetkan penyerahan 20.000 sertifikat tanah tambahan.

Jokowi Blusukan di Papua

Rombongan Menteri di Jayapura

Selain presiden dan ibu negara, rombongan kenegaraan ini juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Seketaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Jokowi Blusukan di Papua

Blusukan Infrastruktur

Selain bertemu penduduk, rombongan presiden juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah proyek infrastruktur vital, antara lain Pasar Mama Mama yang khusus dibangun buat kaum perempuan dan jembatan Holtekamp di atas Teluk Youtefa.

Jokowi Blusukan di Papua

Jembatan Memangkas Jarak

Jembatan sepanjang 732 meter ini menghubungkan Jayapura dengan Muara Tami. Keberadaan jembatan di atas Teluk Youtefa memangkas waktu perjalanan dari yang semula 2.5 jam menjadi hanya satu jam saja.

Ikuti kami