1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Kampung Indonesia di Museumsuferfest Frankfurt

Geofani Anggasta
24 Agustus 2019

Ada “kampung Indonesia” di festival tahunan terbesar negara bagian Hessen, Jerman. Lahan seluas 180 meter persegi 'disulap' menjadi kampung budaya Indonesia.

https://p.dw.com/p/3OQjj
Deutschland Mainuferfest in Frankfurt
Foto: DW/G. Anggasta

"Acara ini adalah lanjutan dari acara peringatan 17 Agustus lalu. Biasanya ‘kan penampilan budaya hanya dilaksanakan di Wisma Konjen, kali ini saya mau buat di sini, agar lebih banyak yang menonton, tidak hanya orang Indonesia tetapi orang Jerman juga. Saya mau jadikan ini promosi pariwisata dan budaya Indonesia,” ujar Konsulat Jendral RI, Toffery Soetikno.

Penampilan budaya Indonesia dibuka pukul 12 siang dengan penampilan tarian enerjik dari grup tari Srikandi Gaya Tari Nürnberg, yang membawakan Tari Doger dari Jawa Barat. Tarian rakyat ini biasanya dibawakan untuk menghibur pemetik daun teh. Tarian lain yang dipersembahkan adalah Tari Melinting dari Lampung. Iringan musik dari Gamelan Jawa nan harmonis mengalun temani santap makan siang pengunjung.

Deutschland Mainuferfest in Frankfurt
Indonesia tampil di MuseumsuferfestFoto: DW/G. Anggasta

Puas icip aneka kuliner Indonesia seperti somay, sate, nasi goreng, hingga bubur kacang hijau, pengunjung digoyang dengan iringan musik angklung dari grup Angklung Frankfurt yang sudah ada dari tahun 1980. Tiga buah lagu dibawakan seperti Bengawan Solo, lagu tradisional asal Betawi dan Kopi Dangdut, yang mengajak para pengunjung bergoyang asyik di depan panggung.

"Saya tidak sengaja lewat dan langsung terkesima dengan harmonisnya musik angklung. Saya belum pernah mendengar musik angklung dan saya sangat menyukai penampilan tadi, juga anak-anak saya,” ujar salah seorang warga Jerman yang jadi pengunjung festival, Alexander Frenzel.

Deutschland Mainuferfest in Frankfurt
Pengunjung melihat-lihat baju asal IndonesiaFoto: DW/G. Anggasta

Untuk melengkapi penampilan, presentasi fesyen show kebaya, batik dan tenun Baduy bisa jadi referensi tampil gaya. Aneka fesyen khas Indonesia beserta aksesoriesnya bisa juga dibeli di sini.

Kalau mau yang gratis, ada 100 buah kaos dibagikan KJRI Frankfurt untuk pengunjung. Mau yang lebih luar biasa gratisnya, pengunjung bisa ikut kuis memperebutkan hadiah tiket perjalanan pergi dan pulang Frankfurt-Jakarta.

Museumsuferfest pertama kalinya diadakan pada tahun 1988. Berlokasi di sepanjang tepi sungai Main di kota Frankfurt am Main, kini festival tahunan ini dihadiri lebih dari satu juta pengunjung. (Ed: yp)