Karya Seni Raksasa Yang Mengambang di Air

Budaya

Dari karya kuno Mesir ke London

Seniman populer kelahiran Bulgaria, Christo rencanakan untuk buka proyek seni terbarunya di Inggris tahun ini. Berjudul "The Mastaba", karya berbentuk seperti piramida, dan dibuat dari 7.000 barel minyak yang ditumpuk. Tumpukan ini akan mengambang di danau Serpentine di Hyde Park, London mulai 18 Juni dampai 23 September. Inspirasinya berasal dari piramida Mesir.

Budaya

Kalau seniman bermimpi...

Rencana pembuatan "The Mastaba" dimulai 1977. Proyek aslinya dibuat Christo dan istrinya, Jeanne-Claude dan rencananya akan dibuat di padang pasir, di selatan Abu Dhabi. Karya itu menggunakan 410.000 barel minyak yang diwarnai, dan rencananya jadi karya seni patung terbesar di dunia.

Budaya

Penghargaan bagi istrinya

Ketika Jeanne-Claude meninggal 2009, rencana untuk membuat "The Mastaba" di Abu Dhabi berubah. Itu tidak akan jadi karya monumental baru mereka, melainkan akan jadi lokasi monumen, bagi istri Christo. Karena keduanya sering berkunjung ke Uni Emirat Arab untuk melihat lokasi. Sekarang "The Mastaba" disebut sebagai "karya yang masih dikerjakan" di situs mereka.

Budaya

Seniman superlatif

Perjalanan mulai dari ide hingga terwujudnya karya seni bisa sangat panjang. Misalnya untuk karya mereka "Wrapped Reichstag" atau pembungkusan gedung parlemen Jerman di Berlin (foto) perlu waktu 23 tahun. Karya itu terwujud 1995. Mereka membungkus gedung parlemen Jerman dengan 100.000 meter persegi tekstil khusus. Lima juta pengunjung datang dalam waktu 14 hari.

Budaya

Tidak salah lagi

Di tahun 1990, karya Christo dan Jeanne-Claude jadi tambah berukuran dan berisiko besar. Seorang pekerja tewas ketika menempatkan salah satu dari 3.000 payung bagi instalasi ganda "The Umbrellas" di Jepang dan Kalifornia. Sejak itu Christo hanya menyewa pemanjat profesional dan insinyur, serta membayar perusahaan Jerman untuk membuat bahan-bahan yang dibutuhkannya.

Budaya

Jalan di atas air

Juni 2016, sekitar 1,2 juta orang bisa berjalan di atas danau Iseo di Italia di atas karya Christo yang berjudul "The Floating Piers." Kain sepanjang tiga kilometer, dan selebar 16 meter menghubungkan dua pulau di danau itu dengan kota Sulzano. Itu karya seni terpenting pertamanya, setelah istrinya Jeanne-Claude meninggal dunia. Penulis: Gabi Reucher (ml/ )

Dua tahun setelah karyanya "The Floating Piers" seniman Christo kembali hadir dengan karya raksasa yang tingginya 20 meter. "The Mastaba" dibuat dari ribuan barel minyak.