Kekurangan Personel, Promosi Militer Jerman Sasar Remaja di Bawah 18 Tahun

Militer Jerman Bundeswehr merekrut lebih banyak personel dengan promosi gencar ke kalangan remaja di bawah 18 tahun. Terutama setelah berakhirnya wajib militer tahun 2011, Bundeswehr kesulitan merekrut personel baru.

Sampai tahun 2024, militer Jerman Bundeswehr ingin kekuatan personelnya menjadi 198 ribu orang dari saat ini 179 ribu orang. Tapi ini tidak mudah. Tahun 2011, pemerintah saat itu menghapus wajib militer bagi pria Jerman yang sudah diberlakukan sejak 1956. Dengan perubahan itu, kewajiban memegang senjata hanya bisa diberlakukan di masa-masa darurat untuk alasan pertahanan negara.

Promosi Bundeswehr sejak tahun lalu menargetkan pria muda di bawah usia 18 tahun dengan kampanye gencar di media-media sosial, terutama di Youtube.

Kampanye ini cukup berhasil. Menurut data resmi, tahun 2017, ada 2.128 orang di bawah usia 18 tahun yang bergabung dengan Bundeswehr, naik 11,4 persen dari tahun 2016. Sembilan persen dari seluruh rekrutan baru berasal dari kelompok di bawah usia 18 tahun.

Screenshot YouTube-Kanal der Bundeswehr

Kanal Bundeswehr di Youtube

Trend baru setelah wajib militer berakhir

Clip video Bundeswehr di Youtube menunjukkan kegiatan para prajurit muda, diiringi dengan musik yang sangat dinamis, telah menarik perhatian luas dan dilihat lebih dari  64 juta kali.

Tema

Bulan Oktober tahun lalu, lalu lintas di situs web Bundeswehr meningkat 60 persen selama masa enam minggu penyiaran seri dokumentasi "Mali" di Youtube. Ceritanya mengisahkan pengalaman delapan serdadu Jerman yang ditugaskan dalam misi penjaga perdamaia di Mali, Afrika Barat.

Saluran khusus Bundeswehr di Youtube memiliki lebih dari 330 ribu pengikut. Video produksi terbarunya menggambarkan kehidupan satuan terjun payung muda. Selain di Youtube, Bundeswehr juga aktif di Facebook, Instagram, dan Snapchat.

Menurut survei Trendence Institute terhadap 20.000 siswa sekolah di Jerman, militer dianggap sebagai perusahaan ketiga paling menarik di Jerman, di belakang produsen pakaian olahraga Adidas dan Dinas Kepolisian.

Untuk promosi perekrutan, tahun 2017 Bundeswehr menghabiskan sekitar 35 juta euro, dua kali lebih besar daripada anggaran tahun 2011, sebelum wajib militer di Jerman dihapus.

Deutschland Diskussion über Wehrpflicht

Upacara perekrutan personel baru Bundeswehr

"Signal yang salah"

Bundeswehr mengatakan, chanel di Youtube bertujuan untuk memberi gambaran kehidupan yang realistis di militer. Tapi tidak semua setuju dengan promosi militer kepada kelompok usia di bawah 18 tahun.

"Seluruh upaya periklanan Bundeswehr lebih bersifat petualangan daripada deskripsi pekerjaan yang realistis," kata Tobias Pflueger, juru bicara pertahanan dari Partai Kiri Die Linke yang berhaluan anti perang. Tahun lalu, mereka menyerahkan surat petisi dengan lebih 30.000 tanda tangan kepada Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen. Petisi itu mendesak Bundeswehr berhenti merekrut anak di bawah umur.

Namun Ursula von der Leyen mengatakan, militer juga harus bisa menjangkau kader berusia 18 tahun, seperti yang dilakukan perusahaan-perusahaan lain dalam persaingan bisnis.

Ursula von der Leyen beim Transporthubschrauber Regiment 30 in Niederstetten

Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen berkunjung ke satuan helikopter Rezimen 30 di negara bagian Baden Württemberg

"Ini memalukan dan mengirim sinyal yang salah kepada dunia," kata Ralf Willinger dari kelompok hak asasi Terres des Homhes.

"Ini melemahkan standar internasional batas usia dewasa 18 tahun, dan mendorong kelompok-kelompok bersenjata dan pasukan dari negara lain untuk melegitimasi perekrutann anak di bawah umur sebagai tentara," tandasnya.

Rekrutan militer di bawah 18 tahun di Bundeswehr menjalani pelatihan militer seperti personel dewasa yang lain, namun dengan beberapa ketentuan khusus. Mereka misalnya tidak diizinkan berpartisipasi dalam tugas jaga atau dalam misi luar negeri, dan hanya boleh berlatih untuk tujuan pendidikan.

Politik

Peran militer Jerman di NATO

Republik Federal Jerman Barat resmi bergabung dengan aliansi trans-Atlantik NATO pada tahun 1955. Namun baru setelah penyatuan kembali tahun 1990, militer Jerman dikerahkan dalam misi "out of area" NATO. Sejak itu, Bundeswehr telah ditempatkan di beberapa kawasan di seluruh dunia.

Politik

Bosnia-Herzegovina, misi NATO pertama Bundeswehr

Tahun 1995, pertama kali Bundeswehr terlibat dalam misi "out of area" NATO sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di Bosnia-Herzegovina. Selama penempatan tersebut, tentara Jerman bergabung dengan anggota pasukan NATO lainnya untuk menjaga keamanan setelah terjadinya Perang Bosnia. Misi ini mencakup lebih dari 60.000 tentara dari negara anggota dan mitra NATO.

Politik

Menjaga perdamaian Kosovo

Sejak dimulainya misi perdamaian yang dipimpin NATO di Kosovo, sekitar 8.500 tentara Jerman telah ditempatkan di negara itu. Tahun 1999, NATO melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia yang dituduh melakukan tindakan brutal terhadap separatis etnik Albania dan penduduk sipil. Sekitar 550 tentara Bundeswehr sampai sekarang masih ditempatkan di Kosovo.

Politik

Patroli di Laut Aegean

2016, Jerman mengerahkan kapal perang "Bonn" untuk memimpin misi NATO di Laut Aegean. Tugasnya termasuk melakukan "pengintaian, pemantauan dan pengawasan penyeberangan ilegal" di perairan teritorial Yunani dan Turki itu pada puncak krisis pengungsi di Uni Eropa.

Politik

Lebih satu dekade di Afghanistan

2003 parlemen Jerman menyetujui pengiriman pasukan Bundeswehr ke Afghanistan dalam misi PBB International Security Assistance Force (ISAF). Jerman saat itu menjadi kontributor ketiga terbesar dan ditunjuk sebagai Komando Markas Regional Utara. Lebih 50 tentara Jerman tewas selama misi ini. Sekarang masih ada hampir 1.000 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan sebagai kekuatan pendukung.

Politik

Panser Jerman untuk Lithuania

Sejak 2017, 450 tentara Bundeswehr telah dikirim ke Lithuania sebagai bagian dari bantuan penjagaan keamanan perbatasan setelah Rusia menduduki Krimea. Selain Jerman, pasukan Kanada, Inggris dan AS juga bergabung dalam satuan pertahanan kolektif NATO di sayap timur.

Politik

Mengambil alih tongkat komando VJTF

Bundeswehr akan memimpin pasukan gerak cepat baru NATO mulai tahun 2019 yang dinamakan Very High Readiness Joint Task Force (VJTF). Kebijakan baru NATO ini adalah reaksi langsung atas agresi Rusia di Krimea.

hp/yf (rtr, dpa)