Kemenangan Jokowi Sinyal Stabilitas dan Kontinuitas Politik di Indonesia

Pengumuman KPU hari Selasa (21/05) tentang hasil resmi pemilihan presiden 17 April juga jadi berita di media-media luar negeri. Apa kata mereka? Inilah tanggapan beberapa media internasional.

"Resmi: Jokowi Menang Pemilu", tulis media Jerman "Die Zeit" di situs onlinenya, setelah KPU resmi mengumumkan kemenangan pasangan calon Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Selanjutnya Die Zeit menulis:

Politik | 21.05.2019

"Presiden Jokowi bisa memerintah lima tahun lagi di Indonesia, demokrasi ketiga terbesar dunia. Pria 57 tahun itu dideklarasikan sebagai pemenang pemilu bulan April setelah penghitungan lebih dari 154 juta suara. Jokowi memenangkan sekitar 55 persen suara. Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau, itu sebabnya pengumuman hasil akhir memerlukan waktu yang lama. Dari lebih 260 juta penduduk Indonesia, hampir 90 persen adalah muslim."

Majalah terbesar Jerman "Der Spiegel" di situs onlinenya menulis:

"Presiden Joko 'Jokowi' Widodo akan tetap menjabat sebagai presiden. Menurut Komisi Pemilu Umum, dia menang jauh atas mantan Jenderal Prabowo Subioanto. Mantan Jenderal itu sudah pernah kalah tahun 2014. Tapi dari kubunya muncul tuduhan, pemilu ini dimanipulasi. Namun tidak ada pihak independen yang menguatkan tuduhan itu. Pemilu kali ini dibayangi banyaknya kasus kematian petugas. Menurut catatan resmi, lebih 300 petugas pemilu yang meninggal selama pemungutan suara dan penghitungannya – kebanyakan karena masalah kesehatan, seperti kelelahan, tetapi juga karena kecelakaan. Dari lebih 260 juta penduduk Indonesia, hampir 90 persennya muslim. Dengan demikian Indonesia adalah negara terbesar muslim dunia. Negara itu untuk waktu lama dianggap sebagai model untuk Islam yang toleran. Namun belakangan, pengaruh kalangan konservatif makin kuat."

Harian The New York Times melaporkan pengumuman resmi KPU dan menulis:

"Presiden Joko Widodo telah berhasil meraih masa jabatan keduanya menurut hasil penghitungan suara manual KPU yang dirilis hari Selasa, sebuah penolakan terhadap politik nasionalistik dan politik agama yang di masa lalu menggiring orang-orang kuat ke kursi kekuasaan di seantero dunia. Jokowi, 57 tahun, seorang teknokrat moderat dengan antusiasme untuk proyek-proyek infrastruktur dan reputasi sebagai penyanjung keberagaman agama dan etnis, sering dituduh Prabowo sebagai penganut Kristen secara diam-diam yang sedang menjual negara itu kepada para investor asing. Namun visi Prabowo ternyata gagal. Setelah empat kali maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden, dia hanya memenangkan 44,5 persen suara, masih lebih buruk dari tahun 2014, ketika dia pertama kali bersaing melawan Jokowi."

Live
02:01 menit
Business | 17.04.2019

Indonesians want promises delivered after presidential ele...

Media siaran berbahasa Arab Al Jazeera menulis:

"KPU tadinya dijadwalkan akan mengumukan hasil resmi hari Rabu, namun secara mendadak memutuskan untuk merilis hasil perhitungan final hari Selasa karena kekhawatiran akan timbul kerusuhan setelah Prabowo bersikeras akan memprotes setiap hasil yang memenangkan petahana. Prabowo, pensiunan jenderal berusia 67 tahun, menuduh telah terjadi kecurangan dan memperingatkan bahwa pengumuman itu akan memicu aksi jalanan di seluruh negeri. Sekitar 32.000 aparat keamanan dikerahkan di seluruh pelosok Jakarta, gedung pusat KPU dijaga dengan lingkaran kawat berduri. Widodo menahan diri tidak mendeklarasikan diri sebagai pemenang usai pemungutan suara bulan lalu, sedangkan Prabowo bersikeras dia telah memenangkan pemilihan. Prabowo tahun 2014 kalah dalam pemilu presiden menghadapi Widodo, dan juga kalah dalam gugatannya ke pengadilan."

Stasiun siaran Inggris BBC yang berpusat di London menanggapi reaksi Prabowo dengan menulis:

"Prabowo menyatakan menolak hasil itu dan mengatakan dia akan mengajukan gugatan hukum, namun mengimbau pendukungnya agar tetap tenang. Sebelum pengumuman hasil perhitungan final, dia telah menuduh terjadinya kecurangan luas dan memperingatkan potensi aksi-aksi jalanan. Tahun 2014 Prabowo juga menggugat kekalahannya ke Mahkamah Agung, namun kalah. Pemilu yang baru lalu diwarnai persaingan ketat, di mana agama memainkan peran kunci, namun pengamat independen mengatakan pemilu itu bebas dan adil."

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Superhero Avengers meriahkan TPS

TPS di Kelurahan Sempidi, Kabupaten Badung, di Bali ini mengusung tema Superhero. Para superhero dari Marvel ini siap “mengamankan“ jalannya proses pemungutan suara dari belakang bilik suara. TPS ini mencatat ada sebanyak 294 peserta pemilu yang terdaftar pada Data Pemilih Tetap (DPT).

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Semangat berantas plastik

Panitia TPS 10 ini sengaja memgusung tema superhero sebagai pahlawan yang akan berjuang memerangi sampah plastik. Warga juga dibekali dengan tas belanja di akhir pencoblosan. Bali menargetkan kurangi sampah plastik hingga 70 persen melalui Pergub yang berlaku sejak 1 Januari 2019.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Tampil maksimal dengan baju adat

TPS di Sulawesi Selatan ini makin meriah dengan lantunan lagu-lagu nasional sepanjang proses pemungutan suara. Para panitia baik wanita dan pria di TPS 04 di Kelurahan Bombongan, Tana Toraja ini juga tampil maksimal dengan baju adat Toraja. Ada sebanyak 225 DPT di TPS ini.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

TPS ala pengantin

Masih dari Sulawesi Selatan, panitia di TPS 03 kelurahan La’latang, Kecamatan Tallo tak mau lewatkan pesta demokrsi lima tahunan ini tanpa kehadiran pakaian adat suku Bugis. TPS juga mendapat dekorasi berupa pernak-pernik ala pengantin Bugis.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

TPS berwarna emas

Warna emas tak hanya mendominasi dekorasi, tapi juga busana panitia. Seluruh panitia pria menggunakan Songkok atau penutup kepala pria dan dilengkapi dengan sarung sutra Bugis. Sebanyak 306 warga terdaftar jadi pemilih tetap di sini.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Naga lambang kekuatan

TPS 08 yang terletak di Jalan Kemenangan III, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat ini merupakan TPS percontohan. Kecamatan Taman Sari ini didominasi oleh komunitas etnis Tionghoa. Itulah sebabnya, ornamen Tionghoa dipilih untuk mempercantik TPS, selain tentunya bendera merah-putih.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Warga juga ikut berkostum

Jay Sen Ye, salah seorang warga sengaja hadir dengan tampil maksimal mengenakan kostum ala dewa rezeki dari Cina. Ornamen naga juga digantungkan di TPS yang dihadiri 295 DPT tersebut. Naga adalah figur yang turut diagungkan dalam budaya Tionghoa, sebab naga bermakna kekuatan dan martabat.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Sarapan di TPS

Untuk warga yang belum sempat sarapan, maka panitia di TPS 06, Desa Cilame, Bandung menyediakan buah pisang sebagai santapan sebelum warga memberikan hak suaranya. Tak tanggung-tanggung, sebatang pisang pun diangkut ke TPS, selain buahnya bisa langsung dipetik warga, kehadirannya juga mempercantik lokasi pemilihan.

TPS Unik Meriahkan Proses Pemungutan Suara Pada Pemilu 2019

Anak-anak senang di TPS

Penitia juga telah mengantisipasi kehadiran warga yang datang membawa serta anak mereka. Aneka permen digantung memagari TPS. Ada 237 warga tercatat sebagai pemilih tetap di Kabupaten Bandung Barat ini. (ga/ts)

hp/ts  

Ikuti kami