1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Keragaman Bahasa Uni Eropa

28 Mei 2007

Semua warga Uni Eropa memiliki hak mengajukan masalah ke institusi, parlemen dan pengadilan Eropa dalam bahasa ibunya. Itu adalah keputusan Uni Eropa 50 tahun lalu, dimana anggotanya masih 6 negara dengan 4 bahasa. Sekarang dengan masuknya Rumania dan Bulgaria sejak awal tahun ini Uni Eropa memiliki 27 negara anggota, 23 bahasa resmi dan 1500 penerjemah. Bukan tugas yang mudah bagi para penerjemah.

https://p.dw.com/p/CTBB
Komisaris keragaman bahasa Eropa, Leonard Orban
Komisaris keragaman bahasa Eropa, Leonard OrbanFoto: picture-alliance / dpa

Keragaman bahasa memiliki arti penting bagi Uni Eropa. Demikian pula konferensi pers komisaris Eropa untuk keragaman bahasa Leonard Orban diterjemahkan ke dalam 21 bahasa. Seperti lazimnya pidato para komisaris Eropa lainnya. Seluruhnya 1 setengah juta halaman dokumen yang diterjemahkan di Uni Eropa ke dalam semua bahasa mulai dari bahasa Finlandia sampai Yunani. Hanya Malta yang menolak versi terjemahan seluruh bahasa. Biaya penerjemahan ini setiap tahunnya sebesar lebih dari satu milyar Euro. Tapi Komisaris Bahasa Leonard Orban tidak setuju pemakaian satu bahasa

"Secara politis tidak dapat diterima memaksa warga Uni Eropa hanya untuk mempergunakan satu bahasa. Apakah itu bahasa Inggris atau lainnya. Sebuah Lingua Franca tidak akan ada.”

Perancis, Jerman, Italia, Polandia dan banyak negara lainnya akan menentang hal itu. Leonard Orban mengupayakan agar warga Uni Eropa dapat menguasai beberapa bahasa. Tapi pendidikan untuk itu tetap menjadi tanggung jawab masing-masing negara anggota.

“Aktivitas saya sebagai komisar adalah full time job. Tugas saya terdiri dari dua bidang penting, misalnya peranan politik keragaman bahasa. Itu sangat penting di sejumlah kawasan negara anggota. Terdapat banyak kaitan dengan bidang-bidang politik lainnya seperti masalah kemampuan berkompetisi, budaya masyarakat, hukum dan lain-lain.”

Secara ekonomi merupakan keuntungan bila perusahaan menguasai bahasa pelanggannya. Di sini perusahaan kelas menengah dan kecil masih perlu melakukan peningkatan. Meskipun demikian Leonard Orban juga tidak menyangkal bahwa di dunia ekonomi global Inggris adalah bahasa warga Cina, India tapi juga Eropa.

Sementara ini Orban tengah berusaha menemukan penerjemah yang menguasai beberapa bahasa. Orang Yunani yang mampu berbahasa Finlandia atau orang Polandia yang fasih berbahasa Portugis sulit ditemukan

“Para penerjemah kebanyakan berasal dari negara anggota. Saya ingin mendorong negara-negara lebih banyak mendidik penerjemah untuk pekerjaan yang sangat sulit tapi juga penuh tantangan ini.”

Sekitar 1500 penerjemah Uni Eropa terbagi dalam beberapa badan. Antara lain Pusat Penerjemah Eropa di Luxemburg yang antara lain menerjemahan dokumen-dokumen untuk badan lingkungan Uni Eropa di Kopenhagen Denmark atau juga Badan Kepolisian Europol di Den Haag, Belanda. „Apapun yang Anda lakukan kami bekerja untuk Anda.“ Demikian slogan yang bisa dibaca pada situs internetnya.

Kantor Pusat Penerjemah bagi institusi Uni Eropa. Itulah nama resmi badan yang memulai tugasnya pada tahun 1995. Salah seorang karyawatinya Marie-Anne Fernandez masih ingat masa awal aktivitas badan tersebut

„Kami terdiri dari satu direktur, seorang pengurus tata buku, seorang sekretaris, seorang karyawati yang merencanakan pembagian tugas-tugas terjemahan, ya dan saya. Itulah tim pusat penerjemah. Dimulai 1995 dan sebetulnya setiap orang mengerjakan semuanya.“

Sekarang pusat penerjemah di Luxemburg mempekerjakan 180 orang pekerja tetap di tiga bagian. Dan setiap tahunnya menerjemahkan setengah juta halaman. Sekitar separuh dari tugas terjemahan diserahkan kepada penerjemah luar. Saat ini Marie-Anne Fernandez menjadi kepala bagian penerjemah. Teks-teks diterjemahkan ke dalam bahasa ibu para penerjemah. Larissa Gschwender sedang bekerja di komputer

„Orang mengklik sebuah teks dan semua dokumen akan terbuka. Pada bagian atas layar monitor terlihat Work Bench atau Bank Pekerjaan, dan orang dapat melihat apa yang sudah tersimpan apa yang belum. Dalam hal ini terlihat segmen yang menyala dengan warna hijau yang artinya: Sudah sesuai 100 persen, karena saya sudah mengerjakan dokumen ini sebelumnya.”

Secara otomatis program computer mengenali kembali bagian-bagian teks yang sudah diterjemahkan. Tapi tidak hanya dalam penggunaan tapi juga dalam pengembangan program penerjemahan paling modern Pusat Penerjemah di Luksemburg ini menjadi panutan. Mereka menjadi pionir proyek Eropa untuk pembentukan bank data terminology antar institusi IATE. Dengan definisi sekitar 8 setengah juta kata bank data tersebut merupakan yang terbesar di dunia di bidang terminologi.

Selain kuliah Sastra Inggris dan Perancis Larissa Gschwender juga mengambil studi teknik mesin dan elektro. Pengetahuan teknik sangat membantunya. Karena order-order terjemahan datang dari Badan harmonisasi Eropa untuk jalinan perdagangan di Alicante Spanyol. Pemberi order terbesar kedua adalah badan kepolisian Eropa, Europol. Seluruhnya pusat penerjemah Eropa di Luksembur menerima terjemahan dari 30 badan Uni Eropa. Yang menerjemahkan teks-teks di bidang teknik, kehakiman juga tema-tema seperti keamanan bahan pangan dan rasisme. Tapi juga jadwal kegiatan sehari-hari sampai menu makanan. Selain tema yang beragam juga kombinasi bahasa menjadi yang istimewa. Seperti dituturkan kepala bagian penerjemah Marie-Anne Fernandez

„Saya masih ingat saat kami mendapat tugas menerjemahkan dari bahasa Denmark ke bahasa Arab. Meskipun sudah berusaha kami tidak menemukan seorangpun, yang menguasai kombinasi kedua bahasa tersebut.“

Dalam kejadian tersebut akhirnya harus diambil bahasa perantara lainnya untuk proses penerjemahan. Di Uni Eropa sendiri saat ini terdapat 462 kombinasi bahasa. Dan masih banyak dijumpai kesulitan menemukan penerjemah, misalnya jika menerjemahkan daftar produk kimia dari bahasa Latvia ke bahasa Malta. Bagi para penerjemah seperti Larissa Gschwender Eropa memang surga keragaman bahasa dan ladang kerja para penerjemah.