1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kesan Ganjil Perjalanan Romney

1 Agustus 2012

Di Inggris ia kritik tuan rumah Olimpiade. Di Israel ia dituduh rasis, dan di Polandia juru bicaranya memaki wartawan. Calon presiden AS dari Partai Republik tinggalkan kesan ganjil setelah berkunjung ke beberapa negara.

https://p.dw.com/p/15hmg
Republican presidential candidate and former Massachusetts Gov. Mitt Romney and wife Ann arrive in Tel Aviv, Israel, Saturday, July 28, 2012. (Foto:Charles Dharapak/AP/dapd).
Foto: AP

Kehadirannya di Warsawa juga tidak terlepas dari kegegeran. Sebenarnya kunjungan Mitt Romney di Polandia awalnya berjalan baik. Ia baru meletakkan karangan bunga di makam tentara tak dikenal, dan melangkah ke mobilnya. Wartawan yang ikut dalam perjalanan dari AS berdiri di belakang pembatas jalan dan merekam semua peristiwa. Tetapi karena selama perjalanan wartawan tidak punya kesempatan mengajukan pertanyaan, mereka melakukannya saat itu.

U.S. Republican Presidential candidate Mitt Romney meets with British Prime Minister David Cameron at 10 Downing Street in London, July 26, 2012. REUTERS/Jason Reed (BRITAIN - Tags: POLITICS)
Romney dan PM Inggris, David Cameron (26/07)Foto: Reuters

Jawaban Kasar

Misalnya pertanyaan ini, "Gubernur Romney, apakah komentar tak disengaja itu membayangi perjalanan anda?" Juru bicara Romney, Rick Gorka menjawab dengan tajam, "Tunjukkan sedikit rasa hormat." Seorang wartawan perempuan bertukas balik, selama ini tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada Romney. Gorka kemudian menjawab "Kiss my ass. Bagi warga Polandia ini adalah tempat yang suci". Di televisi AS, kata-kata kasar yang dilontarkan Gorka disensor.

Kepada seorang wartawan lain Gorga memberikan komentar yang tidak kalah kasarnya. Beberapa saat setelahnya, juru bicara Romney itu meminta maaf kepada wartawan, tetapi kesan buruk tidak dapat dihilangkan lagi. Rekaman peristiwa itu disiarkan di beberapa televisi AS berkali-kali. Dengan demikian, bagian ketiga perjalanan Romney ke luar negeri juga diselubungi citra buruk.

Sebelumnya, di London, Mitt Romney menyatakan keraguan, apakah Inggris bisa menyelenggarakan Olimpiade dengan baik. Di Israel, ia menyebut Yerusalem sebagai ibukota Israel, dan dalam sarapan bersama dengan penyumbang kampanyenya, ia menyebut keunggulan ekonomi Israel terhadap Palestina ada landasan budayanya. "Itu perkataan yang rasis," demikian reaksi Palestina.

epa03323415 US Republican presidential candidate Mitt Romney (left) speaking with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu in the latter's office in Jerusalem 29 July 2012. Romney is visiting the country as part of his foreign tour ahead of the November elections in the US EPA/Lior Mizrahi +++(c) dpa - Bildfunk+++
Romney dan PM Israel, Benjamin Netanyahu (29/07)Foto: picture-alliance/dpa

Tim Romney Menyebutnya "Kesalahan Kecil"

Juru bicaranya, Rick Gorka, menyebabkan keheranan dengan keberangannya. Wartawan Ryan Lizza, yang menulis bagi majalah "The New Yorker" menyimpulkan perjalanan Romney demikian: "Tanpa ingin bersikap sombong, Romney telah membuat marah media AS, warga Palestina dan seluruh rakyat Inggris. Orang pasti tidak lupa, kita sudah mendiskusikannya. Itu bukan kesuksesan." Memang orang bisa mengatakan, perjalanan yang ingin digunakan Romney untuk mendapat nama baik di luar negeri, tidak berjalan dengan baik.

Tetapi tim kampanye Romney pendapatnya berbeda. Memang ada kesalahan sedikit, tetapi secara keseluruhan perjalanan sukses, demikian pernyataannya. Romney tidak menyisakan keraguan, bahwa ia berada di sisi Israel. Ia dipuji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu, juga oleh mantan pemimpin serikat pekerja Polandia, Lech Walesa.

U.S. Republican Presidential candidate Mitt Romney meets with former Polish President Lech Walesa (L) in Gdansk, Poland, July 30, 2012. REUTERS/Jason Reed (POLAND - Tags: POLITICS)
Romney dan Lech Walesa (30/07)Foto: Reuters

Romney Mungkin Dapat Dukungan

Dengan pujian itu, Mitt Romney mungkin mendapat dukungan lebih besar dari kalangan tertentu di AS, demikian pendapat pakar politik Hank Sheinkopf: "Di negara bagian yang penting bagi kampanyenya, pemilih yang keturunan Polandia akan mengatakan, 'Dialah orang yang tepat.' Warga konservatif Katolik akan mengatakan 'mengagumkan'." Warga Kristen fanatik di daerah-daerah selatan AS akan menghargai dukungan jelas Romney bagi Israel.

Warga Katolik di utara, warga Kristen fanatik di selatan. Itu bisa menentukan hasil pemilu presiden AS November mendatang. Jika demikian halnya, maka perjalanan Mitt Romney ke luar negeri ada manfaatnya, walaupun mendapat kecaman dan ejekan.

Anna Engelke / Marjory Linardy

Editor: Rizki Nugraha