Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Mencari Air Bersih di Sungai Mandar

Setiap hari Mama Hasria, warga Tinambung, Sulawesi Barat, berenang melawan arus dengan 200 jeriken kosong untuk mencari air bersih. Ia tidak sendirian. Perjalanan melelahkan sejauh empat kilometer itu juga dilakukan oleh warga desa lainnya.

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Kerusakan akibat Tambang

Ketersediaan air adalah masalah besar untuk penduduk setempat. Air sungai Mandar sejak lama diketahui tidak bisa diminum. Penyebabnya adalah penambangan tidak ramah lingkungan yang menyebabkan rusaknya tebing di bantaran dan penurunan dasar sungai. Akibatnya air menjadi keruh dan ikan endemik yang dulunya menjadi sumber kehidupan warga perlahan menghilang.

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Sumur di Bantaran Sungai

Maka warga Tinambung terpaksa mengarungi sungai untuk mengambil air di sumur buatan yang dibangun di bantaran sungai. Air sumur layak diminum lantaran lapisan tanah yang berfungsi sebagai filter alami. Untuk jerih payahnya itu Mama Hasria dan warga desa lain biasanya mendapat upah sekitar Rp. 100.000 dari hasil menjual air.

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Penyambung Hidup Warga

Pekerjaan yang dilalakukan perempuan-perempuan ini bernilai penting untuk kehidupan sekitar 5.800 keluarga di Tinambung. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini sekitar 72 juta penduduk Indonesia tidak atau belum memiliki akses air minum yang layak.

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Larut oleh Birokrasi

Warga Tinambung tidak membisu. Mereka berulangkali menyampaikan gugatan ke pemerintah setempat. Namun saat ini kewenangan pemberian zin tambang dan pengawasan sudah dialihkan ke pemerintahan provinsi Sulawesi Barat. Akibatnya masalah dibarkan larut selama bertahun-tahun. "Air di desa hanya bisa digunakan buat mandi dan mencuci pakaian," kata Hasria. "Buat masak dan minum harus diambil dari hulu."

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Petaka Air Beracun

Ironisnya penduduk Tinambung tergolong beruntung. Di kawasan lain warga acap tidak punya pilihan selain mengkonsumsi air yang sudah tercemar, seperti misalnya penduduk di sekitar desa Citarum, Jawa Barat.

Kisah Warga Sulawesi Yang Harus Berenang Mencari Air Bersih

Bantuan dari Pemerintah Provinsi

Keluhan warga akhirnya terdengar. Kini pemerintah provinsi Sulawesi Barat berniat menjadikan Sungai Mandar sebagai salah satu sumber air minum. Di sana akan dibangun pusat pengolahan air dengan kapasitas 250 liter per menit. Saat ini baru sekitar 60% penduduk Sulbar yang mendapat akses air bersih. Hingga 2019 pemerintah provinsi berambisi memenuhi kebutuhan air semua warga. (rzn/hp: afp)

Para ibu berenang dengan membawa 200 jeriken untuk mencari air. Warga desa Tinambung terbiasa berpeluh menyebrang sungai lantaran minimnya fasilitas air bersih.

Lebih banyak di Media Center

Ikuti kami