Konsep Mobil Terbang Atasi Kemacetan

Konsep mobil terbang yang digagas Airbus dan Italdesign dan dipamerkan di Geneva Motor Show ini menjadi terobosan terpenting dalam mobilitas urban. Park and Fly tawarkan solusi atasi kemacetan lalu lintas di perkotaan.

Airbus yang bisnis intinya membuat pesawat terbang, kini membidik transportasi urban. Dalam pameran otomotif Geneva Motor Show Airbus dan Italdesign menampilkan konsep mobil terbang yang diberi nama Pop.Up untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di perkotaan. Airbus menyatakan hendak menciptakan solusi mobilitas baru.

Inti dari mobilitas futuristik itu adalah teknologi yang saat ini sudah ada dan terus berkembang yakni drone pintar dan teknologi "wearable". Pop.Up yang disebut bisa terwujud tahun 2027 mengusung konsep kendaraan modular, berpenggerak elektrik dan tanpa emisi karbon yang bisa menghindari kemacetan di kota besar.

Tonton video 00:53
Live
00:53 menit
Iptek | 09.03.2017

Mobil Terbang Konsep Atasi Kemacetan Lalin Masadepan

Mobilnya berupa modul, kapsul penumpang dan sasis penggerak. Kapsul dirancang bisa dikoneksikan pada dron raksasa berpenggerak 4 rotor, dan penumpang diterbangkan ke tujuan melewati "traffic jam" di kawasan urban. Konsepnya, pemesanan mobil terbang, dilakukan lewat app yang terhubung dalam sistem pintar.

"Penumpang tinggal duduk dalam kapsul, semua sistem terintegrasi dan dengan nyaman melayang menuju tujuan di kota atau di stasiun penerbangan", ujar Mathias Thomsen, general manager Airbus Urban Air Mobility. Thomsen menjamin, teknologinya sudah bisa direalisasikan antara 5 hingga 10 tahun ke depan.

Kliping
Sosial | 09.10.2009

Kendala regulasi

Walau dari sisi teknologinya sudah siap, konsep park and flay ini masih hadapi beragam kendala. Yang terbesar adalah regulasi dan infrastruktur yang mengizinkan kendaraan penumpang otonom terbang di lingkungan perkotaan yang selalu sibuk.

Thomsen mengakui, saat ini nyaris belum ada infrastrukturnya. "Semua perlu diadakan. Rencana tata kota harus disesuaikan dan itu perlu waktu", ujar GM Airbus Urban Air Mobility itu.

Iptek

Mobil Terbang dari Berlin

Pabrik Ambi-Budd di Berlin sejak 1926 memproduksi karoseri bagi banyak produsen kendaraan Jerman dan suku cadang pesawat. Awal tahun 30an, para insinyur merancang mobil terbang. Model yang tidak bisa terbang ini ditampilkan dalam pameran DELA di Berlin tahun 1932.

Iptek

Taylor Aerocar III

Aerocar diproduksi oleh Moulton Taylor. Kendaraan ini disertifikasi sebagai pesawat dan mobil. Prototipe pertamanya selesai tahun 1949. Kelebihan fitur Aerocar adalah kemampuannya bertransformasi dari mobil menjadi pesawat dalam tempo hanya 15 menit.

Iptek

Aerocar Tipe N102D

Mobil terbang N102D berwana kuning hijau ini diproduksi tahun 1960. Ini adalah Aerocar terakhir yang dirakit dan satu-satunya yang masih terbang. N102D juga satu-satunya Aerocar dengan mesin pesawat terbang berkapasitas 5,9 liter. Di Amerika, mobil terbang ini bahkan dijinkan untuk digunakan pada lalu-lintas darat.

Iptek

PAL-V (Personal Air and Land Vehicle)

Mobil terbang PAL-V dikembangkan oleh John Bakker dari Belanda. PAL-V adalah kendaraan hibrida yang bisa bertransformasi menjadi helikopter. Saat hendak mengudara, PAL-V merentangkan baling-baling yang digerakkan mesin terpisah. Mobil ini membutuhkan landas pacu khusus sepanjang 182 meter. Kapasitas tangkinya 102 liter dan bisa terbang hingga ketinggian1229 meter.

Iptek

Aeromobil 3.0

Mobil terbang Aeromobil 3.0 adalah produk buatan perusahaan Slowakia "Aeromobil". Jika sayapnya tidak direntang, mobil bisa secara normal digunakan di jalan raya. Di jalanan, kecepatan maksimalnya 160 km/jam dan membutuhkan 8 liter bensin per 100 kilometer. Saat di udara Aeromobil 3.0 butuh 15 liter per jam.

Iptek

Joby S2 Electric VTOL PAV

Konsep desain Joby Aviation adalah pesawat dua kursi dengan 12 rotor yang bisa dilipat. Begitu mencapai kecepatan optimal, rotor melipat menjadi bentuk peluru aerodinamik. Pesawat ini bisa mencapai kecepatan maksimal hingga 322 km/jam.

Iptek

Vahana

Ini adalah proyek perusahaan Airbus. Vahana memiliki delapan rotor pada dua sisi sayapnya yang bergerak tergantung apakah mobil terbang secara vertikal atau horisontal. Kendaraan ini rencananya akan berfungsi seperti taksi otonom tanpa supir dengan kapasitas kabin satu penumpang.

Iptek

Pop.Up

Airbus pamerkan konsep mobil terbang untuk masa depan bernama Pop.Up di Pameran Otomotif Jenewa. Mobil tanpa sopir yang dilengkapi kapsul penumpang dirancang bisa diangkut dengan drone raksasa. Sistem pintar memungkinkan pemesanan, pergantian penumpang dan pembayaran ongkos secara mulus. vlz/as (dari berbagai sumber)

Tapi dari kendala itu, Pop.Up juga bisa memetik keuntungan. Antara lain, bisa menyusun jadwal waktu untuk mematangkan teknologi sekaligus menjalin kerjasama dengan pembuat aturan.

Selain itu, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, bisa dijalin kerjasama platform teknologinya dengan beragam industri yang juga mengembangkan model serupa. "Di masa depan kolaborasi antara industri penerbangan dan otomotif akan makin baik dan jadi hal yang lazim untuk menciptakan konektivitas serta sinergi.

Iptek

Babak Baru Sejarah Penerbangan

Dengan meluncurkan Volocopter, sebuah perusahaan start-up Jerman bernama E-Volo ingin menorehkan babak baru dalam sejarah helikopter. Berbekal 18 rotor dan sebuah mesin elektrik, Volocopter tidak cuma bisa dikendalikan dari jarak jauh, tetapi juga terbang secara otonom.

Iptek

Rotor Cerdas

Rahasia Volocopter terletak pada rotornya. Setiap rotor memiliki prosessor sendiri yang terkoneksi melalui sebuah jejaring. Dengan cara itu Volocopter bisa menjaga keseimbangan ketika diterpa angin kencang. Bahkan kerusakan pada salah satu rotor bisa diseimbangkan oleh rotor-rotor yang lain.

Iptek

Sensasi di Udara

Keajaiban Volocopter terletak pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan kecepatan angin, daya angkat dan anomali aerodinamika lainnya yang selama ini menjadi hambatan terbesar penerbangan. Artinya drone raksasa ini mampu menyeimbangkan diri tanpa campur tangan pilot.

Iptek

Keamanan Melalui Desain

Pilot Volocopter cuma harus mengoperasikan tuas kendali yang dibuat semudah dan seringan mungkin. Lantaran strukturnya yang minim mekanik, Volocopter tergolong jarang mengalami kerusakan dan sebab itu aman untuk diterbangkan. Pengembangnya berniat membuka akses penerbangan buat pilot tanpa pengalaman yang memadai.

Iptek

Harga Terjangkau

Saat ini pengembang Volocopter telah mengantongi surat izin penerbangan untuk melakukan ujicoba. Selambatnya tahun 2018 drone raksasa ini sudah akan diproduksi secara massal. Harganya mencapai 300.000 Euro atau sekitar 4,3 milyar Rupiah.

Iptek

Multi Guna

E-Velo mengembangkan Volocopter sebagai platform untuk berbagai kegunaan. Selain sebagai moda transportasi udara, Volocopter misalnya bisa digunakan untuk misi Search and Rescue, pertanian, logistik atau penelitian ilmiah. Cuma modul bagian bawah saja yang harus diganti, sementara struktur baling-baling Volocopter bisa diadopsi untuk sistem yang lain.

Iptek

Masalah Daya Tempuh

Tapi sebagaimana kendaraan bertenaga elektrik lainnya, Volocopter masih berkutat dengan masalah daya jelajah. Saat ini capung besi yang dikembangkan di Jerman itu cuma mampu terbang selama 30 menit. Setelahnya baterai harus diganti atau diisi ulang selama dua jam. E-Velo meyakini dalam waktu 10 tahun produknya itu sudah bisa menggeser helikopter konvensional dari pasar penerbangan sipil.

as/yf(ap, airbus)