1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Seluk Beluk Studienkolleg - Mendaftar Mandiri Tanpa Agen

23 Juli 2018

Nadia Dewanta, asal Yogyakarta, adalah siswi Studienkolleg di Bonn. DW berbincang dengannya untuk mengetahui secara detail langkah yang harus diambil untuk mendaftar Studienkolleg tanpa agen.

https://p.dw.com/p/30x6a
Deutschland | Bonner Studentin Nadia Dewanta
Foto: DW/N. Ahmad

Warga negara Indonesia yang ingin kuliah S1 di Jerman harus lebih dulu menempuh pendidikan di Studienkolleg. Studienkolleg adalah institusi pendidikan sebelum masuk universitas untuk mempersiapkan siswa dari luar Jerman, Austria dan Swiss, yang ijazah SMA-nya tidak setara dengan ijazah SMA (Abitur) di negara berbahasa Jerman tersebut.

Di Indonesia, banyak sekali agensi yang menawarkan jasa pelayanan persiapan Studienkolleg untuk warga negara Indonesia yang baru lulus SMA. Tidak bisa dimungkiri, seringkali masalah dialami oleh siswa Indonesia yang kedatangannya ke Jerman diakomodasi oleh agen Studienkolleg yang tidak bertanggungjawab.

Jasa agen biasanya digunakan untuk mempermudah menyiapkan segala persyaratan, yang sekilas nampak begitu rumit. Namun, persiapan Studienkolleg itu sebenarnya bisa dilakukan sendiri selama seseorang rajin mencari informasi dan teliti membaca berbagai petunjuk.

Nadia Dewanta adalah siswi Studienkolleg asal Yogyakarta, yang berencana untuk kuliah S1 di jurusan kedokteran di Jerman. Ia mengurus segala persiapan Studienkolleg sendiri dan melalui artikel ini akan berbagi langkah-langkah yang bisa dilakukan dan dipersiapkan sejak dini oleh siswa SMA yang berencana untuk studi S1 di Jerman (atau Austria dan Swiss).

2 - 1 tahun sebelum ke Jerman: Ambil kursus bahasa Jerman level A1 (dasar) sampai B1 (menengah)

Eropa memiliki standar yang disebut Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) untuk mengukur kompetensi bahasa seseorang. Dalam standar CEFR terdapat enam level, yakni A1-A2 (kompetensi dasar), B1-B2 (kompetensi lanjutan) dan C1-C2 (kompetensi tinggi). 

Kemampuan bahasa Jerman sangat penting untuk studi dan hidup di negara Jerman. Untuk bisa melamar visa pelajar di Kedutaan Besar Jerman dan mendaftar di sekolah bahasa dan Studienkolleg di Jerman seseorang memerlukan sertifikat bahasa Jerman level B1.

1 tahun - 6 bulan sebelum ke Jerman: Tentukan jurusan studi

Ketika seseorang mendaftar di Studienkolleg maka ia harus tahu terlebih dahulu jurusan studi yang akan ia tempuh nanti di universitas. Hal ini karena jurusan di Studienkolleg harus sesuai dengan jurusan studi S1. Lima jurusan yang bisa dipilih di Studienkolleg adalah:

  • M-Kurs: untuk studi jurusan kedokteran, farmasi dan biologi
  • T-Kurs: untuk studi jurusan matematika, ilmu pengetahuan alam dan teknik
  • W-Kurs: untuk studi jurusan ekonomi dan ilmu pengetahuan sosial
  • G-Kurs : untuk studi jurusan ilmu pengetahuan budaya dan Germanistik
  • S-Kurs: untuk studi jurusan ilmu bahasa

Di Jerman ada dua jenis Studienkolleg, yakni swasta atau negeri. Perbedaannya terletak pada biaya dan jumlah tempat yang tersedia.

Sebelum memulai Studienkolleg, ada ujian yang harus dilakukan, yang disebut Aufnahmeprüfung. Ujian ini harus dilakukan di Jerman. Informasi lengkap mengenai berbagai hal terkait Studienkolleg bisa didapat di situs studienkollegs.de.

6 bulan sebelum ke Jerman: Persiapkan dan tulis dengan baik surat motivasi dan daftar riwayat hidup

Kedua dokumen ini wajib dilampirkan sebagai persyaratan pengajuan visa dan untuk melamar Studienkolleg serta universitas di Jerman. Banyak informasi di internet yang bisa didapatkan terkait panduan menulis surat motivasi dan daftar riwayat hidup dalam bahasa Jerman.

6 - 4 bulan sebelum ke Jerman:

1. Ambil tes bahasa Jerman level B1

Salah satu lembaga terpercaya yang melaksanakan kursus dan tes bahasa Jerman di Indonesia adalah Goethe Institut (GI). Jika seseorang mengambil tes level B1 di GI, maka ia akan menjalani empat bentuk tes yakni kemampuan/pemahaman membaca (Lesen), pemahaman mendengar (Hören), kemampuan menulis (Schreiben) dan kemampuan berbicara (Sprechen). Informasi terkait kursus dan tes bahasa Jerman oleh GI di Indonesia, bisa didapat langsung dari situs web Goethe Institut Indonesia.

2. Aktif mencari tempat kursus untuk level B2 di Jerman

Kursus intensif level B2 di Jerman sangat direkomendasikan dan oleh karena itu sangat diminati oleh calon mahasiswa dari luar Jerman. Jadi seseorang kemungkinan akan sulit mendapatkan tempat. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mereservasi tempat untuk kursus lanjutan ketika seseorang sudah mendapat keputusan diterima studi di Jerman.

3. Aktif mencari tempat tinggal

Ada banyak bentuk akomodasi untuk mahasiswa asing yang tinggal di Jerman, diantaranya asrama mahasiswa, Wohngemeinschaft/WG (apartemen yang ditinggali bersama dengan 2-3 orang lainnya) atau apartemen sendiri. Calon mahasiswa bisa bertanya ke bagian penerimaan siswa asing Studienkolleg, sekolah bahasa atau universitas mengenai kemungkinan pencarian tempat tinggal. Biasanya ada juga Studienkolleg atau universitas yang ikut membantu mencarikan tempat tinggal untuk calon mahasiswa. Informasi tentang akomodasi di Jerman bisa didapat salah satunya di situs Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD).

4. Lamar Studienkolleg/universitas

Calon mahasiswa harus aktif mencari informasi di uni-assist atau mengontak langsung bagian penerimaan mahasiswa asing di universitas tujuan karena persyaratan dan prosedur melamar di satu program studi berbeda dengan program studi lainnya. Jika semua persyaratan sudah lengkap, biasanya calon mahasiswa diminta untuk mengirimkan semuanya via pos. Prosesnya memakan waktu sekitar 2-4 minggu hingga seseorang mendapatkan jawaban apakah lamarannya diterima atau tidak. Jika jawabannya positif, maka ia akan mendapat undangan untuk melakukan Aufnahmeprüfung di Jerman.

5. Terjemahkan dokumen-dokumen penting

Untuk bisa melamar visa studi di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, calon mahasiswa harus menerjemahkan berbagai dokumen berbahasa Indonesia ke bahasa Jerman dan kemudian dilegalisasi. Dokumen yang dimaksud adalah Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional, Ijazah SMA dan raport kelas XII semester 1 dan 2. Informasi penerjemah bahasa Jerman resmi/tersumpah juga tersedia di situs web Kedutaan Besar Jerman di Indonesia

3 bulan sebelum ke Jerman:

1. Buka Sperrkonto di Deutsche Bank

Setelah calon mahasiswa menerima surat penerimaan studi di Jerman (Zulassung) atau surat undangan untuk melakukan Aufnahmeprüfung di Studienkolleg, maka ia bisa langsung membuat rekening Sperrkonto di Deutsche Bank Jakarta. Sperrkonto adalah rekening dengan jumlah uang tertentu untuk nanti dibuka oleh si calon mahasiswa di Jerman. Uang dalam Sperrkonto hanya bisa diambil dalam jumlah tertentu tiap bulannya. Hal ini untuk menjamin bahwa si calon mahasiswa memiliki jaminan biaya hidup untuk tinggal satu tahun selama ia menempuh Studienkolleg di Jerman. Per Juni 2018 calon mahasiswa harus memiliki uang sebesar 8640 euro (sekitar 130 juta rupiah) di Sperrkonto. Tiap bulan ia bisa mengambil maksimal 720 euro untuk biaya hidupnya.

2. Lamar visa studi

Untuk melamar visa studi, calon mahasiswa harus melampirkan berbagai dokumen. Informasi lengkap mengenai dokumen apa saja yang harus dilampirkan tersedia di situs web Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.

Jika sertifikat bahasa Jerman level B1, Zulassung atau undangan untuk Aufnahmeprüfung dan konfirmasi Sperrkonto dari Deutsche Bank sudah ada ditangan, maka si calon mahasiswa sudah bisa membuat janji untuk mengajukan visa di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. (na/ts)

*Simak serial khusus #DWKampus mengenai warga Indonesia yang menuntut ilmu di Jerman dan Eropa di kanal YouTube DW Indonesia. Kisah putra-putri bangsa di perantauan kami hadirkan untuk menginspirasi Anda.