Larangan Alkohol Picu Konsumsi Miras?

Sosial

Larangan Memicu Dahaga

Studi di banyak negara membuktikan ketika peredaran alkohol dibatasi atau dilarang, konsumsi minuman keras di pasar gelap justru melonjak. Larangan alkohol dinilai tidak serta merta menurunkan angka permintaan atas minuman memabukkan. Akibatnya, minuman keras oplosan yang berbahaya bagi nyawa sering menjadi satu-satunya pilihan bagi penduduk miskin.

Sosial

Musim Kering di Amerika

Amerika Serikat termasuk negara yang paling pertama menerapkan larangan alkohol di era modern. Pada 1920 pemerintah melarang semua penjualan dan produksi alkohol. Akibatnya organisasi kriminal mendulang harta tak terhingga lewat penjualan minuman oplosan secara gelap. Banjir rejeki buat mafia juga secara tidak langsung membuat korupsi di kepolisian merajalela.

Sosial

Ghujarat Tanpa Miras

Pada 1961 giliran negara bagian Ghujarat di India yang melarang minuman memabukkan. Namun kebijakan tersebut gagal melumat perdagangan minuman oplosan karena dilindugi oleh oknum kepolisian. Akhirnya pada 2009 silam sebanyak 136 orang tewas setelah mengkonsumsi minuman oplosan yang mengandung Methanol.

Sosial

Iran Dalam Pasungan Alkohol

Pengalaman serupa dicatat Iran yang melarang alkohol sejak Revolusi Islam 1979. Meski rajin melakukan penggerebekan dan menerapkan hukuman berat terhadap pedagang alkohol, polisi tidak mampu mencegah peredaran minuman keras. Menurut data statistik yang dipublikasikan pemerintah 2017 silam, sebanyak 10% populasi Iran rajin mengkonsumsi alkohol secara berkala.

Sosial

Korban Berjatuhan

Setiap tahun Iran mencatat angka kematian akibat konsumsi minuman alkohol oplosan. Kasus paling mencolok adalah ketika 135 orang meninggal dunia akibat minuman keras pada 2013. Terutama embargo barat memaksa penduduk Iran memilih minuman keras dari industri rumahan yang dilakukan tanpa pengawasan kesehatan.

Sosial

Indonesia Melarang

Di Indonesia setiap tahun ratusan orang ditengarai tewas akibat mengkonsumsi alkohol. Menurut studi Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), sejak maraknya pembatasan alkohol pada 2010 konsumsi miras melonjak 75%. Sementara lebih dari 58 persen penduduk yang mengkonsumi miras oplosan mengaku memilih minuman berbahaya ini karena murah dan mudah ditemui. (rzn/hp - nytimes, vice, HT, Iran Daily)

Larangan alkohol seringkali menguntungkan kelompok kriminal yang mendulang harta lewat produksi miras oplosan tanpa pengawasan kesehatan. Ironisnya korban terbesar adalah penduduk miskin

Lebih banyak di Media Center