1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialJerman

Makin Banyak Orang di Jerman Pindah dari Kota ke Desa

15 September 2023

Kota-kota kian berkembang, pedesaan semakin sepi, ini adalah tren di negara Eropa selama bertahun-tahun. Tren ini mulai berbalik di beberapa wilayah di Jerman. Apa dampaknya?

https://p.dw.com/p/4WNZW
Ilustrasi bus di pedesaan Jerman
Ilustrasi bus di pedesaan JermanFoto: Florian Gaertner/photothek/imago images

Lemah secara struktural, itulah yang biasa disebut saat menggambarkan daerah pedesaan atau rural di mana nyaris tidak ada lagi aktivitas apa pun. Desa-desa sebagian besar dihuni oleh para pensiunan, di sana tidak ada lagi pekerjaan, tidak ada toko roti, tidak ada toko kelontong, tidak ada dokter, tidak ada pemadam kebakaran. Daerah pedesaan di seluruh Eropa mengalami penurunan populasi karena semakin banyak orang yang pindah ke kota-kota besar.

Antara tahun 2015 dan 2020, menurut otoritas UE, Eurostat, 355 dari 406 wilayah yang sebagian besar termasuk pedesaan di UE mencatat lebih banyak orang yang pergi ketimbang datang. Jumlah generasi muda dan usia kerja menurun paling tajam. Sebaliknya, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas di wilayah pedesaan meningkat rata-rata 1,8% setiap tahunnya.

Konsekuensinya sangat serius. Kota-kota menjadi lebih padat dan lebih mahal. Perumahan langka dan tekanan untuk membangun hunian setiap inci ruang hijau yang tersisa semakin besar. Sebaliknya di pedesaan, lowongan kerja dan perasaan tertinggal semakin meningkat.

Jerman timur kekurangan penduduk

Selama tiga dekade, migrasi internal di Jerman hanya mengalir ke satu arah: dari pedesaan ke kota. Setelah reunifikasi Jerman pada tahun 1990, urbanisasi utamanya terjadi di negara-negara bagian bekas Jerman Timur, yang di beberapa wilayah pedesaan langsung mengalami depopulasi. Sebaliknya dalam beberapa kasus, jumlah penduduk di kota-kota seperti Leipzig, München, dan Berlin, tumbuh lebih dari 20% antara tahun 2000 dan 2020.

Namun tren ini tampaknya telah berhenti, seperti yang ditunjukkan oleh statistik federal dan negara bagian dari tahun 2008 hingga 2021. Apabila pelajar, peserta pelatihan, dan orang asing terus berpindah ke kota, semakin banyak orang berusia antara 30 dan 49 tahun yang punya anak, dan profesional muda berusia antara 25 dan 29 tahun pindah ke pedesaan sejak 2017. 

Supermarket beroda di Brandenburg
Banyak desa yang tidak lagi punya toko kelontong. Supermarket beroda macam ini jadi pengganti yang mudah dijangkau para lansia untuk belanja kebutuhan harian.Foto: Hardy Graupner/DW

Pindah jauh melampaui daerah suburban

Berlin Institute for Population and Development, sebuah lembaga pemikir yang mempelajari perubahan demografi dan konsekuensinya, mencatat bahwa semakin banyak orang yang tertarik pada daerah pedesaan dibandingkan sebelumnya.

Bersama dengan Wüstenrot Foundation, lembaga think tank ini menganalisis data statistik dan mengkaji dampak perubahan pola migrasi di Jerman. Pada tahun 2021, sekitar dua pertiga masyarakat pedesaan mencapai peningkatan migrasi, ujar psikolog sosial Frederick Sixtus dari Berlin Institute. Satu dekade sebelumnya, hal ini hanya terjadi pada satu dari empat komunitas pedesaan.

Di desa tempat tinggal lebih murah, dekat alam

Sebagai bagian dari analisis pola migrasi, para peneliti menghabiskan waktu seminggu untuk mengunjungi enam komunitas di daerah pedesaan yang berbeda di seluruh Jerman. Desa-desa yang dipilih adalah yang saat ini mengalami pertumbuhan signifikan, peneliti mengadakan banyak diskusi di sana.

"Saya secara sadar mengambil keputusan untuk pergi ke pedesaan karena komunitas di sana lebih erat," kata salah satu pendatang baru di desa tersebut seperti dikutip dalam penelitian itu. "Dan jujur saja, jika Anda ingin membangun (rumah), biayanya jelas adalah masalah besar. Tentu saja, hal itu sangat berbeda di pedesaan."

Dalam banyak wawancara, para peneliti mengetahui bahwa yang paling dicari masyarakat adalah tempat tinggal yang lebih luas dan lebih murah, lebih banyak alam, dan lebih sedikit polusi.

Mitfahrbank, tempat untuk duduk dan menunggu jika ingin menumpang mobil tetangga.
Banyak ide inovatif muncul di pedesaan untuk mengatasi kesenjangan transportasi umum. Mitfahrbank contohnya. Ini adalah tempat untuk duduk dan menunggu jika ingin menumpang mobil tetangga.Foto: Carsten Rehder/dpa/picture alliance

Harus ada koneksi internet cepat dan penitipan anak

Kini ada pilihan untuk bekerja dari rumah setiap hari, atau untuk bekerja di kantor yang berarti lebih banyak orang yang melakukan perjalanan komuter lebih lama ke kota.

"Kebutuhan mutlak untuk tinggal di tempat yang sama dengan tempat Anda bekerja sudah tidak ada lagi," jelas psikolog sosial Sixtus. "Pandemi COVID-19 telah mendukung tren ini."

Yang penting bagi pendatang baru di pedesaan adalah infrastruktur yang berfungsi, termasuk internet cepat. "Tentu saja, sekolah dan taman kanak-kanak adalah hal-hal yang harus ada di sana," kata seorang penduduk baru.

Gaya hidup di desa berbeda

Dampak masuknya penduduk baru terhadap penduduk setempat juga ikut diteliti. "Pendatang baru dan penduduk lanjut usia harus secara aktif membentuk cara mereka hidup bersama," kata Catherina Hinz, direktur Institut Berlin.

Mereka yang tumbuh besar di pedesaan sebelum akhirnya hidup di kota besar biasanya tahu apa yang diharapkan. Namun tetap perlu waktu untuk membiasakan diri dengan kehidupan di desa.

"Awalnya tidak mudah: semua orang saling menjaga perasaan. Hal seperti itu tidak terjadi di kota besar. Di sana Anda lebih anonim," kata seorang pendatang baru. "Semua orang di desa saling menyapa di jalan," sahut yang lain.

"Perasaan yang menyenangkan, tapi kamu juga harus membiasakan diri pada awalnya." 

Masih belum akan ada perubahan demografi

Wali kota setempat memainkan peran penting untuk memikirkan strategi jangka panjang. Perubahan demografi masih menjadi masalah bahkan di negara-negara di mana lebih banyak orang yang berdatangan dibandingkan yang pergi. Di daerah tersebut bahkan mungkin masih lebih banyak orang yang meninggal dibandingkan yang dilahirkan.

Dari sekitar 3.500 kotamadya dan asosiasi kota yang mencatat peningkatan migrasi rata-rata di seluruh Jerman antara tahun 2018 dan 2020, sekitar sepertiga dari kota itu juga mengalami penurunan jumlah penduduk.

Infrastruktur yang sesuai dengan usia adalah suatu keharusan, demikian kesimpulan studi tersebut. Kawasan perumahan baru tidak boleh hanya dibangun di pinggiran kota, di mana sebagian besar pendatang baru tinggal. Pembangunan blok apartemen - yang tidak umum dilakukan di pedesaan - dapat memberikan model kehidupan alternatif bagi para lansia. Ini berarti para keluarga yang baru datang dapat pindah ke rumah-rumah yang baru dikosongkan.

(ae/as)