1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mandela Berbaring Mengenakan Kemeja Batik

12 Desember 2013

Nelson Mandela disemayamkan di Pretoria dengan mengenakan salah satu kemeja batiknya yang berasal dari Indonesia.

https://p.dw.com/p/1AXmv
Nelson Mandela Abschied 11.12.2013
Foto: Marco Longari/AFP/Getty Images

Melalui kaca orang bisa melihat wajahnya dan sebagian kemeja batiknya yang berwarna coklat dan kuning. Empat penjaga berdiri di setiap sudut peti, mengawal jenasahnya dengan kepala menunduk. Anggota keluarga, pejabat tinggi pemerintah Afrika Selatan dan politisi dari negara lain berdatangan dan berdiri merenung sejenak di samping jasadnya. Rabu pagi (11/12) jenasahnya di bawa melalui jalan-jalan ibukota Pretoria dalam iring-iringan motor.

Mulai Rabu (11/12) ia disemayamkan di depan kantor pusat pemerintah, Union Buildings. Jumat (13/12) jenasahnya akan dipersiapkan untuk pemakaman, dan hari Minggu (14/12) dimakamkan di desa asalnya, Qunu, di bagian selatan Afrika Selatan, dalam sebuah upacara tradisional dan kenegaraan, yang akan dihadiri sekitar 5.000 orang.

Nelson Mandela Abschied 12.12.2013
Orang-orang yang mengantri untuk memberikan penghormatan terakhirFoto: Reuters

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma memulai iringan orang yang memberikan penghormatan terakhir. Diikui kemudian oleh istri Mandela, Graca Machel, dan bekas istrinya Winnie Madikizela-Mandela. Keduanya mengenakan penutup kepala berwarna hitam. Sejumlah anggota keluarga Mandela mengikuti langkah Graca dan Winnie. Presiden Afrika Selatan terakhir ketika masih menganut sistem Apartheid, F. W. De Klerk juga hadir, demikian halnya dengan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan istrinya Grace. Foto model kenamaan Naomi Campbell dan pemusik Bono dari band U2 juga memberikan penghormatan terakhir kepada Mandela.

Keluarga Nelson Mandela kini terus mendampingi hingga ia dimakamkan. Cucunya, Mandla Mandela duduk di sisi jenasahnya Kamis (12/12). Seorang wakil keluarga Mandela menerangkan kepada stasiun televisi eNCA, ini adalah tradisi sukunya. Anggota keluarganya terus menyertai dan berbicara dengan arwahnya.

Ribuan Orang Memberikan Penghormatan Terakhir

Sementara itu ribuan orang kembali mengantri agar dapat melihat panutan mereka, dan orang yang mereka anggap pembebas, untuk terakhir kalinya. Termasuk Portia Motsepe, perempuan berusia 60 tahun yang pensiunan guru. Ia datang bersama keponakannya. Ia mengenakan bendera partai African National Congress (ANC) di bahunya. "Kami tidak tahu siapa yang akan melanjutkan perjuangan. Tapi kami akan mengusung warisannya," demikian dikatakannya. Menteri Collins Chabane mengatakan, sedikitnya 2.000 orang akan bisa melihat jenasah Mandela setiap jamnya. Setiap hari rakyat bisa datang mulai jam 8 pagi hingga 5:30 petang. Pada hari layatan pertama, di mana rakyat hanya punya waktu lima jam, sejumlah orang terpaksa diminta datang hari berikutnya.

Obama Mandela Trauerfeier
Barack Obama, ketika berbicara di upacara perkabungan, Selasa (10/12)Foto: picture alliance/AA

Semua yang hadir berdiam diri ketika jenasahnya tiba di amfiteater, di depan gedung Union Buildings, yang diberi nama Nelson Mandela Amphitheatre. Peti yang diselubungi bendera Afrika Selatan diusung enam tentara yang mewakili semua angkatan dalam militer dan polisi. 19 tahun lalu, Nelson Mandela dilantik sebagai presiden di lokasi sama. Paul Letageng, anggota staf kantor pemerintahan mengatakan dengan emosional, "Jika ia tidak ada, perdamaian tidak akan tercapai di Afrika Selatan."

Dimakamkan di Qunu

Di daerah asalnya, pekerja sudah mulai memperbaiki jalan-jalan yang akan dilalui iringan. Aparat keamanan juga mulai menjaga daerah itu. Beberapa penduduk lokal khawatir tidak akan diijinkan ikut upacara, karena tempat yang terbatas. Sikholiwe Nyoka, seorang penduduk, mengatakan kepada harian Daily Dispatch, beberapa keluarga telah mendirikan tenda di atas bukit, agar bisa melihat peternakan Mandela, di mana pemenang Nobel Perdamaian itu akan dimakamkan.

Presiden pertama berkulit hitam di Afrika Selatan itu meninggal pada usia 95 tahun, Kamis (5/12), di rumahnya di Johannesburg, setelah menderita sakit lama. Puluhan ribu orang hadir dalam upacara duka yang diadakan di stadion sepak bola di Soweto, Selasa (10/12). Termasuk sejumlah politisi dari berbagai negara, juga Presiden AS, Barack Obama. Politisi dari sekitar 90 negara kini berada di Afrika Selatan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Mendela.

ml/hp (dpa, afp)