1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemerintahan Theresa May Siapkan Brexit Plan B

17 Januari 2019

Pemerintah Inggris harus menyiapkan agenda solusi alternatif untuk Brexit sampai hari Senin (21/1). PM Theresa May memenangkan mosi kepercayaan dengan mayoritas tipis 325 melawan 306 suara.

https://p.dw.com/p/3BhTo
Großbritannien Ansprache Theresa May nach Misstrauensvotum
Foto: Reuters/H. Nicholls

"Malam ini, pemerintah telah memenangkan mosi kepercayaan dari Parlemen. Ini saatnya kita memberi kesempatan untuk fokus menemukan jalan ke depan untuk Brexit," kata Theresa May di rumah dinasnya Downing Street 10 di London hari Rabu (16/1) setelah memenangkan mosi kepercayaan.

"Anggota parlemen telah memperjelas apa yang tidak mereka inginkan, sekarang kita semua harus bekerja bersama secara konstruktif untuk menetapkan apa yang diinginkan oleh parlemen," tambahnya.

Theresa May memenangkan mosi kepercayaan di parlemen dengan suara tipis 325 melawan 306, setelah sehari sebelumnya parlemen menolak proposal perjanjian Brexit yang dia ajukan. Sampai hari Senin (21/1) pemerintahan May harus mengumumkan alternatif untuk Brexit kepada parlemen.

PM Inggris itu mengatakan, parlemen memiliki tugas "mengesampingkan kepentingan pribadi" dan menyelesaikan hasil referendum tahun 2016, di mana warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

Brexit chaos drives Brits crazy

"Dalam referendum yang bersejarah pada tahun 2016, negara ini memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa," kata May. "Sekarang, lebih dua setengah tahun kemudian, saatnya bagi kita untuk bersatu, mengutamakan kepentingan nasional - dan memenuhi hasil referendum".

"Saya percaya itu adalah tugas saya untuk memenuhi instruksi rakyat Inggris meninggalkan Uni Eropa dan saya bermaksud untuk melakukannya," tambah May.

Bertemu pimpinan partai

Setelah memenangkan mosi kepercayaan, PM Inggris itu melakukan rangkaian pembicaraan dengan para pimpinan partai untuk mencari jalan keluar dari kekisruhan Brexit. Theresa May mengatakan telah bertemu dengan para pemimpin Demokrat Liberal, Partai Nasional Skotlandia dan partai Cymru Welsh Plaid. Dia masih akan berbicara dengan "perwakilan pemerintah senior" pada hari Kamis (17/1), termasuk pendukung pemerintahan Demokratic Unionist Party (PUD).

London Brexit Protest "Robocop"
Aksi protes "Robocop" menentang Brexit di LondonFoto: Getty Images&AFP/A. Dennis

Theresa May juga menambahkan, dia masih menunggu konfirmasi dari pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, Jeremy Corbyn, untuk memenuhi undangannya.

"Saya kecewa karena pemimpin Partai Buruh sejauh ini memilih untuk tidak mengambil bagian (dalam pembicaraan), tetapi pintu kami tetap terbuka," kata Theresa May.

Jeremy Corbyn sebelumnya mengatakan, tidak mungkin ada hasil positif dari pembicaraan, kecuali pemerintah menutup kemungkinan terjadinya No-Deal Brexit, yaitu perpisahan Inggris dari Uni Eropa tanpa perjanjian.

Partai Buruh hingga kini menuntut skenario Brexit yang tetap mempertahankan zona perdagangan bersama Inggris-Uni Eropa serta perlindungan pekerja dan konsumen yang lebih kuat.

Pada hari Senin (21/1), Theresa May diharapkan memberikan pernyataan tentang langkah pemerintah ke depan mengenai Brexit.

hp/as (rtr,ap)