1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menhan Jerman Akan Restrukturisasi Satuan Elite KSK

1 Juli 2020

Menteri Pertahanan Jerman memberikan waktu bagi pasukan khusus KSK untuk menertibkan kesatuannya sendiri, atas skandal ekstrimisme sayap kanan. Menhan sebut harus ada perubahan dan integrasi lebih baik ke Bundeswehr.

https://p.dw.com/p/3ec2C
Tentara KSK
Foto ilustrasi satuan elit Jerman KSKFoto: picture-alliance/dpa/M. Skolimowska

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer berencana merestrukturisasi Komando Pasukan KhususBundeswehr (KSK) di tengah berbagai tuduhan ekstremisme kanan di antara jajarannya, demikian media Jerman melaporkan pada hari Selasa (01/07). 

Menurut surat kabar Die Welt, Kramp-Karrenbauer berencana mereformasi struktural unit KSK, yang mencakup pembubaran salah satu dari empat kesatuan tempurnya.

Namun, dalam pernyataan terbarunya pada Rabu (02/07), Kramp-Karrenbauer memberikan waktu kepada KSK untuk menunjukkan perubahan. Ia meminta gugus tugas untuk segera melakukan penyelidikan terkait kegiatan sayap kanan di antara jajaran KSK. 

Bersama dengan Kepala Pertahanan Bundeswehr Eberhard Zorn, Kramp-Karrenbauer mengatakan unit KSK akan diberi waktu untuk menertibkan kesatuannya sendiri.

''Analisa ini menyimpulkan bahwa KSK tidak bisa terus bersikeras dalam bentuknya saat ini. Harus ada perubahan dari dalam ke luar dan harus ada integrasi lebih baik ke Bundeswehr,'' ujar Kramp-Karrenbauer.

''Kami akan memberi waktu untuk KSK menekan tombol set ulang,'' tambahnya.

KSK telah menjadi bagian dari militer Jerman sejak tahun 1996. Kesatuan ini berfokus pada operasi anti-terorisme dan penyelamatan sandera di daerah yang bersengketa. Anggotanya telah bertugas di Afghanistan dan wilayah Balkan, tetapi operasinya dirahasiakan.

KSK telah "menjadi sebagian independen" dari rantai komando dan mengembangkan "budaya kepemimpinan yang beracun," ujar Kramp-Karrenbauer kepada harian Süddeutsche Zeitung.

Dia menambahkan bahwa dengan demikian, satuan militer tersebut "tidak dapat terus eksis dalam bentuk yang sekarang."

Panglima KSK Markus Kreitmayr diperkirakan tidak akan digeser, tetapi kesatuan itu tidak akan berpartisipasi dalam latihan atau misi internasional sampai restrukturisasi selesai.

Berbagai skandal

Restrukturisasi KSK terjadi setelah beberapa investigasi federal telah mengungkap kaitannya dengan ekstremisme sayap kanan.

Kramp-Karrenbauer membentuk sebuah tim "untuk mencoba memahami bagaimana ini terjadi, mengapa itu terjadi, dan apa yang sebenarnya bisa dilakukan," kata koresponden DW Thomas Sparrow. Menteri akan mengeluarkan 50 proposal, yang termasuk pembubaran salah satu komando.

"Itu tidak berarti akhir dari pasukan khusus. Ini sesuatu yang dibahas, tetapi tidak disepakati," Sparrow menambahkan.

Tuduhan ekstremisme terjadi tahun 2017, ketika anggota KSK di pesta perpisahan komandan dikabarkan melemparkan kepala babi, memainkan musik rock sayap kanan dan menampilkan salut Nazi.

Sebuah laporan dari Layanan Kontra-Intelijen Militer (MAD) Jerman pada bulan Januari mengungkapkan bahwa 500 tentara di militer Jerman sedang diselidiki terkait ekstrimisme sayap kanan.

MAD mencatat bahwa 20 kasus yang diduga terkait ekstremisme sayap kanan yang saat ini sedang diproses, berasal dari KSK. Lima kali lebih banyak daripada di seluruh kesatuan lain di militer Jerman, Bundeswehr.

Bulan Mei lalu, kantor berita dpa melaporkan, seorang tentara elite KSK diselidiki karena melanggar undang-undang pemeriksaan senjata Jerman. Senjata dan bahan peledak ditemukan di rumah pribadi tentara itu.

Kramp-Karrenbauer mengatakan temuan terbaru tentang KSK, yang juga termasuk hilangnya 48.000 amunisi dan 62 kilogram bahan peledak, "mengganggu" dan "mengkhawatirkan."

vlz/yf (AFP, AP, dpa, Reuters)